8 Fakta dan Mitos Tentang Ibu Hamil
Falla Adinda, dr

Latest posts by Falla Adinda, dr (see all)

Mitos tentang kehamilan ternyata tak hanya terjadi di Indonesia, nyatanya di luar negeri juga banyak mitos-mitos tentang ibu hamil.

Mulai dari makanan yang tidak boleh dimakan, bentuk perut yang dapat menunjukkan jenis kelamin si jabang bayi, sampai jenis-jenis makanan yang dapat mempengaruhi penampilan si bayi nantinya.

Supaya tidak salah informasi, yuk kita simak 8 fakta dan mitos kesehatan tentang kehamilan yang sudah dirangkum oleh tim redaksi Ngovee.

#1 Ibu hamil harus makan dua porsi untuk si bayi

Mitos.

Mungkin banyak dari kamu berpikir, karena si ibu sedang mengandung 1 bayi (atau malah 2 jika si ibu mengandung anak kembar), maka sang ibu harus makan dua porsi untuk dirinya dan bayinya. Nyatanya tidak demikian. Walaupun ibu hamil harus meningkatkan kalori yang dikonsumsi, makan berlebihan dapat membahayakan si ibu dan janin.

Menurut studi dari Academy of Nutrition and Dietetics, jumlah kalori yang direkomendasikan untuk ibu hamil adalah sebagai berikut:

  • Trimester pertama: tidak butuh ekstra kalori
  • Trimester kedua: tambahan 340 kalori per hari
  • Trimester ketiga: tambahan 450 kalori per hari

Hal yang tak kalah penting adalah memperhatikan pola makan sang ibu hamil. Karena dibutuhkan nutrisi ekstra, dan ada beberapa jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil.

#2 Ibu hamil dilarang berolahraga

Mitos.

Kenyataannya, ibu hamil boleh berolahraga asalkan intensitasnya ringan, contohnya seperti aerobik saat trimester pertama. Selain itu terdapat juga yoga atau senam hamil yang dapat dilakukan menjelang trimester ketiga. Namun jika kamu atau sang ibu hamil adalah orang yang jarang olahraga sebelumnya, konsultasikan ke dokter kandungan.

#3 Morning sickness tidak hanya terjadi di pagi hari

Fakta.

Walaupun namanya mengandung kata morning / pagi, morning sickness bisa dialami baik siang maupun malam hari. Faktanya, studi dari Noel M. Lee seorang ahli Gastroenterologi menunjukkan bahwa kurang dari 2% wanita hamil mengalami morning sickness di pagi hari. Morning sickness biasanya dimulai di minggu keempat dan berakhir pada minggu ke-enam belas. Gejalanya juga berbeda-beda namun biasanya meliputi mual muntah, lemas dan pusing.

#4 Konsumsi makanan tertentu dapat menimbulkan alergi pada bayi

Mitos.

Pernyataan tentang konsumsi makanan yang dapat menimbulkan alergi seperti kacang dan susu, tidak boleh dikonsumsi ibu hamil adalah sebuah mitos. Faktanya, ibu hamil dapat mengonsumsi kacang maupun susu asalkan sang ibu tidak alergi terhadap makanan tsb. Bayi tidak akan mendapat alergi dari makanan tsb.

Namun, perlu diketahui, terdapat makanan yang dilarang dikonsumsi oleh ibu hamil. Contohnya adalah makanan seperti daging mentah, seafood dan beberapa jenis keju perlu dihindari.

#5 Bentuk perut dapat menunjukkan jenis kelamin bayi yang dikandung

Mitos.

Walaupun katanya jika perut ibu hamil condong ke bawah maka ia mengandung anak laki-laki, dan jika perutnya condong ke atas maka bayinya adalah perempuan, hal itu tidaklah benar. Otot perut dapat melebar ke atas maupun ke bawah. Pada dasarnya jika perut si ibu condong ke atas artinya ia memiliki otot perut yang kuat atau kehamilan tersebut adalah kehamilan pertamanya.Jadi, bentuk perut tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi yang dikandung ya, Jovians.

#6 Denyut jantung janin dapat menunjukkan jenis kelamin

Mitos.

Walaupun katanya denyut jantung yang cepat ataupun lambat dapat menunjukkan apakah bayi yang sedang dikandung merupakan laki-laki dan perempuan, ternyata hal itu merupakan hal yang tidak mendasar.

Denyut jantung yang normal pada bayi dalam kandungan berkisar antara 120 sampai 160 bpm. Namun, kamu harus menunggu umur kandungan hingga kira-kira 4 bulan untuk mengetahui jenis kelamin si kecil melalui USG.

#7 Kondisi wajah selama kehamilan dapat menunjukkan jenis kelamin si bayi

Mitos.

Mitosnya adalah jika selama kehamilan, si ibu menunjukkan wajah penuh jerawat dan kusam, maka bayi yang dikandung adalah laki-laki. Hal ini merupakan mitos. Kondisi wajah dan kulit selama kehamilan dipengaruhi banyak faktor seperti hormon, diet dan genetik. Sehingga kondisi wajah ibu hamil tidak mempengaruhi jenis kelamin bayi yang di kandung.

#8 Konsumsi makanan pedas dapat menyebabkan kebutaan pada bayi

Mitos.

Konsumsi makanan pedas selama hamil tidak akan menyebabkan kebutaan pada bayi. Hal ini masih dianggap aman.

Itulah beberapa mitos dan fakta mengenai kehamilan. Setelah membaca artikel ini, kami harap kamu dapat membedakan mana yang merupakan fakta dan mana yang mitos.

Konsultasikan juga kepada dokter kandungan untuk mendapatkan informasi mengenai kehamilanmu.

Dapatkan paket untuk ibu hamil khusus di Jovee. Download Jovee di Playstore dan Appstore sekarang. Official store Jovee juga tersedia di Blibli, Bukalapak, Lazada, Tokopedia dan Shopee.

Ditulis oleh: Aileen Velishya

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –

Cara Menghitung Usia Kehamilan

Cara Cepat Hamil Hanya Dalam 1 Bulan

Mencegah Coronavirus: Jenis Masker Yang Dapat Kamu Pakai