Anak Jadi Obesitas Karena Pandemi? Ketahui Cara Diet untuk Anak Berikut Ini

Ditinjau oleh : Kelvin Halim, S.Gz.
Melihat anak dengan pipi bulat tentu menggemaskan. Namun, perlu diwaspadai ketika berat badan anak sudah tidak lagi sesuai dengan angka berat badan yang wajar pada anak seusianya. Hal ini dapat menyebabkan anak menjadi obesitas dan diperlukan diet untuk anak. Kondisi pandemi Covid-19 yang sedang terjadi saat ini juga memungkinkan anak-anak mengalami kenaikan berat badan yang lebih tinggi karena kegiatan sekolah pun dilaksanakan secara daring atau PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Bagaimana cara diet untuk anak?

Hal ini otomatis membuat aktivitas anak-anak di sekolah tidak ada sama sekali dan anak-anak  cenderung lebih banyak makan camilan di sela-sela waktu sekolahnya karena di rumah mereka bisa meminta makanan dengan lebih mudah dibandingkan dengan di sekolah. Berikut hal-hal yang harus Anda ketahui ketika mendampingi proses diet untuk anak. 

Cara Diet untuk Anak

Diet untuk Anak-2

Bagi orang tua yang sedang mendampingi anak yang sedang dalam proses diet, perlu untuk  menetapkan apa yang menjadi kebutuhan diet untuk anak. Jangan sampai anak menjalani diet hanya karena sebatas keegoisan atau egoisme dari orang tua yang menginginkan bentuk tubuh anaknya tetap terjaga. Padahal yang harus diingat juga adalah bagaimanapun anak-anak masih menjalani proses pertumbuhan yang membutuhkan nutrisi, gizi, dan vitamin yang lengkap. 

Penurunan berat badan pada anak-anak harus dilakukan dengan pengawasan ahli dan hati-hati. Cara diet untuk anak harus dilakukan dan dipantau oleh ahli. Orang tua harus membuat rencana penurunan berat badan yang aman dengan berkonsultasi dengan dokter anak dan atau ahli gizi. Hal ini karena rencana penurunan berat badan yang tidak dijalankan dengan program yang baik dapat menghambat nutrisi, pertumbuhan, dan menimbulkan stres pada anak. Perlu diingat juga bawah cara yang berhasil pada orang dewasa tidak akan berhasil untuk anak-anak karena tubuhnya masih berkembang.

1. Hitung Kalori

Catatan penting bagi orang tua yang mendampingi anaknya menjalani proses diet adalah sebaiknya orang tua tidak menghilangkan kalori dari makanan anak secara sembarangan. Kalori berperan untuk memberikan energi dan manfaat kesehatan lainnya yang juga penting. Anda perlu mengetahui secara pasti berapa banyak kalori yang anak Anda butuhkan untuk pertumbuhan yang baik dan tepat. Konsumsi kalori yang lebih dari kebutuhan akan memperlambat proses diet anak Anda. Jumlah kalori yang dibutuhkan anak bervariasi sesuai dengan usia, jenis kelamin, BMI, aktivitas, dll. Jangan tambah tekanan stres anak dengan pemeriksaan berat badan setiap hari di rumah. 

2. Menambah jumlah buah dan sayur 

Anda dapat menambahkan lebih banyak sayuran dan buah-buahan dalam berbagai warna ke dalam menu makanan anak Anda. Penyajian buah disarankan berupa buah utuh, bukan diolah menjadi jus. Faktornya karena jus memiliki lebih sedikit serat dibandingkan dengan buah utuh. Dalam proses buah menjadi jus, buah kehilangan kandungan seratnya dan jika ditambah gula maka justru akan menambah lebih banyak kalori pada jus tersebut. Buah utuh lebih banyak mengandung serat yang baik untuk pencernaan. 

3. Meningkatkan konsumsi air

Sediakan air mineral untuk minum anak Anda. Jangan biarkan mereka terlalu banyak mengonsumsi minuman dengan kadar gula dan pengawet yang tinggi. Bantu mereka dengan menyediakan botol minum yang mereka sukai.

4. Waktu tidur yang cukup

Idealnya, anak-anak membutuhkan 9 hingga 11 jam tidur dan remaja membutuhkan 8 hingga 10 jam tidur. Tidur lebih cepat dan dengan nyenyak sangat penting untuk pertumbuhan dan metabolisme yang membantu menjaga berat badan anak-anak dan remaja.

5. Menambah jumlah protein 

Para ahli merekomendasikan bahwa protein merangsang hormon pertumbuhan yang membantu tubuh memecah lemak berlebih menjadi energi. Selain itu, protein juga lebih mengenyangkan. Oleh karena itu, sajikan telur , protein nabati seperti kacang-kacangan. Anda juga bisa memberikan ikan dan  ayam . Pilih yoghurt rendah lemak, mentega, keju, keju  non-olahan, dan margarin untuk protein susu. 

Kesalahan Diet untuk Anak

1. Tidak menentukan goals yang realistis

Melakukan diet untuk anak tanpa menentukan tujuan penurunan berat badan yang realistis adalah kesalahan yang banyak dilakukan oleh orang tua yang mendampingi anak yang sedang diet. Misalnya, tujuan pertama yang baik adalah menghentikan penambahan berat badan atau bahkan menghentikan peningkatan berat badan yang begitu cepat, bukan menurunkannya. Jika anak Anda memenuhi tujuan tersebut setelah beberapa bulan, Anda kemudian dapat mengubah pola makan dan tingkat aktivitasnya dan berusaha mencapai tujuan menurunkan berat badan.

2. Menginginkan hasil instan

Mencoba terlalu banyak cara dan menginginkan hasil yang cepat terlihat adalah kesalahan yang sering kali dilakukan orang tua dalam mendampingi anaknya yang sedang diet. Percayakan metode diet yang sudah ditentukan oleh dokter anak atau ahli gizi dan nikmati prosesnya. Laporkan perkembangan proses diet berat badan anak Anda secara rutin sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

3. Tidak meningkatkan aktivitas fisik

Diet yang baik adalah diet yang diikuti dengan olahraga atau aktivitas fisik yang dapat membantu pembakaran kalori. Olahraga yang setidaknya bisa dilakukan adalah satu jam aktivitas fisik aerobik intensitas sedang setiap hari dan aktivitas fisik dengan intensitas yang lebih kuat setidaknya tiga hari seminggu. Anak bisa terlebih dahulu diarahkan untuk berolahraga selama 15-20 menit pada awal pembiasaan. Namun lama kelamaan durasinya pun bertambah hingga satu jam per hari. 

Camilan Diet untuk AnakĀ 

diet untuk anak

Setiap makanan yang dikonsumsi oleh anak sebaiknya diperhatikan betul oleh orang tua. Hal ini bertujuan agar buah hati Anda terhindar dari obesitas akibat sering mengonsumsi makanan cepat saji dan berpengawet. Tidak hanya makanan pokok, tapi untuk makanan cemilan pun juga harus diperhatikan. Banyak camilan kemasan yang mengandung terlalu banyak gula, pengawet, tepung olahan. Namun jika Anda saat ini sedang mendampingi anak yang sedang dalam proses diet, apa saja ya rekomendasi camilan sehat untuk anak yang sedang diet?

1. Oatmeal 

Walaupun sering dijadikan menu sarapan, namun oatmeal juga bisa dikonsumsi untuk camilan anak. Oat kaya serat larut, yang meningkatkan jumlah bakteri menguntungkan di saluran pencernaan, bersama dengan manfaat kesehatan lainnya. Anda bisa mencampur oatmeal dengan susu favorit si kecil atau dengan berbagai pilihan buah seperti pisang atau stroberi. 

2. Keju

Sebagian besar keju merupakan gabungan dari protein dan lemak yang merupakan sumber kalsium yang baik.yang lebih baik secara keseluruhan. Keju memberi anak-anak protein berkualitas tinggi, yang dibutuhkan untuk pertumbuhan yang tepat. Protein juga akan membantu mereka merasa kenyang di antara waktu makan. Jadi akan membuat anak lebih cepat merasa kenyang sehingga frekuensi mengonsumsi camilan pun berkurang. Terlebih lagi, beberapa penelitian mencatat bahwa anak-anak yang makan keju cenderung lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami gigi berlubang. 

3. Telur rebus

Telur sangat bergizi dan merupakan camilan yang sangat baik untuk anak-anak. Mereka mengandung protein berkualitas tinggi dan beberapa vitamin dan mineral, termasuk vitamin B12, riboflavin, dan selenium Di dalam telur juga terdapat kandungan lutein dan zeaxanthin, dua karotenoid yang bermanfaat untuk kesehatan mata. Selain itu, mereka adalah salah satu sumber makanan terbaik kolin, vitamin yang diperlukan untuk perkembangan otak yang tepat. 

———-Editorial Pick———-

9 Langkah Mencegah Penyakit Hipertensi
Dampak Kecanduan Gadget Pada Perkembangan Anak
Tantrum pada Anak: Penyebab dan Cara Menanganinya
Kenali Sinusitis pada Anak, dari Gejala Hingga Pengobatannya

4. Acar

Acar adalah ketimun yang telah difermentasi dengan garam dan air. Mereka adalah sumber vitamin K yang baik, dan beberapa produk juga mengandung bakteri probiotik, yang baik untuk sistem pencernaan. Dengan sistem pencernaan yang baik, akan membuat perut anak lebih nyaman walaupun sudah makan camilan. 

5. Smoothie buah

Smoothie buah adalah cara yang baik untuk mengemas banyak nutrisi ke dalam camilan untuk anak. Anda juga bisa menambahkan sayuran ke dalam smoothie. Dengan manisnya buah ini, anak Anda mungkin bahkan tidak menyadari bahwa buah itu ada di dalamnya. Gunakan bahan-bahan segar yang utuh dan hindari jus buah yang tinggi gula.

6. Bola-bola Energi

Bola energi yang sehat adalah camilan untuk anak yang sedang diet. Rasanya seperti adonan kue namun bola-bola energi ini dibuat dari bahan-bahan yang sehat dan bergizi.  Anda bisa membuat camilan ini dengan biji rami atau biji chia utuh. Kedua jenis biji-bijian ini merupakan sumber serat, protein, dan antioksidan.

7. Yogurt

Yogurt adalah camilan yang sangat baik untuk anak-anak karena merupakan sumber protein dan kalsium yang baik. Kalsium sangat penting untuk tulang anak-anak yang sedang berkembang Beberapa yogurt juga mengandung bakteri hidup, yang bermanfaat bagi sistem pencernaan. Kebanyakan yogurt yang dipasarkan untuk anak-anak mengandung kadar gula yang tinggi. Sebagai gantinya, pilihlah yogurt tanpa lemak dan mempermanisnya dengan buah segar atau sedikit madu.

Selama pandemi yang membuat banyak kegiatan harus dilakukan di rumah, dapat meningkatkan bonding, interaksi, dan perhatian antar anggota keluarga. Orang tua bisa melakukan penilaian dini apakah anaknya perlu melakukan diet untuk anak. Cara paling mudah untuk menentukan kebutuhan diet untuk adalah dari BMI atau Body Mass Index. BMI dapat memberikan pedoman keterkaitan antara berat badan dengan tinggi badan. Dokter anak dapat menggunakan grafik pertumbuhan, BMI dan, jika diperlukan dapat melakukan tes lain untuk membantu Anda mengetahui apakah berat badan anak Anda dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Bahagia dan Sehat Bareng Jovee

Simak artikel seputar tips dan trik kesehatan lainnya dari Jovee, pusat vitamin terlengkap. Unduh juga aplikasi Jovee melalui Play Store dan App Store serta dapatkan suplemen personalmu. Cari tahu pula tentang suplemen yang kamu butuhkan dengan berkonsultasi secara gratis dengan nutrisionis Jovee.

Penulis : Filza Intan

Referensi : 

How to Lose Weight for Kids- 10 Easy Ways. Firstcry Parenting
Healthy Snacks for Kids. Healthline
Help With Weight Loss for Kids Who Can’t Lose Weight. Very Well Health
Childhood obesity. Mayo Clinic