Bahaya Minuman Kemasan dan Makanan Kemasan Bagi Kesehatan
Falla Adinda, dr

Ketika berjalan melewati toko atau supermarket, Anda pasti akan menemukan berbagai makanan atau minuman yang dikemas. Walaupun penggunaan kemasan dapat memperpanjang daya tahan makanan dan minuman serta mempercantik tampilan, nyatanya ada dampak berbahaya yang juga siap mengintai Anda. Apa saja bahaya minuman kemasan bagi kita?

Masyarakat modern saat ini sudah mulai bergerak untuk meningkatkan taraf hidup sehat. Sayangnya ancaman bahan kimia saat ini dapat mengintai kapan saja salah satunya adalah dari bahan kemasan yang digunakan pada makanan dan minuman.

Apa Saja Bahan Kimia Kemasan Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari?

Walaupun makanan dan minuman kemasan lebih menguntungkan karena tahan lama, namun Anda juga harus tetap berhati-hati. Walaupun terkadang bahan makanan tersebut tidak langsung ditambahkan pada makanan atau minuman, namun bahan kimia yang terdapat di dalam wadah kemasan juga dapat terakumulasi dengan makanan atau minuman yang dapat menyebabkan efek buruk bagi tubuh.

Beberapa jenis bahan kimia berbahaya dalam makanan dan minuman kemasan yang patut diwaspadai antara lain:

1. Phthalates

Phthalates merupakan jenis resin plastik yang biasa ditambahkan untuk meningkatkan fleksibilitas produk. Ikatan bahan kimia ini bersifat kovalen yang dapat larut sehingga memiliki potensi bahaya yang tinggi. Jika ikut masuk kedalam pencernaan manusia, bahan kimia ini tentu akan menimbulkan efek kesehatan yang sangat merugikan.

2. Paraben

Paraben merupakan salah satu bahan kimia yang biasanya ditambahkan pada beberapa jenis produk. Tidak hanya makanan dan minuman saja, bahan kimia paraben juga biasanya ditambahkan pada industri farmasi dan juga kosmetik.

Paraben banyak digunakan dalam makanan dan minuman kemasan karena memiliki sifat antimikroba dan dapat bertindak sebagai pengawet. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paraben dapat mengganggu aktivitas endokrin di dalam tubuh.

3. Bisphenol A

Bisphenol A biasa digunakan untuk membentuk bahan plastic bikarbonat. Kemasan yang dibuat dengan menggunakan bisphenol A menunjukkan fleksibilitas tinggi, transparansi yang berkualitas serta tahan terhadap suhu panas.

Oleh karena itu tak heran jika bahan kimia yang satu ini banyak digunakan untuk mengemas produk makanan dan juga minuman. Beberapa penelitian menunjukan bahwa konsumsi bisphenol dalam dosis yang rendah mampu menimbulkan gangguan endokrin dan mengurangi sekresi testosterone.

4. Zat Per dan Polifluoroalkil (PFAS)

Bahan kimia yang satu ini telah banyak digunakan sebagai bahan pengemas sejak dari tahun 1940-an. Kemasan yang menggunakan bahan kimia ini dapat bertahan bahkan hingga bertahun-tahun di lingkungan. 

Sayangnya paparan PFAS yang berlebih di dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai efek berbahaya antara lain menimbulkan kanker, meningkatnya kadar kolesterol, memicu kerusakan hati, dan ginjal, serta mengganggu fungsi tiroid.

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Pentingnya Ergonomi Tubuh Saat Bekerja
Cara Membuat Hand Sanitizer Dari Lidah Buaya
7 Manfaat Ajaib Air Putih

Apa Saja Kandungan Bahan Makanan dan Minuman Kemasan yang Wajib Diwaspadai?

Makanan dan minuman kemasan memang cenderung lebih praktis. Walaupun begitu sebelum memutuskan untuk membelinya, Anda harus mencermati berbagai bahan-bahan pendukungnya. Biasanya untuk meningkatkan daya tahan, berbagai produk makanan dan minuman menambahkan berbagai bahan tambahan. Lalu bahan-bahan apa saja yang wajib diwaspadai? Ini dia ulasannya:

1. Lemak Trans

Lemak trans merupakan salah satu bahan yang ditambahkan pada biskuit, kentang goreng, hingga margarin. Walaupun lemak trans digadang-gadang menjadi lemak sehat, namun beberapa penelitian menyatakan bahwa lemak trans memiliki resiko berbahaya dua kali lipat bagi jantung dan dapat menyebabkan kematian hingga 100.000 orang per tahunnya.

Lemak trans sendiri dapat meningkatkan kadar kolesterol buruk ‘LDL’ dan mampu meningkatkan kadar lipoprotein sehingga arteri pada tubuh tersumbat.

2. Butiran Tepung Halus

Ketika membeli makanan seperti biskuit, sereal, atau roti, biasanya ada label yang menjelaskan tentang pembuatannya yang menggunakan tepung terigu asli atau terdiri dari butir pilihan.

Namun sayangnya konsumsi butir terigu atau gandum berbentuk remah ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung 20-30%. Selain itu, konsumsi remah yang tinggi juga dapat memicu resistensi insulin dan juga tekanan darah tinggi.

3. Sirup Fruktosa Tinggi

Beberapa minuman kemasan manis tentu tidak benar-benar menggunakan gula asli. Untuk meningkatkan tingkat kemanisannya, maka sirup fruktosa dengan kadar tinggi seringkali digunakan. Selain terdapat pada minuman kemasan, sirup fruktosa ini juga banyak ditemukan pada makanan beku hingga roti kemasan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi fruktosa tinggi secara terus menerus meningkatkan resiko penyakit jantung dan juga diabetes pada tubuh manusia.

4. Kandungan Gula Tinggi

Pada makanan dan minuman kemasan, kandungan gula dapat dibilang tinggi. Selain fruktosa, ada 2 jenis gula yang sering digunakan dalam produk kemasan, yaitu sukrosa dan laktosa. Untuk sukrosa memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan laktosa. Sukrosa berasal dari bahan alami, diperoleh salah satunya dari tebu, sedangkan laktosa adalah gula alami yang hanya diperoleh dari susu. Walaupun lebih baik dibanding fruktosa, kadar gula yang tinggi dan berlebihan tetap tidak baik bagi kesehatan.

Itulah beberapa bahaya minuman kemasan dan makanan kemasan. Makanan dan minuman kemasan memang sangat membantu terutama bagi Anda yang ingin mengonsumsi makanan dengan cepat dan praktis.

Namun tetap saja agar berbagai ancaman penyakit berbahaya tidak datang, Anda harus cermat dalam memperhatikan kandungan bahan-bahan makanan dan juga bahan kemasannya.

Untuk mengurangi bahaya makanan dan minuman kemasan, Anda juga harus memulai hidup sehat sejak dini. Saat ini memulai hidup sehat tidaklah susah karena ada aplikasi Jovee yang akan membantu. Aplikasi Jovee bisa Anda gunakan untuk membantu menemukan suplemen atau multivitamin yang tepat bagi kesehatan tubuh. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Untuk mengetahui info lebih lanjut mengenai kesehatan, simak selengkapnya di Ngovee

Diedit oleh: Aileen Velishya