Bisakah Puasa Mengobati Sakit Kanker?

Anda sudah tahu bukan dengan yang namanya puasa? Puasa yang merupakan salah satu kegiatan ibadah umat muslim, baik itu puasa ramadhan atau puasa senin – kamis yang lainnya. Saat ini sudah banyak penelitian yang mengaitkan tentang puasa untuk mengobati kanker. Apakah puasa bisa menjadi obat kanker?

Anda harus tahu bahwa berita saat ini, pengidap kanker yang sedang menjalankan puasa ramadhan, apalagi mengikuti puasa dengan baik serta benar, maka mampu mengurangi yang namanya risiko atau gejala dari kanker yang cukup serius.

Apakah penderita kanker boleh melaksanakan kegiatan puasa?

Sebelum masuk ke dalam pembahasan lebih lanjut, Anda perlu sedikit mengetahui tentang puasa. Puasa adalah kegiatan yang dilakukan oleh umat muslim, untuk menahan nafsu diri, untuk makan dan minum dari pagi menjelang malam. 

Banyak sekali manfaat yang akan didapatkan dengan melakukan kegiatan puasa, baik untuk agama, sosial, dan kesehatan juga. Tetapi, kali ini akan membahas mengenai manfaat puasa untuk mencegah yang namanya kanker. Anda tahu sendiri bukan, bahwa kanker merupakan penyakit yang cukup serius dan dapat menyerang semua tubuh manusia. 

Dalam beberapa studi kasus, terdapat pasien yang mengidap kanker melakukan kegiatan puasa. Apakah yang didapatkan dengan berpuasa, oleh pasien? Dengan melakukan kegiatan berpuasa sangat sinkron dan bermanfaat untuk tubuh, puasa bisa mencegah pertumbuhan dari sel kanker, namun hal yang satu ini sangat menyesuaikan dengan kondisi kesehatan dari pasien yang mengidap kanker sendiri. 

Tidak hanya itu saja, penderita kanker sendiri sangat bisa dan diperbolehkan untuk mengikuti kegiatan puasa. Tetapi, ada catatan tersendiri, apabila tubuh sedang tidak mengalami yang namanya komplikasi, pastikan bahwa kondisi dari tubuh sangat stabil, dan sudah diawasi dengan dokter yang ahli. Dalam beberapa penelitian, menunjukkan bahwa pasien yang mengidap kanker boleh untuk berpuasa. 

Ada kondisi pasien yang tidak diperbolehkan untuk menjalankan puasa, diantaranya yaitu pasien yang sedang melakukan pengobatan kanker yang mencapai tahapan kronis.

Cara kerja dari puasa untuk mencegah kanker dan manfaat dari puasa

Selanjutnya, ketika Anda sudah mengetahui bolehkah penderita kanker melakukan puasa. Saat ini, Anda harus mengetahui cara kerja yang ada di dalam puasa, hingga bisa mencegah yang namanya kanker menyerang tubuh pasien saat ini. 

Tubuh yang sudah diciptakan oleh Tuhan memiliki beberapa rancangan yang digunakan untuk melindungi diri dari yang namanya kelaparan. Pada saat Anda sahur, tubuh telah menyimpan beberapa cadangan termasuk nutrisi yang biasanya digunakan untuk bertahan hidup. 

Pada saat Anda tidak mengkonsumsi makanan dengan normal, hal ini bisa menempatkan beberapa sel di bawah tekanan yang cukup ringan dan beberapa bagian tubuh mulai melepas sumber hanya untuk mengisi bahan bakar tubuh sendiri. 

Selama ini, dokter telah memberikan saran bahwa pada saat tubuh bisa mempunyai jangka waktu yang digunakan untuk memberikan penyembuhan dari diri sendiri pada saat periode Anda yang merasa stress dan tentunya dengan ini tidak mempunyai efek samping yang negatif.

Bahkan tidak hanya mencegah yang namanya pertumbuhan sel kanker, dengan melakukan puasa akan membuat berat badan Anda menurun dan banyak kalori yang digunakan oleh tubuh dibandingkan dengan yang saat puasa konsumsi. 

Manfaat dari puasa untuk penderita kanker adalah menurunnya berat badan. Penurunan ini hanya salah satu manfaat yang ada dari puasa. Ada beberapa penelitian lebih lanjut terhadap objek hewan dan juga objek manusia menunjukkan bahwa puasa menjadi salah satu faktor menurunnya risiko kanker dan penurunan terhadap pertumbuhan kanker. 

Manfaat puasa bagi para penderita kanker, diantaranya sebagai berikut:

  1. Penurunan terhadap produksi gula darah di dalam tubuh.
  2. Sel bernama punca ini dipicu untuk selalu melakukan regenerasi terhadap sistem imun tubuh.
  3. Asupan gizi di dalam tubuh menjadi lebih seimbang.
  4. Meningkatnya produksi sel pembunuh kanker di dalam tubuh.

Studi ini sudah melakukan beberapa kali tahapan. Awalnya, studi menjalankan puasa dalam waktu 9 jam dan ditunjukkan sebuah perkembangan yang mana mampu mengurangi obesitas dan diabetes tipe 2, objek studi adalah tikus. 

Studi selanjutnya yang kedua, objek tikus, menunjukkan bahwa melakukan diet dengan berpuasa selama dua bulan mampu mengurangi risiko dari yang namanya kanker. Maka dari itu, uji coba ini dilakukan oleh ilmuwan terhadap 19 orang. Studi ini menunjukkan penurunan terhadap biomarker dan mengurangi faktor risiko kanker walaupun bukan cara mengobati kanker yang pasti. 

Selanjutnya, pada tahun 2016 terdapat sebuah studi kasus. Para peneliti memberikan petunjuk bahwa puasa serta kemoterapi yang digabungkan menjadi satu kesatuan, akan memperlambat pertumbuhan dan perkembangan sel kanker, kanker payudara dan kulit. 

Anda bisa menggunakan pengobatan yang digabungkan, puasa dan kemoterapi. Walaupun puasa bukan cara mengobati kanker, tapi puasa terbukti memberikan beberapa manfaat bagi penderita kanker. Hal ini tentunya dapat menjadi salah satu alternatif cara mengobati kanker. Tidak hanya itu saja, para peneliti telah menunjukkan sebuah penemuan mengenai orang yang mampu berpuasa dalam jangka waktu 72 jam sebelum melakukan sebuah pengobatan, maka toksisitas akan jauh lebih rendah dan mempunya efek ringan terhadap bagian sumsum tulang.

Ingin tahu tips dan trik seputar kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store untuk mendapatkan rekomendasi suplemen. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee