Fakta tentang Manfaat Minyak Ikan. Amankah untuk Dikonsumsi?
Dr. Fala Adinda

Apakah yang terlintas di benak kamu ketika mendengar komposisi minyak ikan? Pasti kebanyakan orang mengingat manfaat minyak ikan sebagai salah satu sumber gizi tinggi yang baik bagi kesehatan. Minyak ikan banyak ditemukan pada ikan laut seperti tuna, salmon, dan masih banyak lagi. 

Nah, pada umumnya, kandungan omega 3-lah yang dicari-cari dari minyak ikan tersebut. Bahkan, ada pula suplemen omega 3 yang bisa dikonsumsi apabila tidak tersedia ikan laut. Hampir di setiap iklan televisi menuntut buah hati kamu terpenuhi soal kebutuhan omega 3 ini. 

Masalahnya, apakah kandungan minyak ikan, terutama omega 3 ini benar-benar dibutuhkan oleh tubuh? Lalu, adakah batasannya? Dikutip dari beberapa sumber, rupanya, minyak ikan memiliki efek samping tersendiri apabila dikonsumsi oleh beberapa pasien penderita penyakit tertentu. Ada juga risiko konsumsi omega 3 secara berlebihan bagi tubuh. 

Selengkapnya, simak terus ulasannya dibawah ini ya! 

Fakta Tentang Manfaat Minyak Ikan 

Kandungan minyak ikan terdapat omega 3, vitamin A, dan vitamin D. Bagi kesehatan, omega 3 ini memiliki manfaat untuk melindungi jantung dan manfaat kesehatan lainnya, namun pada kondisi tertentu akan berlaku sebaliknya. Jika saat ini tersedia produk suplemen omega 3, maka disarankan untuk tetap mengonsumsi omega 3 yang berasal dari minyak ikan langsung. 

Omega 3 banyak ditemukan pada tanaman dan ikan laut. Ada dua jenis minyak ikan yang kita ketahui, yaitu eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA). EPA merupakan jenis omega 3 yang populer dan membantu tubuh melakukan metabolisme. Ikan mendapatkan EPA dari alga yang dikonsumsi. Sementara itu, DHA adalah jenis omega 3 yang merupakan salah satu bagian dari sperma, retina, mata, cerebral cortex, dan otak. 

Manfaat dan Efek Samping Minyak Ikan 

1. Jantung dan Kardiovaskular 

Kandungan dalam minyak ikan berperan dalam mengontrol trigliserida, menjaga kesehatan jantung, menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Selain itu minyak ikan dapat mencegah penyakit jantung dan stroke. Minyak ikan berperan untuk mengurangi tekanan darah dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).

Pada tahun 2012, peneliti juga menemukan bahwa kandungan minyak ikan dengan karakteristik anti inflamasinya mampu menstabilkan atherosclerotic lesions. Oleh karena itu, AHA , menyarankan seseorang yang memiliki masalah kesehatan jantung dan kardiovaskuler untuk mengonsumsi ikan, terutama minyak ikan minimal 2 kali seminggu untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. 

2. Kanker Prostat 

Salah satu studi menyatakan bahwa minyak ikan mampu mengurangi risiko berkembangnya kanker prostat. Hal ini dipengaruhi oleh faktor lemak rendah kalori yang baik untuk diet. Namun, pada studi lain menyatakan bahwa tingginya kadar omega 3 yang dikonsumsi akan meningkatkan risiko kanker prostat yang lebih agresif. Berdasarkan penelitian yang dipublikasi pada Journal of the National Cancer Institute, tingginya konsumsi minyak ikan akan meningkatkan risiko kanker prostat stadium tinggi sebesar 71 persen, dan semua jenis kanker prostat sebesar 43 persen. 

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Manfaat Vitamin A: 10 Alasan Kenapa Kamu Harus Konsumsi
Manfaat Kalsium Untuk Tulang & Gigi
8 Fakta Asam Folat Untuk Kesehatan

3. Risiko Konsumsi Minyak Ikan dan Omega 3 

Ada beberapa risiko yang diakibatkan oleh konsumsi minyak ikan dan omega 3. Diantaranya, risiko keracunan. Bagaimana bisa terjadi? Sebab, dalam hati minyak ikan mengandung kadar vitamin A dan D yang tinggi. Selain itu, seseorang yang memiliki riwayat alergi ikan laut juga dimungkinkan akan mengalami reaksi serupa ketika mengonsumsi minyak ikan. Oleh karena itu, lebih baik hindari konsumsi minyak ikan dan omega 3 secara berlebihan. 

4. Minyak Ikan, Aman atau Tidak? 

Nah, kembali lagi pada pertanyaan terkait risiko minyak ikan terhadap kesehatan tubuh, aman atau tidak. Menurut AHA, lebih menyarankan untuk mengonsumsi udang, tuna kaleng ringan, salmon, pollock, dan lele yang disamping mengandung minyak ikan juga dipastikan rendah merkuri. Sementara itu, AHA juga menyarankan untuk menghindari konsumsi hiu, ikan todak, swordfish, king mackerel, dan tilefish karena mengandung merkuri yang sangat tinggi. 

Selama dikonsumsi sesuai dosis dan takaran yang dianjurkan, minyak ikan aman untuk dikonsumsi. Konsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang beragam sesuai kebutuhan tubuh bagus bagi kesehatan. Namun, bagaimana dengan seseorang yang memiliki riwayat alergi makanan laut ataupun tidak bisa memenuhi kebutuhan omega tiga setiap saat? 

Maka, suplemen minyak ikan dan omega 3-lah solusinya. Jika kamu hendak mengonsumsi suplemen baik itu suplemen minyak ikan, omega 3, atau suplemen lainnya, konsultasi terlebih dulu pada pakar kesehatan. 

Itulah beberapa fakta dan mitos tentang minyak ikan yang harus kamu ketahui, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut daftarkan email kamu untuk newsletter Ngovee

Penuhi kebutuhan omega tiga kamu, dengan Jovee. Tersedia di Playstore, Appstore dan di Official Store Jovee di e-commerce seperti Blibli, Bukalapak, Lazada, Tokopedia dan Shopee. 

Diedit oleh: Aileen Velishya 

Foto oleh: Dhira P Yuga