Ibu Menyusui Suka Jengkol, Boleh Atau Harus Dihindari?

Ditinjau oleh: Kelvin Halim, S. Gz.
Jengkol merupakan salah satu makanan yang sangat unik dan biasa menjadi santapan orang Indonesia. Setelah dimasak, maka jengkol ini memiliki tekstur empuk, sehingga ada banyak orang yang menyukainya dan bisa menambah nafsu makan. Termasuk juga ibu hamil banyak yang suka jengkol, tetapi bolehkah ibu menyusui makan jengkol?

Pertimbangan Konsumsi Jengkol Untuk Para Ibu Menyusui

Jengkol ini memiliki aroma yang khas dan juga disenangi sebagian orang, tetapi ada yang berpikir bahwa jengkol tak boleh dikonsumsi saat sedang masa memberikan ASI kepada anak bayi. Ada berbagai pendapat seputar mengonsumsi jengkol ini selama menyusui dan menjadi perdebatan bagi sebagian orang.

Dari pada Anda bingung atau semakin penasaran seputar perdebatan mengenai konsumsi jengkol ini, maka bisa simak uraian berikut.

· Tak ada larangan pasti untuk ibu menyusui memakan jengkol

Anda harus tahu bahwa tak ada yang namanya larangan mengonsumsi jengkol saat kita sedang menyusui bayi. Hingga sampai saat ini memang masih belum ada jenis penelitian medis seputar hal tersebut yang menyatakan bahaya konsumsi jengkol ketika sedang menyusui.

Tetapi harus juga jengkol ini diolah dengan metode yang tepat. Bagi mereka yang sensitif jika konsumsi makanan tertentu, maka perlu berhati-hati. Saat sedang mengonsumsi jengkol, maka tubuh bisa membuat asam lambung meningkat karena sel-sel parietal.

Kalau permasalahan kesehatan seperti asam lambung ini selama sedang menyusui tidak Anda tangani dengan tepat, bisa menyebabkan berbagai macam keluhan kesehatan. Misal saja rasa nyeri di area lambung, lalu merasa mual dan sesak di ulu hati. Bukan hanya itu hal yang perlu diketahui seputar bolehkah ibu menyusui makan jengkol.

Selain itu, tubuh Anda bisa memproduksi hormon stres juga sehingga bisa memicu ASI makin menurun produksinya jika ada masalah lambung. Bunda selalu dianjurkan konsumsi makanan sehat dan seimbang supaya produksi ASI memenuhi kebutuhan.

· Jika ingin konsumsi jengkol, pastikan jengkol benar-benar matang

Saat ingin konsumsi jengkol, maka harus dipastikan juga jengkol tersebut dimasak matang sehingga tidak akan mengandung bakteri berbahaya seperti misal Listeria. Jika Anda terlalu sering konsumsi jengkol setengah matang atau bahkan mentah, tentunya bisa menyebabkan ragam keluhan kesehatan.

Misal merusak pembuluh pada ginjal, keracunan, terbentuk batu ginjal, bisa memicu bau urine, bau badan dan bau ketika bernapas. Untuk kenyamanan si buah hati yang diberikan ASI, sebaiknya mengonsumsi jengkol jarang saja.

· Manfaat konsumsi jengkol

Perlu diketahui bahwa jengkol ini yang dikonsumsi atau diolah secara tepat dengan kematangan yang tepat juga, bisa memberi banyak manfaat. Misalnya bisa menjaga daya tahan. Jengkol ini termasuk makanan yang terdapat banyak vitamin C. Dengan begitu, jengkol akan mampu membantu meningkatkan ketahanan tubuh seseorang termasuk ibu menyusui.

Apalagi kandungan vitamin C sangat dibutuhkan ibu menyusui untuk menunjang daya tahan ketika sedang lelah. Bisa juga jengkol ini mencegah anemia. Bagi Bunda yang menyusui, maka tak perlu khawatir mengalami anemia akibat kurang zat besi.

Pada saat konsumsi jengkol, maka kebutuhan asupan zat besi untuk ibu menyusui dapat lebih tercukupi. Itulah pencerahan untuk Anda yang ingin tahu bolehkah ibu menyusui makan jengkol.

Penasaran dengan tips dan trik seputar kesehatan yang lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Ngovee dengan lewat Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin dengan kualitas terbaik hanya dari Ngovee.