Inkubator Bayi: Dalam Kondisi Apa Dibutuhkan dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Semua calon ibu pasti berharap bayi yang dikandungnya dalam kondisi sehat. Pada kondisi normal, wanita mengandung bayi sekitar 9 bulan 10 hari atau 37 minggu. Kelahiran seorang bayi adalah momen yang paling ditunggu-tunggu setelah mengandung.

Tidak ada ibu yang menginginkan terpisah dari anaknya sesaat setelah kelahiran. Tetapi, terkadang ada kasus yang mengharuskan seorang bayi berpisah dari ibunya selama beberapa saat karena membutuhkan perawatan intensif.

Kondisi yang paling sering mengharuskan perpisahan itu adalah kelahiran bayi secara prematur, yaitu sebelum waktunya atau kelahiran sebelum sampai 37 minggu.

Berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan seorang bayi lahir prematur:

  • Infeksi. Penyakit menular seksual seperti klamidia, gonore dan trikomoniasis. Infeksi yang menyebabkan kelahiran prematur juga mungkin karena ada infeksi saluran kemih.
  • Penyakit tertentu. Penyakit-penyakit seperti diabetes, gangguan ginjal, tekanan darah tinggi, anemia yang diderita ibu hamil ditemukan lebih berisiko melahirkan secara prematur.
  • Gaya hidup. Kebiasaan buruk sehari-hari pada ibu hamil juga dapat memicu kelahiran bayi prematur seperti merokok saat hamil, mengkonsumsi alkohol, obat-obatan terlarang dan kurangnya asupan nutrisi saat hamil.
  • Bayi kembar. Mengandung lebih dari satu bayi memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan secara prematur.
  • Berusia di bawah 17 tahun atau di atas 35 tahun. Ibu hamil yang terlalu muda atau terlalu tua untuk hamil juga berpotensi untuk melahirkan bayi prematur.
  • Stres. Kondisi psikologis juga berpengaruh terhadap kadar hormon di dalam tubuh. Stres dapat mengacaukan pelepasan hormon sehingga memicu kontraksi dan kelahiran prematur.

Banyak sekali faktor yang menyebabkan kelahiran bayi secara prematur. Berkonsultasi secara rutin selama masa kehamilan dapat membantu kamu untuk menghindari kelahiran prematur sehingga melahirkan bayi yang sehat.

Selama di rahim, bayi akan mendapat asupan nutrisi langsung dari ibu dan mengembangkan organ-organ tubuhnya sehingga siap untuk hidup di luar rahim. Nah, kelahiran prematur menyebabkan beberapa organ bayi belum sempurna betul sehingga membutuhkan perawatan intensif dengan inkubator bayi.

Apa Itu Inkubator Bayi?

Singkatnya, inkubator bayi merupakan sebuah alat yang diciptakan sedemikian rupa agar menyerupai kondisi di dalam rahim. Bayi yang lahir sebelum waktunya belum memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim.

Sering kali bayi yang terlahir prematur memiliki masalah pencernaan, pernapasan, sistem imun bahkan kulit. Oleh karena itu, bayi prematur akan diletakkan di dalam inkubator untuk membantu pertumbuhan organnya yang belum sempurna.

Penemuan inkubator yang biasanya disimpan dalam Neonatal Intensive Care Unit (NICU) sangat membantu dan berhasil menurunkan angka kematian kelahiran bayi dengan sangat signifikan.

Bagaimana Cara Inkubator Bayi Bekerja?

Inkubator kira-kira seukuran tempat tidur bayi standar yang dilengkapi dengan kubah plastik bening. Bayi prematur sering kali memiliki berat badan yang kurang dari biasanya dan memiliki lemak yang sangat sedikit. Bahkan terkadang kondisi kulit mereka juga belum sempurna sehingga kesulitan untuk mengatur suhu tubuh mereka sendiri.

Oleh karena itu, alat ini memastikan kondisi yang ideal dengan mengatur suhu secara manual ada menyesuaikan secara otomatis berdasarkan perubahan dalam suhu bayi. Biasanya suhu diatur sesuai dengan suhu ketika bayi sedang berada di dalam rahim.

Pengaturan suhu bukan satu-satunya fungsi dari alat ini. Inkubator juga melindungi bayi prematur dari infeksi, alergen, atau kebisingan berlebihan atau tingkat cahaya yang dapat membahayakan. Inkubator juga mampu mengatur kelembapan udara untuk menjaga keutuhan kulit bahkan dilengkapi dengan lampu khusus untuk mengobati penyakit kuning neonatal yang umum terjadi pada bayi baru lahir.

Inkubator juga dilengkapi dengan peralatan untuk memantau berbagai hal termasuk suhu, detak jantung hingga kadar oksigen pada bayi. Pemantauan ini memungkinkan perawat dan dokter untuk terus melacak status kesehatan bayi.

Selain menawarkan informasi tentang tanda vital bayi, inkubator juga akan terbuka di bagian atas atau memiliki lubang portal di sisi yang memungkinkannya digunakan dalam kombinasi dengan berbagai prosedur dan intervensi medis.

Berikut beberapa intervensi medis yang bisa dilakukan dengan inkubator untuk merawat bayi yang baru lahir tersebut agar tetap sehat:

  • Memasukkan nutrisi yang dibutuhkan bayi melalui infus
  • Memantau fungsi vital bayi
  • Membantu pernapasan bayi
  • Lampu khusus untuk perawatan penyakit kuning

Inkubator tidak hanya melindungi bayi, tetapi juga dapat menyediakan lingkungan dan kondisi yang ideal bagi tenaga medis atau dokter untuk terus memantau dan merawat bayi.

Dalam Kondisi Seperti Apa Bayi Membutuhkan Inkubator?

Inkubator adalah perlengkapan wajib di NICU. Inkubator digunakan dalam kombinasi dengan peralatan dan prosedur lain untuk memastikan bahwa bayi yang membutuhkan dukungan ekstra memiliki lingkungan terbaik dan pemantauan berkelanjutan.

Inkubator dapat meningkatkan peluang hidup bayi dengan menganggapnya sebagai rahim kedua yang dirancang sedemikian rupa untuk melindungi bayi dan memberikan kondisi optimal untuk perkembangannya, khususnya organ-organ vitalnya.

Ada banyak alasan mengapa bayi perlu berada di dalam inkubator. Di antaranya adalah:

1.   Kelahiran Prematur

Seperti sudah dibahas sebelumnya, kasus terbanyak bayi membutuhkan inkubator adalah kelahiran dini atau prematur. Belum sempurnanya organ-organ pada bayi prematur jelas membutuhkan bantuan inkubator agar bayi tersebut bisa mendapatkan perawatan serta pemantauan yang berkelanjutan.

2.   Bayi dengan Masalah Pernapasan

Terkadang bayi akan memiliki cairan atau mekonium di paru-parunya. Hal ini dapat menyebabkan infeksi dan ketidakmampuan bernapas dengan baik. Bayi baru lahir mungkin juga memiliki paru-paru yang belum matang dan belum berkembang sepenuhnya yang memerlukan pemantauan dan oksigen ekstra.

3.   Infeksi

Infeksi pada bayi disebabkan oleh beberapa hal. Pada kasus ini inkubator dibutuhkan agar dapat meminimalisir kemungkinan bayi tersebut terpapar oleh kuman atau alergen lainnya yang berpotensi memperparah kondisi infeksi pada bayi.

Inkubator juga menawarkan tempat dengan perlindungan yang memungkinkan untuk memantau tanda-tanda vital terus menerus.

4.   Ibu yang Menderita Diabetes Gestasional

Banyak dokter akan segera meletakkan bayi ke dalam inkubator jika ibunya menderita diabetes gestasional. Hal ini dilakukan agar bayi tetap nyaman dan hangat sementara para dokter meluangkan waktu untuk memantau gula darah pada ibu dan anak.

5.   Penyakit Kuning

Beberapa inkubator dilengkapi dengan lampu khusus untuk membantu mengurangi penyakit kuning yang menyebabkan menguningnya kulit dan mata bayi. Penyakit kuning pada bayi baru lahir umum terjadi dan dapat terjadi ketika bayi memiliki kadar bilirubin yang tinggi, pigmen kuning yang diproduksi saat ada kerusakan pada sel darah merah.

6.   Kelahiran dengan Bobot Rendah

Meskipun bayi terlahir normal dan tidak prematur, jika mereka sangat kecil karena lahir dengan bobot yang rendah, bayi tersebut mungkin tidak dapat mempertahankan suhu hangat tanpa bantuan tambahan dari inkubator.

Selain itu, bayi yang sangat kecil mungkin bermasalah dengan banyak fungsi vital seperti yang dialami oleh bayi prematur. Oleh karena itu inkubator bayi dibutuhkan agar bayi mendapatkan manfaat dari oksigen ekstra dan lingkungan yang terkontrol dengan baik.

7.   Pemulihan Pasca Operasi

Ketika bayi membutuhkan operasi karena ada permasalahan khusus, mereka akan membutuhkan pemantauan lebih lanjut dan lingkungan yang terkontrol. Hal ini dapat diperoleh dari inkubator bayi.

Itu adalah kondisi-kondisi umum di mana bayi biasanya membutuhkan inkubator untuk meningkatkan harapan hidupnya. Namun, penggunaan inkubator bayi tidak bisa sembarangan dan membutuhkan observasi dari dokter profesional.

Sekali lagi, tidak ada ibu yang berharap anaknya akan masuk dalam inkubator untuk beberapa saat. Oleh sebab itu, rutin berkonsultasi dengan dokter selama masa kehamilan sangat membantu untuk menjaga kesehatan ibu dan anak.

Jenis-Jenis Inkubator

Ada berbagai jenis inkubator yang tersedia di ruangan NICU untuk kebutuhan bayi
Ada berbagai jenis inkubator yang tersedia di ruangan NICU untuk kebutuhan bayi

Seperti yang sudah dibahas, permasalahan pada bayi yang membutuhkan inkubator sangat beragam. Inkubator juga tersedia dalam beberapa jenis untuk mengakomodasi kebutuhan bayi sesuai dengan permasalahannya.

Pada umumnya, terdapat lima inkubator yang tersedia di NICU:

  • Inkubator kotak tertutup. Inkubator jenis ini memiliki sistem penyaringan udara segar yang meminimalkan risiko infeksi dan mencegah hilangnya kelembaban udara.
  • Inkubator berdinding ganda. Jenis ini biasanya dibutuhkan oleh bayi mengalami masalah lanjut. Dua dinding ini bertugas untuk mensterilkan bayi dari kuman serta menjaga suhu, kadar oksigen dan kelembaban udara.
  • Inkubator otomatis. Inkubator ini diprogram secara otomatis untuk menyesuaikan suhu dan tingkat kelembaban berdasarkan sensor kulit yang dipasang pada bayi.
  • Inkubator kotak terbuka. Juga dikenal sebagai inkubator Armstrong, memberikan pancaran panas di bawah bayi tetapi kotaknya terbuka agar udara segar bisa masuk.
  • Inkubator portable. Juga dikenal sebagai inkubator transportasi, digunakan untuk memindahkan bayi baru lahir dari satu bagian rumah sakit ke bagian lain.

Suhu inkubator dapat bervariasi berdasarkan usia kelahiran, keadaan fungsional paru-paru bayi, dan komplikasi kesehatan lainnya. Secara umum, NICU memiliki suhu 27 hingga 30 derajat Celcius, sedangkan inkubator biasanya diatur agar bayi dapat mempertahankan suhu tubuh antara 35 hingga 37 derajat Celcius.

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Tips Untuk Program Hamil Anak Kembar Yang Ampuh, Apa Ada?
Mengenal Donor Sperma: Prosedur, Risiko dan Hukumnya di Indonesia
Program Bayi Tabung: Sejarah, Prosedur, Risiko Hingga Perkiraan Biaya
Ciri Bayi Tidak Cocok Susu Formula dan Mengantisipasinya
Ketahui Suhu Normal Bayi dan Cara Mengukurnya
Berbagai Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Itulah informasi yang dikumpulkan oleh tim Ngovee seputar inkubator bayi yang dibutuhkan ketika ada permasalahan pada bayi yang baru lahir.

Ingin mengetahui informasi kesehatan terpercaya? Daftarkan email Anda di Ngovee. Untuk mendapatkan suplemen dan vitamin spesial buat Anda, unduh aplikasi Jovee. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Penulis: Fadhel Yafie

Referensi:

American Journal of Human Biology (2009) | Body Composition and Its Components in Preterm and Term Newborns: a Cross‐Sectional, Multimodal Investigation

Healthline (2020) | Incubators for Babies: Why They’re Used and How They Work

Science Direct (2018) | Application of Combined Materials for Baby Incubator

Verywell Family (2020) | How an Incubator Works in the NICU