Memahami Bayi Prematur: Penyebab dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Denny Archiando

Pada umumnya, bayi normal lahir pada usia kehamilan antara 37 – 40 minggu. Itu adalah usia kehamilan yang sempurna terhadap pertumbuhan bayi di dalam rahim. Bayi yang lahir di bawah usia kehamilan itu disebut sebagai bayi prematur atau kelahiran prematur. Karena lahir terlalu cepat, tumbuh kembang bayi prematur juga belum sempurna.

Bayi prematur pun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi penyakit. Beberapa di antaranya seperti gangguan pernapasan, gangguan pencernaan, gangguan kekebalan tubuh hingga gangguan lainnya yang disebabkan belum sempurnanya organ-organ vital. Bahkan, tanpa intervensi medis, bayi prematur bisa meninggal beberapa saat setelah lahir.

Namun, berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan, saat ini persentase bayi prematur untuk selamat dan bertahan hidup menjadi cukup tinggi. 90 persen bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 33 minggu bisa selamat dan pulang bersama orang tuanya. Tentu saja dengan bantuan medis.

Ketersediaan alat penghangat, Neonatal Intensive Care Unit (NICU), tabung inkubator bayi di rumah sakit sangat membantu untuk bayi prematur. Kelahiran prematur membuat mereka belum siap untuk bertahan hidup di luar rahim ibunya.

Oleh karena itu, perawatan bayi prematur biasanya menyesuaikan lingkungannya dengan kondisi di dalam rahim. Baik itu dari temperaturnya, udaranya, kadar oksigen, makanannya dan lain sebagainya.

Meskipun persentase keselamatan bayi prematur saat ini tinggi, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi prematur memiliki kemungkinan lebih tinggi terserang berbagai macam penyakit setelahnya.

Seperti Apa Bayi Prematur?

Bayi yang lahir pada usia 36 – 37 minggu biasanya terlihat sebagai bayi yang sudah sempurna, meskipun terkadang ukurannya agak kecil. Nah, bayi prematur biasanya memiliki tubuh yang sangat kecil (mungkin pas di tangan kamu) dan terlihat sangat rapuh.

Nah, berikut beberapa ciri bayi prematur yang bisa terlihat secara fisik:

  • Kulit: Mungkin belum berkembang sepenuhnya. Tampak kekuning-kuningan, tampak berkilau, kering atau bahkan bersisik. Bayi prematur mungkin tidak memiliki lemak di bawah kulitnya sehingga kesulitan menjaga tubuhnya tetap hangat.
  • Mata: Kelopak mata bayi yang sangat prematur mungkin akan menyatu pada awalnya. Mereka akan sulit untuk membuka matanya.
  • Organ vital yang belum sempurna: Bayi yang lahir belum mencapai usianya juga belum memiliki organ tubuh yang sempurna. Konsekuensinya adalah mereka memiliki beberapa gangguan, mulai dari pernapasan, pencernaan, sulit mengatur suhu tubuh dan lain sebagainya.
  • Rambut: Mungkin bayi prematur masih tetap memiliki rambut di bagian kepalanya, hanya saja jumlahnya sangat sedikit jika dibandingkan bayi normal. Rambut tersebut juga lebih menyerupai bulu halus.
  • Alat kelamin: Alat kelamin bayi prematur mungkin sangat kecil dibandingkan bayi normal karena belum berkembang secara sempurna.

Itu adalah ciri-ciri paling umum yang biasanya tampak pada bayi prematur. Namun, setiap bayi mungkin memiliki perbedaan unik sehingga tidak memunculkan ciri-ciri di atas.

Masalah Kesehatan pada Bayi Prematur

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bayi prematur memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kesehatan yang disebabkan oleh ketidaksempurnaan organ-organ tubuh bayi. Kita harus berterima kasih pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang membantu bayi prematur tetap hidup dan tumbuh selayaknya bayi normal.

Berikut adalah beberapa komplikasi kesehatan yang sering terjadi pada bayi yang terlahir prematur pada masa-masa awal kelahirannya:

1. Penyakit Kuning

Gejala paling umum dari bayi prematur adalah penyakit kuning. Dalam kondisi ini, hati tidak dapat mengeluarkan bilirubin dari tubuh. Zat ini diproduksi selama kerusakan normal sel darah merah. Akibatnya, bilirubin terakumulasi dalam darah bayi dan menyebar ke jaringan lainnya. Karena bilirubin berwarna kekuningan, maka warna kulit bayi menjadi kekuningan.

Penyakit kuning biasanya bukan masalah serius. Namun jika kadar bilirubin terlalu tinggi dapat menyebabkan bayi keracunan bilirubin. Zat tersebut kemudian dapat menumpuk di otak dan menyebabkan kerusakan otak.

Penyakit kuning dapat diatasi dengan perawatan di NICU. Phototherapy merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengatasi penyakit kuning. Bayi akan disinari oleh cahaya khusus. Cahaya ini membantu memecah bilirubin menjadi zat yang lebih mudah dicerna oleh tubuh.

Penggunaan phototherapy dilakukan kurang dari satu minggu. Setelah itu, biasanya kondisi hati sudah cukup matang untuk memecahkan bilirubin dengan sendirinya.

2. Masalah Ginjal

Ginjal bayi biasanya cukup sempurna setelah lahir, tetapi masalah keseimbangan cairan, garam, dan masalah buang air dalam tubuh dapat terjadi selama empat hingga lima hari pertama kehidupan. Hal ini terutama terjadi pada bayi yang lahir kurang dari 28 minggu. Selama masa ini, ginjal bayi mungkin mengalami kesulitan:

  • Menyaring limbah dari darah
  • Membuang limbah tanpa mengeluarkan cairan berlebih
  • Memproduksi urin

Karena berpotensi menimbulkan masalah ginjal, dokter NICU mencatat dengan cermat jumlah urin yang diproduksi bayi. Mereka juga dapat menguji darah untuk kadar kalium, urea, dan kreatinin. Dokter juga harus waspada saat memberikan obat, terutama antibiotik. Mereka perlu memastikan bahwa obat-obatan tersebut dikeluarkan dari tubuh.

Jika timbul masalah pada fungsi ginjal, dokter mungkin perlu membatasi asupan cairan bayi atau memberikan lebih banyak cairan agar zat dalam darah tidak terkonsentrasi secara berlebihan.

3. Infeksi

Bayi yang terlahir prematur berkemungkinan lebih tinggi mengalami infeksi di beberapa bagian tubuh. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh dari bayi prematur yang belum sempurna sehingga rentan terinfeksi oleh kuman-kuman yang ada di luar rahim.

Oleh karena itu, bayi yang menunjukkan tanda-tanda infeksi harus segera diletakkan dalam inkubator bayi agar lingkungannya bisa disterilisasi. Dokter biasanya akan mengambil sampel urin dan darah untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium.

Jika bayi terbukti memiliki infeksi, mereka mungkin akan diberikan perawatan dengan antibiotik, memasukkan cairan melalui infus hingga menggunakan ventilator untuk membantu pernapasan bayi. Semakin cepat bayi ditangani, semakin besar kemungkinannya untuk sembuh melawan infeksi.

4. Masalah Pernapasan

Masalah pernapasan pada bayi prematur disebabkan oleh sistem pernapasan yang belum matang. Paru-paru yang belum matang pada bayi prematur seringkali kekurangan surfaktan. Zat ini adalah cairan yang melapisi bagian dalam paru-paru dan membantu membuatnya tetap terbuka.

Tanpa surfaktan, paru-paru bayi prematur tidak dapat mengembang dan berkontraksi secara normal. Hal ini meningkatkan risiko sindrom gangguan pernapasan.

Tidak ada cara lain untuk menangani masalah pencernaan bayi selain menggunakan ventilator. Alat ini dapat memasok oksigen yang cukup ke dalam paru-paru sehingga pernapasan dapat kembali normal. Namun, penggunaan ventilator dalam jangka waktu yang lama dapat merusak paru-paru. Dokter juga dapat menggunakan obat diuretik dan obat hirup untuk membantu pernapasan pada bayi.

5. Masalah Jantung

Kondisi jantung paling umum yang mempengaruhi bayi prematur disebut apatent ductus arteriosus (PDA). Duktus arteriosus adalah bukaan antara dua pembuluh darah utama jantung. Pada bayi prematur, duktus arteriosus mungkin tetap terbuka (paten) bukannya menutup sebagaimana mestinya segera setelah lahir.

Jika itu terjadi, hal ini dapat menyebabkan darah ekstra dipompa melalui paru-paru pada hari-hari pertama kehidupan. Cairan bisa menumpuk di paru-paru, dan gagal jantung bisa berkembang.

Bayi dapat diobati dengan obat indometasin, yang menyebabkan duktus arteriosus menutup. Jika duktus arteriosus tetap terbuka dan bergejala,akan dilakukan operasi untuk menutup saluran.

6. Masalah Otak

Bayi prematur kemungkinan mengalami pendarahan intraventrikular, yaitu pendarahan di otak. Pendarahan ringan biasanya tidak menyebabkan cedera otak permanen. Namun, pendarahan hebat dapat menyebabkan cedera otak permanen.

Ini adalah permasalah yang paling dikhawatirkan banyak orang tua. Masalah otak pada bayi prematur sering kali bertahan hingga dewasa dan menyebabkan gangguan perkembangan, baik itu fungsi kognitif dan motorik bayi.

Perawatan untuk masalah otak dapat berkisar dari pengobatan dan terapi hingga pembedahan, tergantung pada tingkat keparahan masalahnya.

Nah, itulah masalah-masalah kesehatan pada bayi prematur yang sering terjadi. Tapi, jangan khawatir 90 persen bayi prematur dapat sehat dan pulang bersama orang tuanya. Yang perlu dicatat jika kamu memiliki anak yang lahir secara prematur, sebaiknya lakukan pemeriksaan berkala untuk memantau kondisi kesehatannya.

Ada beberapa penelitian jangka panjang yang mengatakan bahwa kelahiran prematur berpotensi menyebabkan masalah kesehatan dalam waktu yang lama.

Penyebab Kelahiran Prematur

Penyebab kelahiran prematur sering kali sulit untuk diidentifikasi. Ada banyak sekali faktor yang dapat memicu terjadinya kelahiran secara prematur. Di antaranya faktor internal seperti penyakit bawaan ibu:

  • Diabetes
  • Gangguan Jantung
  • Gangguan Ginjal
  • Tekanan Darah Tinggi

Ini adalah empat penyakit bawaan ibu yang sering kali dikaitkan dengan kelahiran bayi prematur. Namun, ada beberapa faktor yang memicu kelahiran secara prematur tanpa penyakit bawaaan. Ini adalah faktor eksternal saat hamil:

  • Usia (kurang dari 17 tahun atau lebih dari 35 tahun)
  • Kurang asupan nutrisi
  • Merokok
  • Minum alkohol secara berlebihan
  • Mengkonsumsi obat-obatan terlarang
  • Infeksi tertentu seperti infeksi saluran kemih dan selaput ketuban
  • Pernah melahirkan secara prematur sebelumnya
  • Pembukaan serviks yang lemah sejak awal
  • Mengandung bayi kembar

Mencegah Kelahiran Secara Prematur

Rutin melakukan kontrol dengan dokter kandungan juga dapat mengurangi risiko kelahiran secara prematur. Dokter akan memantau kondisi bayi dan memberikan rekomendasi yang terbaik sesuai dengan kondisi ibu dan bayi yang dikandungnya.

Berikut adalah beberapa rekomendasi yang bisa dilakukan ibu hamil untuk mencegah kelahiran secara prematur:

1. Mengkonsumsi Makanan Sehat

Asupan nutrisi merupakan salah satu faktor terpenting untuk kesehatan secara umum. Nah, saat sedang hamil, bukan hanya ibu yang membutuhkan asupan nutrisi, tetapi juga bayi yang sedang dikandung.

Oleh karena itu direkomendasikan untuk mengkonsumsi makanan sehat seperti makanan tinggi protein, sayur-sayuran dan buah-buahan. Menambah suplemen asam folat dan kalsium juga sangat direkomendasikan untuk ibu hamil.

2. Minum Banyak Air Setiap Hari

Seperti yang sudah biasa dikenal, asupan air yang cukup adalah delapan gelas per hari. Namun, kamu membutuhkan lebih dari itu jika kamu berolahraga.

3. Berhenti Merokok

Rokok mengandung banyak sekali zat kimia yang dapat mengganggu kesehatan, termasuk juga kesehatan buah hati di dalam kandungan. Oleh karena itu, berhenti merokok boleh dibilang wajib untuk wanita hamil yang ingin kandungannya sehat. Berhenti merokok adalah rekomendasi kesehatan secara umum.

4. Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Untuk mencegah kelahiran secara prematur, ibu hamil sebaiknya menghindari pola hidup yang tidak sehat dan mulai mengganti dengan gaya hidup lebih sehat seperti rajin berolahraga, mengkonsumsi makanan-makanan dengan kandungan nutrisi yang sehat, mendapatkan istirahat yang cukup dan lain sebagainya.

Ya, itulah beberapa informasi seputar bayi prematur yang bisa kami kumpulkan. Penasaran dengan tips dan trik kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Penulis: Fadhel Yafie

Referensi:

Healthline (2016) | Premature Birth Complications

Healthline (2016) | Premature Infant

National Institute of Health (2013) | Born Too Soon: Care for the Preterm Baby

Pregnancy Birth and Baby | Premature Baby

The National Academies of Sciences Engineering Medicine (2017) | Preterm Birth: Causes, Consequences and Prevention