Mengenal Benzodiazepine, Obat Penenang Yang Terlarang ?
Falla Adinda, dr

Latest posts by Falla Adinda, dr (see all)

Terdapat beberapa jenis obat penenang yang termasuk dalam kategori obat terlarang, salah satunya adalah Benzodiazepine. Jika digunakan dalam jangka pendek, benzodiazepine tergolong aman dan efektif. Namun, jika digunakan dalam jangka panjang, benzodiazepine dapat memberikan dampak negatif. 

Yuk simak apa saja efek samping penggunaan benzodiazepine. 

Benzodiazepine 

Benzodiazepine adalah obat penenang yang digunakan untuk membantu merawat penderita gangguan kecemasan dan insomnia. Benzodiazepines memiliki kualitas yang dapat mengurangi rasa cemas dan kejang-kejang, menenangkan otot, dan membuat tidur. 

Dokter biasanya menggunakan benzodiazepine untuk jangka waktu yang pendek, seperti ketika hendak operasi atau meresepkannya selama kurang dari dua minggu untuk orang-orang dengan gangguan tidur. Benzodiazepine termasuk golongan IV narkotika. 

Macam-macam Benzodiazepines 

Terdapat beberapa macam benzodiazepines yaitu: 

● Alprazolam / Xanax 

● Chlordiazepoxide / Librium 

● Clorazepate / Tranxene 

● Diazepam / Valium 

● Estazolam 

● Flurazepam / Dalmane 

● Oxazepam 

● Temazepam / Restoril 

● Triazolam / Apo-triazo 

Ketika digunakan dalam jangka panjang, orang yang mengonsumsi obat ini dapat menjadi ketergantungan. Penggunaan benzodiazepine yang berlebihan atau tidak diatur sesuai dosis dapat menyebabkan overdosis benzodiazepine. Penggunaan obat ini juga harus sangat diawasi, karena mencampur obat ini dengan alkohol atau senyawa lain dapat berakhir fatal yaitu kematian. 

Cara Kerja Benzodiazepines 

Mengaktifkan senyawa kimia di otak. Benzodiazepines efektif untuk membantu mengobati penyakit atau gangguan syaraf dan psikologikal, karena cara kerjanya yang dapat mengaktifkan senyawa kimia di otak yang memicu stres dan reaksi gangguan kecemasan. 

Manfaat Medis Benzodiazepines

Gangguan yang dapat dibantu oleh Benzodiazepines: 

Insomnia 

Benzodiazepines digunakan untuk membantu mengobati insomnia. Namun pengobatan benzodiazepines hanya bisa digunakan untuk jangka pendek, karena dapat menyebabkan ketergantungan. 

Gangguan Kecemasan 

Gangguan kecemasan juga bisa dibantu oleh penggunaan benzodiazepines selama sekitar 1 bulan. 

Kejang 

Kejang-kejang juga dapat dicegah oleh benzodiazepines 

Ketergantungan Alkohol 

Orang dengan ketergantungan alkohol biasa mengonsumsi benzodiazepine dari dokter berupa obat dengan nama dagang chlodiazepoxide dan diazepam. Obat ini dapat membantu orang dengan ketergantungan alkohol membuang racun keluar dari sistem. 

Serangan Panik 

Serangan panik dapat diobati dengan benzodiazepine, tapi tidak untuk gangguan panik. 

Jika penggunaan benzodiazepines disalahgunakan, maka terdapat efek buruk terhadap kesehatan. 

Efek Samping Benzodiazepines 

Masalah timbul ketika pasien mengonsumsi benzodiazepines diatas dosis yang dianjurkan, atau ketika digunakan dalam jangka panjang. Karena selain dapat menimbulkan adiksi dan ketergantungan, benzodiazepines memberikan efek samping yang buruk terhadap tubuh yaitu: Pusing, sakit kepala, mengantuk, koordinasi tubuh yang buruk dan perasaan depresi. 

Selain itu pada beberapa kasus, penggunaan benzodiazepines yang berlebihan menyebabkan pusing, konstipasi, mual, disfungsi seksual, masalah pernapasan, masalah penglihatan dan konsentrasi. 

Terkadang terdapat hasil yang tidak diharapkan dari obat ini untuk orang yang memang tidak cocok mengonsumsi benzodiazepine. Bukannya menjadi obat yang dapat menenangkan, benzodiazepine dapat membuat pasiennya merasa cemas, gelisah, menimbulkan halusinasi dan sulit tidur. 

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Cara Cepat Hamil Hanya Dalam 1 Bulan
Cara Menghitung Usia Kehamilan
8 Fakta dan Mitos Tentang Ibu Hamil

Gejala Overdosis Benzodiazepine 

Tanda-tanda seseorang overdosis benzodiazepine adalah omongan menjadi tidak beraturan, kesulitan berjalan dan menjaga keseimbangan hingga mengalami depresi. Selain itu bola mata membesar, denyut nadi tidak beraturan, serta gangguan pernapasan. Reaksi tubuh setiap orang terhadap obat ini berbeda-beda. 

Namun untuk memastikannya, kamu bisa datang ke rumah sakit untuk mendapat pemeriksaan berupa denyut jantung, tekanan darah, dan oksimetri yang dapat mengukur kadar oksigen dalam aliran darah. Selain itu tes urin, tes darah, dan ECG juga dapat dilakukan untuk melihat apakah kamu mengalami overdosis. 

Jadi itulah beberapa fakta medis mengenai benzodiazepine, dan efek sampingnya ketika seseorang menggunakannya diluar kadar yang direkomendasikan. Walau memiliki manfaat medis, penyalahgunaan obat ini dapat beresiko fatal.

Obat-obatan seperti benzodiazepines hanya bisa didapat menggunakan resep dokter spesialis kejiwaan dan tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan. Bila memang kamu harus mengkonsumsi obat ini maka harus selalu atas pengawasan dokter. Dilarang menambah atau mengurangi resep tanpa instruksi dokter.

Ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kesehatan? Simak selengkapnya di Ngovee​

Ingin hidup lebih sehat? Download Jovee untuk mendapat rekomendasi vitamin dan suplemen yang sesuai pola hidupmu.

Ditulis oleh: Aileen Velishya