Pahami Pemeriksaan Laju Endap Darah Dan Fungsinya

Ditinjau oleh : dr. Irma Lidia
Saat melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit, Anda akan diambil darahnya untuk dilakukan tes laboratorium. Salah satu tes yang dilakukan dengan sampel darah adalah tes laju endap darah. Namun, tahukan Anda apa itu tes laju endap darah? Dan apakah berbahaya jika hasil tes laju endap darah tinggi?

Apa Itu Tes Laju Endap Darah?

Laju endap darah adalah satu pemeriksaan darah atau tes hematologi yang dilakukan untuk mengukur berapa lama darah menggumpal dalam hitungan waktu. Tes ini dilakukan untuk mengetahui kecepatan atau waktu yang diperlukan oleh sel-sel darah untuk menggumpal atau mengendap di dasar tabung reaksi.

Tes laju endap darah atau disingkat sebagai LED biasanya dilakukan bersamaan dengan tes lain. Hal ini dilakukan untuk mendiagnosis atau mengetahui apakah terjadi peradangan tertentu pada pasien. Pasien hanya akan diambil sampel darahnya satu kali yang kemudian akan dilakukan beberapa tes disaat bersamaan dengan sampel darah tersebut.

Kondisi untuk dilakukan Tes Laju Endap Darah

Tidak semua kondisi ataupun penyakit memerlukan tes LED, sehingga tes LED hanya dilakukan pada kondisi tertentu. Beberapa kondisi berikut memerlukan tes LED untuk mengetahui gejala dari peradangan yang dapat dialami oleh pasien:

  • Nyeri sendi atau kaku pada sendi dalam kurun waktu lama, seperti 30 menit setiap pagi hari
  • Nyeri di bahu, leher, dan area panggul
  • Sakit kepala yang tak kunjung sembuh terutama pada bagian yang berhubungan dengan nyeri bahu
  • Kehilangan selera makan
  • Berat badan berkurang secara drastis

Laju endap darah tinggi dapat menjadi indikasi dari penyakit serius. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila mendapati hasil tes LED yang sangat tinggi. Dokter akan menyarankan beberapa tindakan untuk mengatasi penyebab dari tingginya laju endap darah dalam tubuh Anda.

Kondisi yang Dapat Berpengaruh Pada LED

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi laju endap darah di dalam tubuh, beberapa kondisi dapat mempengaruhi kecepatan dari pengendapan sel darah merah. Adapun kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap hasil tes dan juga ketepatan tes laju endap darah. Berikut ini beberapa kondisi yang dapat mengurangi ketepatan tes LED yang perlu diketahui:

  • Usia yang sudah lanjut atau di atas 50 tahun
  • Memiliki riwayat kolesterol tinggi
  • Kehamilan atau sedang dalam periode menstruasi
  • Riwayat gangguan ginjal
  • Berat badan berlebih atau obesitas

Selain beberapa kondisi yang telah disebutkan, laju endap darah juga dapat dipengaruhi oleh konsumsi obat-obatan tertentu. Obat-obatan yang dapat mempengaruhi LED seperti teofilin, pil KB, methyldopa, dan aspirin.

Prosedur Tes Laju Endap Darah

Sebelum melakukan tes laju endap darah, dokter akan terlebih dahulu memeriksa kondisi pasien. Apabila terdapat gejala-gejala penyakit tertentu maka dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan terhadap tes laju endap darah kepada pasien. Berikut ini tahapan dan prosedur dalam tes LED yang dilakukan:

  • Petugas medis akan membersihkan lengan pasien terlebih dahulu untuk diambil sampel darah pasien.
  • Sampel darah pasien yang telah diambil akan dimasukkan ke dalam wadah khusus.
  • Sampel darah pasien akan diberi nama pasien dan tanggal agar tidak tertukar.
  • Kemudian, sampel darah pasien akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan tes.
  • Di laboratorium, petugas ahli akan melakukan tes dengan menempatkan sampel darah pasien ke dalam tabung reaksi. Hasil tes laju endap darah tinggi pada pasien akan diketahui dalam kurun waktu kurang dari 1 jam.

Dokter Jovee, dr. Irma Lidia menambahkan, Laju Endap Darah (LED) merupakan indikator penyakit infeksi dan tingkat inflamasi yang tidak spesifik. Pemeriksaan ini tidak menunjukan dimana letak inflamasi maupun penyakitnya, karena itu untuk diagnosa penyakit dokter mungkin akan meminta tes2 yang lain sesuai keluhan dan gejala dari pasien. 

Dapatkan vitamin dengan harga terbaik hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Ngovee melalui Playstore maupun Appstore sekarang.