Psikosomatik, Ketika Stress Memicu Sakit Fisik
Dr. Fala Adinda

Stres adalah hal yang bisa terjadi pada siapa pun, dan jika dibiarkan stress memicu sakit fisik. Psikosomatik merupakan gangguan penyakit yang melibatkan tubuh dan pikiran, pikiran mempengaruhi tubuh dan penyakit menjadi bertambah parah.

Istilah gangguan psikosomatik ini dipergunakan untuk menyatakan keluhan fisik yang diduga disebabkan maupun diperparah oleh faktor mental dan psikis seperti rasa cemas dan stres. Di dalam istilah psikologi, psikosomatik adalah kondisi yang menyebabkan rasa sakit serta masalah fungsi tubuh, meskipun tak ditemukan kelainan saat pemeriksaan fisik ataupun pemeriksaan penunjang.

Bagaimana Pikiran Dapat Mempengaruhi Penyakit?

Seperti yang kita ketahui, pengaruh pikiran bisa memunculkan gejala maupun perubahan fisik seseorang. Contohnya, ketika kamu merasa cemas atau takut, tubuhmu dapat memunculkan tanda seperti jantung berdebar, denyut jantung menjadi cepat, mual dan ingin muntah. Gejala fisik ini dikarenakan oleh meningkatnya aktivitas fisik dan impuls saraf dari otak ke berbagai macam bagian tubuh.

Tak hanya itu, pelepasan zat adrenalin di dalam aliran darah juga dapat menyebabkan gejala fisik tersebut. Hingga sekarang, seperti apa persisnya pikiran bisa menyebabkan gejala tertentu serta mempengaruhi fisik seperti darah tinggi dan ruam kulit tidak diketahui dengan pasti. Namun impuls saraf menuju bagian otak bisa mempengaruhi sel tertentu di dalam sistem kekebalan tubuh sehingga dapat menyebabkan kemunculan penyakit.

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Jenis Kontrasepsi, Manakah yang Lebih Aman?
Kecanduan Gadget dan Sosial Media Terhadap Kesehatan
Tren Diet Sehat Jaman Now. Seberapa Sehat & Aman Kah?

Penyakit yang Disebabkan Oleh Psikosomatik

Dikarenakan faktor mental, gejala penyakit dapat muncul. Namun penyakit ini tidak bisa dideteksi secara fisik. Terkadang penderita psikosomatik dapat mengeluh sakit tetapi ketika diperiksa tidak ada tanda-tanda penyakit yang sesuai dengan gejalanya. Berbagai macam kondisi ini dikelompokkan ke gangguan psikosomatik. Keluhan psikosomatik kadang kala sulit dikenali, entah oleh penderitanya atau pun oleh dokter, karena tak menunjukkan gejala spesifik.

Tetapi, satu hal yang pasti, gangguan ini bisa menyebabkan permasalahan nyata untuk penderita serta orang yang berada di sekitarnya. Beberapa penyakit tertentu terbukti bisa semakin berat dengan kondisi mental yang dimiliki seseorang, contohnya penyakit tekanan darah tinggi, eksim, diabetes dan tukak lambung. Kondisi penyakit ini tak jarang akan kambuh ketika penderita mengalami cemas atau stres.

Secara fisik kondisi yang diakibatkan penyakit terlihat nyata serta dapat ditemukan saat penderita menjalani pemeriksaan fisik dan terdeteksi oleh dokter. Beda dengan psikosomatik, gejala yang muncul serta tanda kelainan fisik yang dialami penderita tak terlalu jelas serta tidak terdeteksi tim dokter. Tetapi, keluhan serta dampak gangguan ini dirasakan oleh sang pasien. Inilah yang menjadi penyebab psikosomatik sulit dideteksi.

Kenali Gejala Psikosomatik dari Sekarang

Umumnya psikosomatik dapat diartikan sebagai sebuah keluhan fisik atau penyakit yang disebabkan dan diperburuk oleh faktor mental diri seseorang. Biasanya, psikosomatik berawal dari masalah psikologis seperti depresi, stress, akut dan cemas. Faktor psikologis yang memicu kemunculan berbagai macam gejala fisik dari psikosomatik seperti:

  • Nyeri ulu hati
  • Sakit gigi
  • Sakit punggung belakang
  • Sakit kepala serta migrain
  • Jantung berdebar
  • Bernafas dengan cepat
  • Gemetar

Gejala ini muncul akibat peningkatan aktivitas fisik rangsangan atau impuls saraf dari otak ke dalam berbagai macam bagian tubuh. 

Ada pula berbagai tanda yang menandakan berbagai keluhan psikosomatik, seperti:

  • Munculnya keluhan fisik. Biasanya keluhan fisik dipicu oleh stress, kemudian menimbulkan keluhan serupa serta berulang
  • Waktu kemunculan keluhan, biasanya keluhan ini muncul ketika berada di bawah tekanan atau saat beban pikiran menjadi semakin meningkat,
  • Kekhawatiran yang muncul. Orang yang memiliki gangguan psikosomatik cenderung mempunyai keluhan fisik serta rasa cemas berlebihan.

Namun, ada hal yang harus diketahui, kondisi mental yang dialami penderita sekarang ini, bisa mempengaruhi seberapa buruk tingkat penyakit fisik yang dapat dirasakan nantinya. Dengan demikian, mengelola stress dan menjaga suasana hati dalam kehidupan sehari-hari menjadi hal yang penting, sehingga penderita tak akan merasakan gangguan psikosomatik. 

Pengobatan untuk Mengatasi Gangguan Psikosomatis

Untuk mengatasi masalah psikosomatik, pengobatan bukan berfokus pada gejala fisik saja, tetapi dilakukan dengan cara yang menyeluruh, seperti menangani faktor sosial dan mental penyebab penyakit yang dialami. Tak hanya mengatasi gejala fisik, pengidap gangguan psikosomatik harus bicara dengan psikiater sehingga memperoleh diagnosis dari berbagai macam aspek seperti tekanan lingkungan, durasi penyakit serta kepribadian pengidap.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala fisik orang yang mengalami gangguan psikosomatik seperti:

  • Mengkonsumsi obat anti depresan serta obat penghilang rasa sakit, 
  • Psikoterapi. Terapi ini dilakukan untuk membantu penderita melalui masa sulit yang sedang mereka hadapi serta mempelajari seperti apa cara untuk menyelesaikan masalah hidup,
  • Latihan relaksasi. Agar stress bisa dikurangi, latihan relaksasi bisa dilakukan. Relaksasi tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit, hal yang paling penting ialah tepat sasaran untuk mengatasi stress tersebut.

Nah, mari mulai terapkan gaya hidup sehat agar gejala psikosomatik yang mungkin timbul dapat segera dicegah dan teratasi. 

Untuk mengetahui info lebih lanjut mengenai kesehatan, kamu juga bisa mengunduh aplikasi Jovee. Jovee adalah aplikasi yang dapat merekomendasikan suplemen sesuai dengan kebutuhan personal. Aplikasi Jovee tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Diedit oleh: Aileen Velishya