Tiktok Syndrome Adalah Penyakit Modern, Benarkah Ada?

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Baru-baru ini publik dikejutkan oleh remaja yang disebut-sebut terkena tiktok syndrome. Remaja ini bergerak refleks seolah-olah sedang melakukan gaya tiktok. Tiktok syndrome adalah kondisi yang dialami seseorang dimana ia tidak bisa mengontrol gerakan tubuhnya dan terus-menerus melakukan gerakan seperti gaya tiktok. Hal ini dikenal oleh masyarakat awam dengan nama tiktok syndrome, tapi nyatanya ini adalah tourette syndrome.

Namun setelah ditelusuri, ternyata tidak ada tiktok syndrome. Jika Ada, justru gangguan ini disebut tourette syndrome. Tourette Syndrome (TS) adalah kelainan neurologis yang ditandai oleh gerakan berulang dan tidak sadar yang berulang-ulang dan vokalisasi yang disebut tics. 

Jenis Tourette Syndrome

Terdapat beberapa jenis tourette syndrome sesuai daerah anggota tubuh mana yang terserang. Berikut beberapa jenis tourette syndrome.

Tics Motorik

Tics motor adalah pergerakan tubuh di luar kontrol. Contoh-contoh tics motorik meliputi berkedip, mengangkat bahu, atau menyentak lengan.

tiktok syndrome adalah, tourette syndrome adalah
Tiktok syndrome atau tourette syndrome adalah kondisi seseorang tidak dapat mengontrol gerakan tubuhnya melakukan gerakan gaya tiktok.

Tics Vokal

Tics vokal adalah suara yang dibuat seseorang dengan suaranya. Contoh-contoh nada vokal termasuk bersenandung, berdehem, atau meneriakkan kata atau frasa. Suara ini dibuat tanpa disengaja atau diluar kontrol seseorang.

Tics Simpel

Tics sederhana hanya melibatkan beberapa bagian tubuh. Contoh-contoh tics sederhana termasuk menyipitkan mata atau mengendus.

Tics Kompleks

Tics kompleks biasanya melibatkan beberapa bagian tubuh yang berbeda dan dapat memiliki pola. Contoh dari tic yang kompleks adalah mengangguk-angguk kepala sambil menyentakkan lengan, atau melompat.

Gejala

TS merupakan gangguan motorik sederhana yang mana terjadi gerakan mendadak, singkat, dan berulang yang melibatkan sejumlah kelompok otot. Beberapa gerakan TS sederhana yang umum adalah mata berkedip atau gerakan mata lainnya, wajah meringis, bahu mengangkat, dan bahu atau kepala yang menyentak. Gangguan pada vokalisasi sederhana seperti keluar suara dari tenggorokan yang berulang dan mengendus. 

Sedangkan pada TS kompleks adalah pola gerakan yang berbeda dan terkoordinasi yang melibatkan beberapa kelompok otot. Tics motorik yang kompleks mungkin termasuk wajah meringis dengan kepala dan mengangkat bahu. TS dapat menimbulkan gerakan yang dramatis dan melumpuhkan termasuk gerakan motorik yang berakibat pada melukai diri sendiri seperti meninju diri sendiri atau tics vokal termasuk coprolalia (mengucapkan kata-kata yang tidak pantas) atau echolalia (mengulang kata-kata atau frasa orang lain). Namun, coprolalia hanya ada dengan jumlah kecil (10-15%) pada orang dengan TS.

dr. Irma Lidia, salah satu dokter Lifepack juga menambahkan bahwa penderita biasanya mulai mengalami di usia 2-15 tahun. Jumlah penderita laki-laki jumlahnya lebih banyak, yaitu 3 hingga 4 kali lebih banyak dibandingkan dengan perempuan. sindrom ini ini biasanya membaik saat dewasa.

Diagnosis

Untuk mendiagnosa tourette syndrome, tidak ada tes tunggal, seperti tes darah, untuk mendiagnosis TS. Biasanya dokter akan melihat gejala orang tersebut untuk mendiagnosis TS dan gangguan tic lainnya. TS dapat didiagnosis jika seseorang memiliki tics motorik dan vokal, dan memiliki gejala tic selama setidaknya dengan durasi satu tahun.

Itulah beberapa informasi mengenai tourette syndrome. Jika Anda merasakan gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Baca juga: 8 Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental

Daftarkan email Anda ke Ngovee untuk tetap update informasi kesehatan terpercaya. Unduh aplikasi Jovee untuk mendapatkan rekomendasi vitamin harianmu.

Ditulis oleh: Nada Karisma