Tren Diet Sehat Jaman Now. Seberapa Sehat & Aman Kah?
Dr. Fala Adinda

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Banyak orang yang menjalani diet sehat, untuk untuk mendapatkan tubuh langsing. Siapa yang tidak ingin memiliki berat badan ideal? Memiliki tubuh yang langsing dan ramping merupakan impian sebagian besar orang, terutama wanita. Sayangnya pola makan yang tidak teratur, serta konsumsi makanan yang tidak sehat menyebabkan berat badan menjadi tidak stabil dan cenderung gemuk.

Tiap tahun tren diet mengalami perubahan. Di tahun 2019 ini saja kamu bisa menemukan berbagai jenis tren diet yang digandrungi anak-anak muda. Bukan hanya sekedar tren, nyatanya melakukan beberapa diet ini bisa menurunkan berat badanmu dan membuatnya akan semakin tampak ideal.

Tren Diet yang Populer di Tahun 2019 

Di tahun 2019, tren diet lebih ditekankan pada pengurangan konsumsi karbohidrat. Selain itu tren mengonsumsi sayuran dan berbagai jenis nutrisi berbahan dasar nabati masih menjadi pilihan. Lalu apakah menjalani tren diet ini aman bagi tubuh? Apakah ada bahaya lain yang tidak diketahui ketika menjalankan diet ini?

Untuk tambahan informasi, berikut adalah beberapa jenis trend diet 2019 serta beberapa efeknya bagi kesehatan yang harus kamu ketahui.

  • Diet Keto

Diet keto merupakan salah satu tren diet yang paling populer di tahun 2019. Diet ini dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang rendah karbohidrat. Diet keto disinyalir mampu untuk menurunkan berat badan secara drastis. 

Ketika melakukan diet keto, maka kamu boleh mengonsumsi jenis makanan bergizi tinggi seperti brokoli, wortel, kacang hijau, jamur, paprika, hingga tomat. Walaupun bahan makanan ini bagus, namun pakar kesehatan tidak merekomendasikan diet keto dalam jangka panjang karena akan berdampak buruk bagi kesehatan karena asupan karbohidrat yang diperoleh sangat sedikit.

  • Diet Protein Nabati

Diet selanjutnya yang sedang tren pada tahun 2019 adalah diet protein nabati. Jika kamu akan melakukan diet ini, maka kamu harus banyak mengonsumsi berbagai bahan makanan protein nabati seperti kacang kedelai, pasta kacang, serta berbagai jenis sayuran hijau, alpukat, dan juga kangkung. Diet protein nabati hampir sama seperti diet vegan karena kamu tidak mengonsumsi makanan protein hewani.

  • Diet Vegan

Diet vegan merupakan salah satu jenis diet yang sedang tren dikalangan anak muda dimana mereka hanya mengonsumsi makanan dengan bahan dasar sayuran dan sama sekali tidak mengonsumsi daging. 

Untuk mendapatkan asupan protein dan lemak, biasanya mereka mengganti daging dan telur dengan bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan dengan kandungan protein dan lemak nabati tinggi.

Walaupun melakukan diet vegan sangat bagus untuk menurunkan dan melangsingkan badan, namun para ahli juga tidak merekomendasikan untuk melakukan diet ini terlalu lama karena orang yang menjalaninya akan sulit mendapatkan energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

  • Diet Mayo

Diet mayo merupakan salah satu tren diet dimana kamu tidak mengonsumsi makanan yang digoreng. Jadi semua jenis makanan yang dimakan diolah dengan cara dikukus atau direbus. Porsi dan pola makan diet mayo diatur dalam kurun waktu 13 hari.

Diet mayo ini termasuk kedalam jenis diet sehat. Namun untuk mengimbangi asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, kamu juga harus mengimbanginya dengan mengonsumsi protein dari daging, buah, dan juga sayuran.

  • Diet Green Coffee

Green coffee merupakan salah satu jenis kopi yang mengandung antioksidan yang tinggi dan sangat bagus untuk menangkal radikal bebas. Oleh karena itu tak heran jika mengonsumsinya secara rutin mampu menurunkan berat badan. 

Namun diet green coffee ini juga tidak bisa dilakukan secara berkepanjangan karena konsumsi kopi secara terus menerus mampu meningkatkan kadar kafein di dalam tubuh yang tentunya akan sangat berbahaya.

Apakah Tren Diet Sehat Aman Bagi Tubuh?

Secara umum melakukan tren diet kekinian aman bagi tubuh jika dilakukan dengan benar dan tidak berlebihan atau berkepanjangan. Hal ini dikarenakan jenis makanan yang kamu konsumsi termasuk kedalam jenis makanan sehat. Namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa tren diet ini tidak boleh dilakukan berkepanjangan dan harus dihentikan ketika berat badanmu sudah berada pada batasan normal.

Hal ini dikarenakan tubuh juga membutuhkan asupan dari bahan-bahan lain yang kamu hindari selama diet, misalnya saja protein hewani yang berasal dari daging atau lain sebagainya. Oleh karena itu sebelum melakukan diet kamu harus berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui kadar asupan makanan normal yang harus kamu konsumsi selama diet.

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Manfaat Vitamin D Untuk Kesehatan Mental
Fakta Penyakit HIV di Indonesia, Penderita & Pencegahannya
Cegah Kanker Payudara dengan 8 Hal Ini

Melakukan diet memang sangat bagus, namun diet ekstrem justru akan sangat membahayakan tubuh. Terlebih jika kamu memiliki riwayat penyakit atau alergi tertentu. Itulah mengapa kamu harus berkonsultasi kepada dokter untuk menentukan batasan diet tepat yang harus dilakukan.

Sebagai ganti setelah melakukan diet, kamu harus tetap mempertahankan pola makan sehat dan seimbang dan hindari berbagai jenis makanan berlemak yang dapat memicu obesitas pada tubuh. Oleh karena itu jangan khawatir ketika melakukan tren diet. Selama asupan nutrisi tubuh terpenuhi dan sesuai dengan anjuran dan saran dokter, maka tren diet 2019 tetap aman untuk dijalani.

Apapun jenis diet yang nantinya kamu pilih, patut diingat bahwa segala yang berlebihan itu tidak baik. Yang membuat berat badan turun adalah defisit kalori. Jadi apapun yang kamu makan harus bisa memenuhi kebutuhan makro dan mikro nutrien.

Untuk membantu kamu dalam memenuhi nutrisi harian, kamu bisa mengkonsumsi vitamin dan suplemen. Dengan Jovee kamu dapat melihat rekomendasi suplemen sesuai dengan kebutuhan personalmu. Unduh aplikasi Jovee di Playstore dan Appstore. 

Diedit oleh: Aileen Velishya