Waspada, Inilah Daftar Makanan Pantangan bagi Penderita Darah Tinggi

Ditinjau oleh: Kelvin Halim, S. Gz.

Penyakit darah tinggi merupakan salah satu penyakit kronis yang ditandai dengan tekanan darah sistolik sama dengan atau bahkan diatas 130 mmHg, sementara tekanan darah diastolik sama dengan atau diatas 80 mmHg. Seseorang yang menderita penyakit ini, pada umumnya sering dianjurkan oleh dokter untuk memilah dan memilih asupan nutrisi yang dikonsumsi. Pasalnya, apabila penderita darah tinggi asal-asalan mengonsumsi makanan akan menyebabkan kenaikan tekanan darah. 

Parahnya, jika hipertensi tidak terkontrol akan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan yang lebih serius seperti serangan jantung dan stroke. Oleh karena itu, untuk mencegah kenaikan darah terjadi, penderita harus menjaga diri dari konsumsi makanan pantangan berikut ini.

Makanan yang Harus Dihindari oleh Penderita Darah Tinggi

Sebelumnya, ketahui dulu bahwa hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah makanan. Rumor yang sering kita dengar adalah asupan tinggi garam. Memang benar, berdasarkan pernyataan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), asupan garam dalam sehari dibatasi kurang dari 5 gram atau kurang dari 1 sendok teh bagi penderita tekanan darah tinggi. 

Mengapa garam menjadi salah satu makanan pantangan darah tinggi? Hal ini karena garam mengandung natrium yang berpengaruh besar terhadap tekanan darah supaya tetap terkontrol. Nah, apabila seorang penderita darah tinggi mengonsumsi garam berlebih, natrium dalam darah juga akan meningkat. Sementara, natrium bersifat menarik cairan sehingga volume darah meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan tekanan darah. Beberapa makanan tinggi natrium selain garam dapur adalah pizza beku, mie instan, sup kalengan, tomat kalengan,  daging deli, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya berfokus pada garam saja, penderita darah tinggi tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan pantangan dibawah ini.

Daging dalam Kemasan (Processed Meat)

Salah satu makanan pantangan darah tinggi adalah daging dalam kemasan (processed meat) seperti sosis. Tentu, makanan ini sering kali dikonsumsi oleh anak-anak bahkan orang dewasa. Sosis juga dapat disajikan dalam berbagai jenis masakan menarik dan dikombinasikan dengan menu lainnya. Tak heran jika banyak orang menyukainya. 

Namun, perlu Anda sadari bahwa daging yang sudah diproses dan disimpan dalam kemasan ini merupakan makanan pantangan bagi penderita darah tinggi paling utama. Sebab, produk ini memiliki kandungan natrium yang tinggi. Garam biasanya akan ditambahkan saat daging diproses. Memang benar jika Anda disarankan untuk mengonsumsi daging sebagai sumber protein sehat. Namun, pastikan jika daging yang dikonsumsi tersebut segar, bukan dalam kemasan.

Makanan yang Dibekukan (Frozen Food)

Jangan terkejut dulu ketika mendengar bahwa frozen food masuk dalam kategori makanan pantangan bagi penderita darah tinggi. Sebab, tidak semua frozen food, “haram” bagi penderita darah tinggi. Ya, frozen food yang tidak boleh dikonsumsi bagi penderita hipertensi adalah yang mengandung natrium tinggi. Misalnya saja pizza karena terdapat sekitar 700 mg natrium dalam satu potongnya. Perlu Anda tahu, selain sebagai penambah rasa, natrium ini juga berguna sebagai pengawet pada frozen food. 

Kulit Ayam

Apakah yang paling nikmat dari daging ayam? Sebagian besar orang pasti mengaku bagian kulit ayamlah yang paling nikmat. Apalagi jika diolah menjadi crunchy crunch yang kriuk dan gurih. Namun, patut Anda sadari bahwa kenikmatan dalam kulit ayam merupakan bagian yang tak menyehatkan dari ayam. Ya, kulit ayam mengandung kolesterol yang sangat tinggi. Bahkan, dalam pengolahannya pun seringkali ditambahkan banyak garam yang tidak baik bagi penderita darah tinggi.

Ikan Asin

Dari namanya saja sudah jelas bahwa ikan asin pasti banyak ditaburi garam. Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit darah tinggi harus menghindari ikan asin. Jangan konsumsi ikan asin terlalu sering dan dalam jumlah yang banyak. Jika sudah tidak dapat menahannya, cukup makan satu kali dalam 1-2 bulan. Namun, usahakan untuk tidak mengombinasikannya dengan makanan lain dengan garam yang tinggi. 

Kopi

Bagi kaum yang gemar lembur untuk bekerja atau mengerjakan tugas di malam hari, kopi adalah sajian minuman yang wajib ada. Namun, jika Anda memiliki penyakit hipertensi atau pre hipertensi, sebaiknya mulailah untuk menghindari kopi sekarang juga. Pasalnya, secangkir kopi dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah sementara. Beda lagi jika Anda memiliki kebiasaan minum kopi, hal ini bisa menjadi penyebab utama darah tinggi. Tidak hanya kopi, minuman berkafein lain juga dapat meningkatkan tekanan darah tinggi, termasuk teh berkafein dan minuman soda. 

Makanan Tinggi Lemak dan Digoreng

Makanan tinggi lemak apalagi digoreng atau deep-fried memang sangat menggiurkan, apalagi menambah rasa gurih dan meningkatkan rasa makanan. Namun, makanan seperti gorengan, makanan yang digoreng lama mengandung lemak yang sangat tinggi sehingga dapat meningkatkan lemak dalam tubuh dan pembuluh darah. 

Hal ini dapat menyebabkan lemak dapat menyangkut dalam pembuluh darah dan menghambat darah mengalir dari dan ke seluruh tubuh dan jantung, sehingga semakin meningkatkan angka tekanan darah. Bila dibiarkan, aliran darah akan terhambat dan menyebabkan stroke dan serangan jantung. Makanya, makanan tinggi lemak pantang dan dibatasi bagi orang penderita hipertensi.

Alkohol

Alkohol sangat tidak baik untuk dikonsumsi. Tidak hanya menyebabkan tekanan darah meningkat, tapi juga merusak pembuluh darah dan risiko komplikasi lebih lanjut.

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Diakui, Inilah Manfaat Tempe untuk Atasi Stroke
9 Makanan Ibu Menyusui yang Mempengaruhi Kecerdasan Bayi
Manfaat dan Sumber Vitamin C untuk Tangkal Virus
Manfaat Vitamin B12, 5 Alasan Mengapa Harus Konsumsi
7 Makanan yang Bagus untuk Jantung Lemah
7 Cara Tetap Hidup Sehat Meski Di Rumah Aja
Efek Bahaya Alkohol Pada Imunitas Tubuh Dan Cara Mengatasinya

Selain menyingkirkan daftar makanan pantangan di atas, penderita hipertensi dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sehat berupa sayur dan buah yang memenuhi 50% makanan dalam sehari. Pasalnya, kandungan kalium dalam sayur dan buah mampu mengurangi efek dari natrium dalam tubuh. Plus, olahraga yang rutin ya!

Yuk, mulai budayakan hidup sehat dari sekarang! Ingin mengetahui info kesehatan terpercaya? Daftarkan email anda di Ngovee. Untuk mendapatkan suplemen dan vitamin spesial buat anda, unduh aplikasi Jovee. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store