Waspadai Benjolan Di Belakang Kepala

Ditinjau oleh : dr. Irma Lidia
Kepala merupakan salah satu anggota tubuh yang sangat rentan apabila terkena benturan. Sebab tengkorak kepala hanya dilapisi oleh tulang pipih yang tipis sehingga apabila terkena benturan keras dapat mempengaruhi organ otak dan cedera parah. Benjolan di kepala belakang harus diwaspadai dan dicari penyebabnya agar dapat ditangani dengan baik.

Penyebab Benjolan Di Kepala Bagian Belakang

Beberapa faktor dapat menjadi penyebab adanya benjolan di bagian belakang kepala. Meskipun tidak berbahaya, benjolan di kepala juga dapat menjadi suatu indikasi dari penyakit tertentu sehingga perlu untuk diwaspadai. Berikut ini beberapa penyebab adanya benjolan di sekitar kepala khususnya bagian belakang:

1. Benturan atau Kecelakaan

Benjol pada bagian kepala dapat diakibatkan oleh adanya benturan keras ataupun cedera akibat kecelakaan. Kondisi ini dapat terjadi akibat dari reaksi alami tubuh untuk melindungi dan menyembuhkan diri.

Benjolan yang disebabkan oleh kecelakaan dapat hilang dalam beberapa hari, umumnya disertai juga dengan warna kemerahan hingga keunguan di sekitar benjolan. Hal tersebut menjadi tanda adanya pendarahan di bagian dalam atau di bagian bawa pada permukaan kulit kepala.

2. Rambut yang Tidak atau Gagal Tumbuh

Rambut yang mengalami kegagalan saat proses tumbuh dapat menyebabkan benjolan pada kepala. Kondisi ini merupakan hal wajar dimana rambut yang seharusnya tumbuh menembus kulit justru tumbuh ke arah dalam kulit. Sehingga rambut menjadi terjebak di dalam kulit, namun Anda perlu mengatasi rambut yang tumbuh ke dalam agar tidak menimbulkan infeksi.

3. Folikulitis

Folikulitis adalah infeksi yang disebabkan oleh folikel rambut akibat bakteri ataupun jamur. Infeksi atau peradangan folikel rambut dapat menyebabkan terjadinya benjolan di kepala belakang dengan bentuk kecil menyerupai jerawat. Biasanya benjolan folikulitis memiliki warna merah atau putih dengan ukuran yang hanya sebesar jerawat. Folikulitis tidak berbahaya tetapi dapat menjadi penyebab rambut rontok, ketombe hingga kebotakan.

Dokter Jovee, dr. Irma Lidia menambahkan, untuk mencegah terjadinya folikulitis pastikan untuk menjaga kebersihan kulit kepala, mencuci rambut secara teratur mencegah produk rambut, kotoran dan minyak menumpuk dan mengiritasi folikel rambut. 

4. Karsinoma Sel Basal

Karsinoma sel basal merupakan salah satu tumor yang bersifat ganas. Tumor ini tumbuh di dalam lapisan kulit paling bawah, dan merupakan jenis kanker yang banyak diderita oleh pasien. Benjolan karena kanker ini memiliki warna pink atau merah dan terjadi akibat paparan sinar matahari secara langsung dalam jangka panjang.

5. Lipoma

Lipoma disebut juga sebagai tumor jinak yang memiliki tekstur lembek dan lembut. Lipoma bisa bergeser apabila disentuh, dan jarang ditemukan pada bagian kepala meski beberapa kasus mengalami lipoma pada bagian belakang kepala. Lipoma tidak terasa sakit apabila disentuh dan biasanya tumbuh pada area leher dan bahu.

6. Eksostosis

Eksostosis terjadi akibat adanya pertumbuhan tulang baru dan kondisi ini umumnya disertai dengan rasa sakit. Tulang yang tumbuh bersifat lunak dan berada pada bagian atas tulang yang normal. Meski belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya eksostosis, akan lebih baik jika Anda memeriksakan dan berkonsultasi dengan dokter.

Kondisi Yang Perlu Diwaspadai

Setelah mengetahui beberapa penyebab terjadinya benjolan di kepala belakang, Anda juga perlu mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan apabila Anda juga mengalami kondisi seperti berikut ini:

  • Mual hingga muntah
  • Hilangnya kesadaran atau pingsan
  • Gangguan keseimbangan
  • Hilang ingatan
  • Nyeri atau rasa sakit yang hilang timbul
  • Benjolan semakin membesar.
  • Sakit di kepala tidak menghilang meski sudah mengonsumsi obat pereda rasa sakit

Dapatkan berbagai informasi seputar kesehatan hanya di Ngovee. Unduh aplikasinya untuk dapatkan rekomendasi suplemen sesuai kebutuhanmu di Ngovee. Dapat diunduh melalui Playstore maupun Appstore.