Mengenal Seputar Self-Conscious, Sama Dengan Cemas?

Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kesehariannya akan selalu banyak berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain. Tentu saja, dalam hal ini ada banyak sekali hal yang patut diperhatikan dan dijaga apalagi ketika tengah berkumpul dengan banyak orang. Sangat wajar rasanya jika Anda perlu menjaga image atau citra diri yang baik di depan banyak orang. 

Oleh karena itu, hal ini seringkali menimbul rasa kecemasan yang tinggi mengenai pendapat orang lain tentang diri Anda saat berada di depan mereka. Hal ini sendiri, sebenarnya merupakan salah satu pertanda dari kematangan tingkat pola pikir Anda untuk dapat menyesuaikan diri dan berperilaku ketika tengah berada di lingkungan masyarakat dan banyak orang.

Akan tetapi, jika hal ini terjadi maka akan membuat Anda terkesan hidup dengan dikendalikan oleh rasa kecemasan mengenai pendapat dari orang lain soal diri Anda. Cemas adalah gangguan psikologis berupa rasa takut, keprihatinan dan gugup. Bisa jadi, malah membuat Anda menjadi orang yang self-conscious atau kondisi emosi yang mudah dipengaruhi oleh pikiran bagaimana tentang pandangan orang lain di sekitar ketika melihat diri Anda.

Pasalnya, orang yang sudah terlalu mencemaskan citranya di hadapan publik atau media sosial tentu akan menjadi tidak sehat. Hal ini sendiri dapat memperburuk berbagai gejala dari gangguan kecemasan, depresi hingga gangguan kepribadian. Selain itu, hal ini pun juga dapat menyebabkan seseorang mengucilkan dirinya sendiri dari masyarakat atau menjadi anti sosial.

Apa Tanda Yang Muncul Jika Mengalami Self-Conscious?

Ada beberapa Gejala dari munculnya self-conscious pada diri Anda. Namun perlu Anda ketahui, gejala yang muncul ini dapat bersifat positif maupun juga negatif tergantung dari diri Anda sendiri. Gejala ini pun masih terbilang sehat ketika emosi yang muncul dalam diri Anda masih dalam batas yang wajar dan tidak merubah perilaku Anda.

Untuk gejala dari self-conscious yang bersifat positif sendiri di antaranya adalah mulai dari bangga dengan keberhasilan pribadi yang telah dicapai, dapat memahami dan menikmati lingkungan sosialnya dengan sangat baik, serta berani minta maaf, mengaku salah dan bertanggung jawab atas kesalahan yang telah diperbuat sebelumnya.

Sedangkan, untuk gejala emosi self-conscious yang bersifat negatif pun juga beragam. Hanya saja, jika gejala ini negatif malah bisa menghambat kemampuan Anda dalam beradaptasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Sehingga, Anda pun akan merasa kesulitan ketika tengah berada di tempat yang ramai.

Gejala yang self-conscious yang negatif sendiri biasanya mulai dari mengungkapkan rasa malu atau khawatir melalui kemarahan atau tindak kekerasan, mudah merasa iri ketika melihat orang lain, menjadi anti sosial, mudah menyalahkan orang lain, selalu merasa tidak percaya diri dan mudah merasa gelisah, cemas, depresi, gugup atau tidak nyaman.

Apakah Terlalu Memikirkan Pendapat Orang Lain Itu Baik?

Sebenarnya, ketika Anda memikirkan pendapat orang lain mengenai diri Anda sendiri, tak selalu menjadi hal yang buruk. Pada dasarnya, emosi self-conscious yang muncul memang berasal dari kesadaran akan diri sendiri. Kondisi ini pun akan membantu Anda dalam memikirkan berbagai cara untuk beradaptasi di lingkungan sosial sekitar Anda.


Cemas adalah hal yang dialami setiap orang, tidak semua cemas akan membawa ke arah yang lebih buruk selama Anda menyikapinya dengan positif, dan cemas yang dialami bukanlah kecemasan berlebihan.

Apalagi, jika emosi self-conscious positif  pada diri Anda tidak berlebihan  pun akan memiliki banyak keuntungan. Meskipun begitu, rasa emosi self-conscious  yang negatif seperti rasa iri pun, juga diperlukan untuk membuat Anda tahu tentang apa yang memang Anda inginkan dalam hidup Anda.

Perkembangan dari self-conscious atau kepedulian tentang citra diri juga terjadi sebagai hasil pemahaman Anda terhadap peraturan, norma dan tujuan yang ingin dicapai. Emosi self-conscious ini akan terus berkembang seiring dengan pertambahan usia Anda. Hanya saja, untuk intensitas emosi self-conscious paling tinggi akan dialami pada usia remaja hingga dewasa muda. 

Selain itu, perkembangan dari emosi self-conscious pada usia remaja juga dapat disebabkan karena perkembangan otak yang signifikan khususnya pada bagian korteks prefrontal medial. Bagian otak ini sendiri, juga mengalami peningkatan hubungan saraf dengan bagian otak lain. 

Itulah sebabnya, pada usia tersebut seseorang akan lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya apalagi dengan orang lain. Oleh karena itu, orang tersebut akan cenderung merasa diawasi sehingga menjadi lebih mudah merasa malu dan cemas akan kondisi dirinya sendiri apalagi ketika berada di keramaian.

Namun, merasakan kondisi self-conscious yang berlebihan justru dapat mengganggu aktivitas Anda, terutama jika Anda mudah merasa tidak percaya diri. Maka dari itu, Anda pun harus pandai mengelola berbagai jenis emosi yang selalu muncul dalam diri Anda agar perasaan tersebut tidak mudah muncul ketika tengah berada di hadapan banyak orang.

Cara Mengatasi Cemas

Terdapat beberapa tips cara mengatasi cemas dari ahli yang bisa Anda praktekkan:

  1. Tetap berada di masa kini.
  2. Kenali apa yang terjadi.
  3. Kenali faktanya.
  4. Bernafas dengan seksama.
  5. Cari saran dari orang lain.

Itulah beberapa cara mengatasi cemas. Jika Anda bisa mengelola emosi self-conscious dengan baik, maka yang timbul adalah emosi yang positif. Anda pun akan menjadi mudah berinteraksi dengan orang lain, selalu merasa percaya diri dan juga selalu memotivasi diri Anda.

Baca lebih banyak tips dan trik seputar informasi kesehatan disini. Lihat juga aplikasi Jovee untuk memulai gaya hidup sehatmu. Unduh melalui Google Play Store maupun App Store sekarang. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee