Berbagai Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Selamat! Anda baru saja mendapat momongan baru yang lucu dan sehat. Namun, perjuangan Anda belum selesai. Setelah melewati proses kehamilan dan kelahiran yang panjang, kini Anda perlu bersiap untuk proses merawat bayi Anda yang baru lahir.

Seperti halnya kedua proses sebelumnya, merawat bayi juga memerlukan usaha dan pemahaman cukup agar tumbuh kembang anak Anda dapat berjalan dengan baik. Untuk mendukung hal tersebut, berikut cara merawat bayi baru lahir yang bisa Anda pelajari:

Mendapat Pertolongan

Merawat bayi bukanlah hal yang melibatkan satu orang saja. Kalaupun bisa melakukannya sendiri, Anda akan kewalahan dibuatnya. Sebelum pulang dari rumah sakit pascamelahirkan, ada baiknya Anda memanfaatkan kesempatan ini untuk menanyakan perawatan bayi pada ahlinya.

Anda bisa bertanya pada konsultan laktasi seputar cara menyusui. Perawat juga bisa memberitahu Anda cara menggendong dan merawat bayi lainnya. Perawat bayi, atau keluarga dan teman berpengalaman juga bisa membantu Anda dalam beberapa awal hari saat merawat bayi di rumah. Membaca buku dan artikel terkait juga disarankan agar Anda lebih tahu cara merawat bayi di awal kelahiran.

Ketahui Dasar Merawat Bayi

Yang perlu diingat bagi seorang ibu baru ialah bayi adalah makhluk yang ringkih. Dan, karena itu juga Anda sebaiknya memperlakukannya dengan hati-hati. Berikut beberapa dasar yang perlu diketahui:

a) Bayi yang baru lahir tidak memiliki sistem imun yang kuat. Karenanya, pastikan Anda dan orang-orang di sekitarnya mencuci tangan sebelum memegangnya.

b) Tahan kepala bayi perlahan ketika menggendongnya atau saat menaruhnya kembali.

c) Jangan pernah mengguncang bayi yang baru lahir. Hal ini bisa mengakibatkan perdarahan otak, bahkan kematian. Jika Anda harus membangunkannya, cobalah menggelitik kakinya atau meniup pipinya.

d) Pastikan anak Anda tetap berada pada tempatnya. Baik itu di stroller, selendang bayi, atau kursi mobil, jangan biarkan ia terkena guncangan hebat.

e) Tetap ingat kalau anak Anda belum siap untuk permainan berat. Entah itu mengayunkannya di kaki atau melemparnya di udara, jangan!

Ketahui Saat Makannya

Anda mungkin masih bingung kapan saat yang tepat memberi bayi makan. Umumnya, saat yang tepat ditentukan oleh bayi itu sendiri, kapan pun ia terlihat lapar. Biasanya ia akan memberi sinyal dengan menangis, mengemut jarinya, atau membuat suara menghisap.

Bayi yang baru lahir butuh makanan tiap 2-3 jam. Jika Anda memberinya ASI langsung, beri ia 10-15 menit tiap menyusui. Jika Anda memberinya susu formula, bayi biasanya mengambil 2-3 ons (60-90 ml) tiap minum.

Bayi yang diberi susu bisa mudah dicek ketika dia sudah cukup makan. Hai ini berbeda dengan menyusui langsung yang cukup ribet. Bila dia sudah cukup atau belum bisa dilihat dari sikapnya yang sudah puas, BAK enam kali dan BAB beberapa kali. Selain itu, ia juga tidur cukup dan berat badannya naik secara bertahap.

Cara lain mengetahui apakah bayi cukup mendapat asupan ialah merasakan ASI yang penuh menjadi berkurang setelah menyusui.

Membersihkan Bayi Setelah Buang Air

Kalau bayi BAB atau BAK, baringkan di punggungnya dan lepaskan popok kotornya. Gunakan air, bola kapas, dan waslap atau tisu untuk membersihkan bayi Anda dengan lembut. 

Saat melepas popok anak laki-laki, lakukan dengan hati-hati. Ini dikarenakan paparan udara dapat menyemprot kotoran di popok. Pada bayi perempuan, seka pantatnya dari depan ke belakang untuk menghindari infeksi saluran kemih (ISK). Untuk mencegah atau menyembuhkan ruam, bisa dioleskan cream diaper.

Menenangkan dan Menjalin Ikatan dengan Bayi

Menjalin ikatan secara fisik dapat meningkatkan hubungan emosional. Bagi bayi sendiri, kasih sayang punya andil kuat dalam perkembangan emosionalnya. Hal ini juga bisa memengaruhi perkembangan di area lainnya, seperti fisiknya. Seperti halnya orang yang jatuh cinta, bayi juga membutuhkan cinta tanpa syarat dari orang tua serta orang-orang di sekitarnya.

Ada beberapa hal yang bisa Anda dan pasangan lakukan dalam hal ini. Cobalah menggendong dan mengusapnya secara perlahan. Beri ia kesempatan untuk merasakan kulit Anda selagi diperlakukan secara halus. Bayi biasanya juga suka suara orang atau musik. Berbisik, berbicara tenang, hingga menyanyi bisa membuatnya tenang, terlebih saat dirinya mulai rewel.

Terkadang bayi Anda bisa sensitif terhadap sentuhan, cahaya, atau suara, Ia pun bisa terkejut hingga menangis dibuatnya. Jika itu terjadi, jauhkan atau minimalkan rangsangan tersebut kepadanya.

Ketahui Pola Tidur Bayi

Hanya ada dua hal yang dilakukan bayi Anda: makan atau tidur. Bayi bisa tidur hingga 16 jam lamanya, dan ia bisa tiba-tiba bangun sambil menangis kencang di malam hari. Hal ini akan berdampak pada pola tidur Anda dan pasangan. Kalian perlu berkorban dalam hal ini.

Jika memungkinkan, tidurlah lebih cepat. Buat bayi Anda tertidur sebelum kalian sendiri pergi tidur. Buat jadwal giliran Anda berdua dalam merawat bayi. Malam ini bisa Anda yang harus siap mengawasi bila bayi terbangun di malam hari. Pagi harinya dilanjutkan dengan pasangan Anda yang terbangun untuk merawatnya dan sebaliknya.

Ketahui Cara Memandikan Bayi

Pertama siapkan bak kecil dengan air bersuhu 37-38 derajat celcius dengan kedalaman 5 cm. Pastikan juga segala peralatan sudah siap (handuk, kapas, sabun, pakaian serta popok bersih).

a) Sebelum membuka pakaian bayi, lap kelopak mata bayi menggunakan kapas yang dibasahi air hangat. Gunakan kapas berbeda untuk tiap mata. Setelah itu, lanjutkan ke seluruh wajahnya.

b) Buka pakaian dari atas ke bawah atau popoknya.

c) Angkat bayi perlahan dengan kedua lengan. Kepala dan leher bayi ditopang dengan satu lengan. Taruh bayi ke dalam bak dengan posisi kaki dulu. Topang kepala bayi sambil menaruh seluruh bagian ke bak, diakhiri dengan menaruh kepala perlahan hingga bagian belakang kepala bayi terendam. Basahi kepala perlahan dengan air.

d) Terakhir, perlahan bersihkan bagian kemaluan dan bagian bawah lainnya dengan air. Juga bersihkan sisa kotoran dari lipatan-lipatan kulit.

Setelah memandikan di bak selesai, keluarkan dengan menopang kepala dan leher. Selimuti dengan handuk lembut kering dan lap seluruh badannya. Lotion mungkin diperlukan bila kulit bayi kering atau kulitnya memerah bekas memakai popok.

Ajak Pasangan untuk Merawat Bayi

Banyak suami yang ragu dan takut melakukan kesalahan saat merawat anak pertamanya. Hal tersebut harus diatasi dengan mengajaknya terlibat dalam mengasuh bayi kalian. Ingat, Anda perlu membetulkan kesalahannya dan menghindar untuk memberi kritik.

Ada baiknya juga bila sang ayah mengambil cuti untuk bisa menjalin hubungan lebih ke anaknya. Kedua pasangan pun harus melatih cara membagi pekerjaan rumah dan merawat anak.

Jaga Kesehatan Mental

Merawat bayi yang terus-menerus meminta perhatian akan membuat Anda kelelahan. Carilah cara agar Anda tetap tenang dengan mencuri waktu istirahat. 

Saat setelah melahirkan, Anda akan diberi banyak nasihat dari sanak keluarga. Tugas Anda adalah menyaring berbagai nasihat tersebut dan memilih sendiri mana yang terbaik bagi Anda dan bayi Anda. 

Beberapa bulan pertama akan terasa berat. Sehingga, banyak pekerjaan rumah yang Anda kesampingkan. Hal tersebut sangatlah wajar karena Anda sedang memusatkan seluruh perhatian Anda pada si buah hati.

Pertolongan dari keluarga dan teman di masa-masa tersebut akan begitu membantu. Bukanlah hal yang salah jika Anda meminta bantuan kepada mereka.

Mengajak Bayi Ke luar untuk Pertama Kalinya

Anda mungkin telah nyaman merawat bayi di rumah. Sekarang, mungkin Anda merasa sudah siap mengajaknya pergi ke luar dan melihat dunia. Walau terdengar simpel, setidaknya Anda perlu memerhatikan beberapa hal. Pertama, Anda harus memastikan apakah bayi Anda memang sudah siap dibawa ke luar rumah. 

Menurut Tim Dokter Jovee dr. Irma Lidia, sistem kekebalan bayi baru lahir masih berkembang. Beberapa dokter lebih memilih orang tua untuk menunggu sampai bayinya berusia beberapa bulan sebelum pergi ke tempat umum yang ramai. Jika kita memutuskan membawa bayi ke luar, pastikan vaksinnya sesuai jadwal dan hindari orang yang sakit.

Setelah memenuhi dan menerapkan persyaratan tersebut, Anda bisa mulai membawa bayi Anda ke luar. Sebaiknya Anda tidak sendiri dan memilih mengajak teman atau saudara agar bayi bisa dijaga dengan lebih baik.

Tempat yang akan dikunjungi juga penting. Pastikan tempat tersebut aman dan tenteram bagi bayi dan tidak membuatnya kaget. Jauhkan juga bayi Anda dari tempat yang kotor dan orang-orang yang sedang mengidap penyakit.

Selain itu, Anda perlu membawa diaper dan juga baju ganti Anda atau pasangan. Hal ini akan jadi persiapan kalau bayi Anda BAB di luar. Dan, buat rencana Anda di luar sesederhana mungkin. Jadi, Anda bisa meninggalkan rencana tersebut dan tetap menjadikan anak Anda sebagai prioritas utama.

Itu dia cara merawat bayi baru lahir yang baik dan benar untuk Anda yang baru memiliki momongan. Perawatan bagi bayi yang baru lahir perlu dilakukan dengan sangat berhati-hati, terlebih ia masih dalam kondisi yang begitu rapuh dan memerlukan perhatian penuh.

Namun, jika kalian sabar dan telaten melakukannya bersama pasangan dan keluarga lainnya, bayi pun akan terawat dengan baik dan ia pun bisa jadi ceria dan sehat nantinya.

Baca juga: 

Ketahui Suhu Normal Bayi dan Cara Mengukurnya

5 Makanan Yang Harus Dihindari Saat Menyusui

Ingin mendapat tips menarik mengenai gaya hidup sehat? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh juga aplikasi Jovee untuk melihat rekomendasi suplemen sesuai dengan kebutuhan personal Anda.

Penulis: Arofah Hafizh A.

Referensi:

Elana P.B. 2018. A Guide for First-Time Parents.

Heather S. 2005. Your Newborn: 30 Tips for the First 30 Days.

Raising Children Network AU. 2020. Suitable for 0-3 months: Bathing newborns.