Ketahui Suhu Normal Bayi dan Cara Mengukurnya

Bagi semua ibu, khususnya yang baru melahirkan, kesehatan buah hati adalah sebuah prioritas utama. Umumnya, penyakit yang muncul di kebanyakan bayi adalah demam yang ditandai suhu badan yang berubah drastis.

Meski perubahan yang mengkhawatirkan tersebut dapat dirasakan langsung dengan menyentuh badannya, cara ini lantas tak jarang membuat kita sendiri makin kebingungan. Oleh sebab itu, kamu perlu mengetahui dulu berapa suhu normal bayi guna memberi kemudahan untuk mengambil tindakan selanjutnya.

Pengertian Suhu Tubuh

Menurut ensiklopedi Miller-Keane, suhu tubuh diukur oleh termometer klinis. Ia melambangkan keseimbangan antara panas yang dihasilkan tubuh dan panas yang hilang dari tubuh. Meskipun kedua hal tersebut berbeda tergantung kondisi, tubuh mengaturnya dan menjaganya dalam suhu yang konstan. Suhu yang naik secara tidak normal disebut demam.

Suhu adalah tanda vital kesehatan tubuh. Tubuh yang sehat umumnya dapat mempertahankan suhu pada tingkat yang aman. 

Bagian dari otak bernama hipotamulus berperan dalam hal ini. Ketika tubuh kedinginan, bagian otak ini akan memberi sinyal agar tubuh mempertahankan panas tubuh. Hal tersebut dilakukan dengan mengecilkan pembuluh darah dan memproduksi panas dengan menggigil. Ketika tubuh kepanasan, ia akan memberi sinyal agar tubuh mengeluarkan keringat dan menyejukkan badan.

Besaran Suhu Normal Bayi

Berdasarkan laman NHS, suhu bayi normal umumnya berada di kisaran 36,4 derajat celcius. Sedangkan, sumber birds&bees mengemukakan suhu tubuh bayi normal dari angka 35,6 sampai 37,2 derajat celcius. Perlu diketahui pula bahwa perbedaan suhu 0,6 derajat lebih tinggi atau rendah dari kisaran suhu di atas tidak langsung menandakan penyakit.

Berbagai Alat Mengukur Suhu Bayi

Seperti yang disebutkan sebelumnya, meski kita bisa merasakan perubahan suhu drastis pada bayi hanya dengan menyentuhkan tangan ke kulit badannya, kita tak bisa langsung memutuskan apa ada yang salah dengan kondisinya. Karena itu, perlu dilakukan pengecekan suhu lebih detail dengan menggunakan salah satu dari termometer di bawah ini.

1. Sangat Tidak Dianjurkan: Termometer Merkuri

Termometer merkuri (air raksa) kaca dulu merupakan barang populer yang sering ditaruh di dinding atau lemari obat. Kini penggunaannya tidak dianjurkan karena ada kemungkinan pecah dan menguap. Risikonya, zat merkuri tersebut mungkin dapat terhirup.

2. Termometer Digital

Jenis termometer ini menggunakan sensor panas elektronik yang mengukur suhu tubuh. Penggunaan alat ini dapat diletakkan di area dubur, mulut, dan ketiak. Penempatan alat di ketiak tidak memberikan hasil seakurat area lainnya.

3. Termometer Telinga Digital (Membran Timpani)

Alat yang satu ini menggunakan sensor infrared untuk mengukur suhu di dalam rongga telinga. Kelemahan dari alat ini adalah tingkat keakurasiannya dapat terganggu bila di telinga terdapat kotoran atau rongga telinga kecil dan berbentuk melengkung.

4. Termometer Arteri Temporal

Termometer ini juga menggunakan sensor infrared untuk mengukur suhu arteri temporal di dahi. Alat ini bisa dibilang yang paling mudah karena hanya diletakkan di dahi saja bahkan ketika bayi sedang tidur.

Cara Mengukur Suhu Bayi dengan Termometer

Meski sekarang kita sudah mengetahui berapa suhu normal bayi dan juga cara pengukuran menggunakan alat. Akurasi suhu bisa meleset karena beberapa alasan, beberapa di antaranya adalah:

1. Melalui Dubur

Termometer yang telah dinyalakan kemudian ujungnya dilumuri petroleum jelly lalu dimasukkan ke dubur sedalam setengah hingga satu inci. Saat melakukannya, atur bayi ke posisi telentang dan angkat kedua pahanya.

Cara lainnya adalah dengan meletakkan bayi dalam posisi tengkurap di paha atau permukaan yang stabil. Taruh satu tangan di bagian bawah belakang agar menjaga tetap berada di tempatnya.

Jangan memberikan tekanan saat mengaplikasikan termometer. Tahan alat tersebut hingga sinyalnya menyala, lalu keluarkan dan lihat angkanya.

2. Di Antara Ketiak

Termometer yang sudah hidup diapit di kulit ketiak bayi. Tahan alat tersebut beberapa saat hingga sinyalnya menyala. Keluarkan dan lihat angkanya.

3. Dimasukkan ke Rongga Telinga

Hidupkan termometer. Masukkan ke dalam telinga secara perlahan. Ikuti arah termometer untuk memastikan jarak aman ke dalam rongga telinga. Tahan kuat-kuat termometer hingga sinyal menyala. Keluarkan dan lihat angkanya.

4. Diletakkan di Atas Arteri Temporal

Nyalakan termometer. Usap lembut termometer di dahi bayi. Angkat termometer dan lihat angkanya.

Kondisi yang Memungkinkan Ketidakakuratan Alat Pengukur Suhu

Ada beberapa alasan kenapa termometer yang dicoba berkali-kali bisa memberikan hasil yang sedikit berbeda. Umumnya hal ini terjadi karena alasan yang sebenarnya sepele, misalnya bayi terbungkus selimut, bayi yang bergerak-gerak, bayi yang berada di ruangan hangat atau sedang berendam air hangat, bayi memegang atau memeluk botol air panas, atau bayi yang memakai banyak pakaian.

Sekiranya kalau hal ini terjadi, biarkan suhu tubuh mereka mereda dalam beberapa menit dan jangan biarkan mereka kedinginan.

Tanda Demam dan Penanganan Bila Suhu Bayi Tinggi

Umumnya, untuk bayi usia 6 bulan ke atas, gejala panas atau demam (biasanya ditandai suhu 38 derajat celcius) tak selalu menjadi hal yang buruk. Malahan, gejala ini merupakan tanda kalau tubuhnya sedang melawan infeksi. Penanganan cukup dilakukan dengan memberi minum atau ASI yang banyak. Selain itu, tidur yang teratur juga dapat membantunya sembuh dari demam.

Yang perlu diwaspadai adalah ketika:

a) Bila suhu bayi usia 3 bulan ke bawah mengalami kenaikan hingga 38 derajat celcius.

b) Bila suhu bayi usia 3 hingga 6 bulan mengalami kenaikan sampai 39 derajat celcius.

c) Bila demam dibarengi gejala lain, misalnya bintil-bintil merah. 

d) Bila bayi lesu atau tidak responsif. 

e) Sulit bernapas atau sulit makan. 

f) Sangat rewel, rewel, atau sulit untuk ditenangkan.

g) Ada tanda-tanda dehidrasi, seperti lebih sedikit popok basah, mulut kering, tidak ada air mata saat menangis, 

h) Titik lunak di kepala yang cekung.

i)  Mengalami kejang.

Jika hal di atas terjadi, kosultasikan ke dokter dan catat suhu anak agar bisa memudahkan tim medis dalam menanganinya bila sakit berlanjut.

Itulah informasi kesehatan mengenai suhu tubuh normal bayi dan cara mengukur suhu yang perlu kamu ketahui. Setelah mempelajari perihal suhu normal bayi dan penanganannya, diharapkan kamu bisa mengambil langkah tepat ketika suhu anak berubah secara drastis.

Baca juga:

5 Makanan Yang Harus Dihindari Saat Menyusui

Tips Menjadi Ibu Sehat

Ingin tahu tips dan trik seputar kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh juga aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store untuk mendapatkan rekomendasi suplemen.

Ditulis oleh: Arofah Hafizh A.

Sumber:

2020 .Wajib Tahu! Inilah Suhu Normal Bayi Dan 5 Cara Mengukurnya.

2020. How to take your baby’s temperature: Your pregnancy and baby guide.

Mayo Clinic Staff. 2019. Thermometer basics: Taking your child’s temperature.