Air Kelapa vs Santan Kelapa, Apa Bedanya?

Pohon kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan tumbuhan tropis yang banyak menghasilkan produk seperti air kelapa, minyak, santan, dan krim. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya perbedaan utama antara air kelapa dan santan?

Buah kelapa terdiri dari 38% cangkang, 10% air, dan 52% daging kelapa. Air kelapa dan santan memang bagian buah yang bisa dimakan, disebut endosperma. Namun, keduanya merupakan produk pohon kelapa yang berbeda. Berikut ini adalah penjelasan perbedaan air kelapa dan santan, serta pro kontra konsumsi keduanya.

Air Kelapa

Air kelapa merupakan cairan bening yang bisa Anda minum langsung dari kelapa muda. Cairan ini muncul secara alami dalam buah yang disebut endosperma cair. Ketika kelapa muda mulai matang, air kelapa akan mulai mengeras membentuk daging kelapa yang disebut endosperm padat. Namun, proses pematangan ini tidak mengisi seluruh rongga kelapa dengan daging, jadi masih ada air kelapa di dalamnya. Air kelapa muda ini minuman menyegarkan dan meningkatkan efek kesehatan.

Santan Kelapa

Berbeda dengan air kelapa, santan merupakan produk sampingan kelapa olahan. Santan dibuat dengan cara memarut daging kelapa tua, coklat, dan dididihkan dalam air panas. Campurannya kemudian disaring untuk menghilangkan sisa-sisa zat padat. 

Jumlah air yang digunakan untuk membuat santan menentukan kekentalannya. Santan encer biasanya dijadikan pengganti susu sapi. Sebaliknya, santan kental dijadikan bahan pengental saus dan resep tradisional pada berbagai masakan di daerah India dan Asia Tenggara.

Perbedaan Kandungan Nutrisi

Produk air kelapa dan santan juga memiliki perbedaan dari segi kandungan nutrisinya. Berikut ini adalah perbandingan kandungan air kelapa dan santan dalam ukuran 240 ml.

Air kelapa mengandung 46 kalori, 9gr karbohidrat, 6gr gula, 0.5gr lemak, 2 gr protein, 17% nilai harian K, 15% nilai harian Mg, 17% nilai harian Mn, 11% nilai harian Na, 10% nilai harian vitamin C, dan 2% nilai harian folat.

Sementara, santan mengandung 552 kalori, 13gr karbohidrat, 8gr gula, 57gr lemak, 5.5 protein, 18% nilai harian K, 22% nilai harian Mg, 110% nilai harian Mn, 1% nilai harian Na, 11% nilai harian Vitamin C, dan 10% nilai harian folat.

Ternyata, kandungan air kelapa dan santan memiliki perbedaan yang signifikan. Air kelapa memiliki karbohidrat dan air lebih banyak, sedangkan santan memiliki lemak yang lebih tinggi. Baik air kelapa dan santan sama-sama sumber vitamin mineral yang baik.

Pro dan Kontra Konsumsi Air Kelapa dan Santan

Air kelapa dan santan memiliki banyak manfaat kesehatan. Namun, Anda dapat mengonsumsi salah satunya sesuai tujuan dan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan.

Pro

Air kelapa merupakan minuman segar favorit banyak orang yang aktif secara fisik. Sebab, kandungan mineral di dalamnya mampu mengisi kembali elektrolit yang hilang, seperti Natrium, Kalium, Magnesium, dan Kalsium melalui keringat saat olahraga. 

Penelitian pada tikus diabetes membuktikan air kelapa membantu menurunkan stress oksidatif, kadar gula darah, dan A1c hemoglobin. Lebih lanjut, air kelapa mampu menurunkan kolesterol darah, trigliserida, LDL dan meningkatkan HDL. Meski demikian, masih perlu penelitian pada manusia untuk mengkonfirmasinya.

Sementara untuk santan, sekitar 89% kandungan lemaknya termasuk lemak jenuh. Penelitian menunjukan lemak jenuh tidak menyebabkan efek merugikan pada profil lipid darah. Hal ini karena kandungan trigliserida rantai menengah (MCT) membantu menurunkan berat badan dan lemak.

Kontra

Tingkat kalium pada air kelapa mampu menurunkan tekanan darah seseorang yang menderita hipertensi. Namun, bagi penderita kelainan ginjal, sebaiknya membatasi konsumsi air kelapa. Sebab, seseorang yang mengalami gangguan fungsi ginjal akan mengalami hiperkalemia yaitu meningkatnya kadar kalium darah karena ketidakmampuan ginjal untuk mengeluarkan kalium. Oleh karena itu, terlalu banyak mengonsumsi air kelapa juga tidak baik dan menimbulkan efek berbahaya.

Disisi lain, kandungan MCT dalam santan mungkin memang memiliki efek positif terhadap penurunan berat badan seseorang. Namun, santan tetaplah produk sampingan kelapa yang berkalori tinggi. Oleh karena itu, disarankan untuk tetap membatasi asupan kalori yang masuk dengan kalori yang keluar supaya tidak berefek sebaliknya.

Beberapa ahli menyarankan bagi Anda yang memiliki intoleransi FODMAP atau mengikuti diet FODMAP yang rendah, sebaiknya batasi konsumsi santan karena termasuk FODMAP yang tinggi. Meski demikian, ada pula yang menggolongkan santan sebagai FODMAP rendah. Bisa jadi, setiap orang memiliki toleransi berbeda terhadap santan dan Anda bisa menyesuaikan apakah harus membatasi atau menghindarinya.

FODMAP itu sendiri merupakan oligo-, di-, monosakarida yang dapat difermentasi, dan polyols- sekelompok karbohidrat yang mungkin menyebabkan gejala perut, seperti kembung, mual, diare, dan konstipasi pada beberapa orang.

Meskipun alergi kelapa jangan terjadi, sebaiknya hindari minum air kelapa dan santan jika mengalaminya. Terakhir, jika ingin minum air kelapa kemasan atau santan, lebih baik periksa komposisinya dan hindari yang mengandung gula tambahan. Sebab, minuman yang diberi pemanis akan menimbulkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.

Daftarkan email Anda ke Ngovee untuk tetap update seputar tren dan informasi kesehatan lainnya. Unduh aplikasi Lifepack yang tersedia di Google Play Store dan App Store. Dapatkan kemudahan untuk tebus resep obat online sekarang juga.