Mengenal Manfaat Vitamin D alias Vitamin Dewa
Dr. Fala Adinda

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Tahukah kamu kenapa Vitamin D bisa disebut Vitamin Dewa?

Vitamin D disebut sebagai vitamin dewa karena layaknya dewa, ia memiliki segudang kemampuan ajaib berupa manfaat untuk lebih dari 80 penyakit.

Kegunaan vitamin D bagi tubuh adalah mengatasi berbagai gangguan sepele seperti jerawat pada kulit, sampai penyakit berat seperti auto imun dan kanker, pencegahan maupun penyembuhannya bisa dibantu dengan vitamin D. 

Hal yang sama juga disampaikan oleh dr. Fala Adinda, dokter Jovee, mengenai kehebatan vitamin D.

“Belakangan ini memang sedang marak dilakukan penelitian mendalam mengenai manfaat vitamin D. Dari mulai untuk menguatkan tulang, memperbaiki kondisi hormonal hingga sebagai terapi jerawat. Sesuai dengan kemajuan penelitian, banyak sekali ditemukan manfaat baru mengenai vitamin D ini, dan saya rasa vitamin D akan menjadi next big thing di masa mendatang mengingat manfaatnya yang begitu besar.”

dr. Fala Adinda

Namun pada kenyataannya, sebanyak 90% perempuan di Jakarta mengalami defisiensi vitamin D. Lebih mengerikannya lagi, anak-anak Indonesia juga mengalami hal yang sama.

Hasil riset menyebutkan hampir semua anak Indonesia di Yogyakarta mengalami defisiensi vitamin D. 

Padahal Indonesia termasuk negara tropis dimana matahari bersinar hampir sepanjang tahun, sehingga seharusnya masyarakatnya tidak kekurangan paparan sinar matahari.

Menarik bukan? Yuk kenali lebih jauh apa kegunaan vitamin D ini dan bagaimana cara agar kamu tidak kekurangan vitamin D.

Apa itu Vitamin D?

Vitamin D selain dikenal sebagai vitamin dewa, juga dikenal sebagai vitamin sinar matahari. Hal ini dikarenakan tubuh manusia bisa memproduksi vitamin D ketika berada di bawah sinar matahari. 

Vitamin D terdiri dari vitamin D-1, D-2, dan D-3 dan merupakan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin D-2 disebut ergokalsiferol, sedangkan vitamin D-3 disebut kolekalsiferol. Keduanya sama-sama dapat meningkatkan kadar vitamin D dalam darah. Kegunaan vitamin D3 juga bermacam-macam mulai dari membantu penyerapan kalsium dan fosfor dalam tubuh.

Manfaat Vitamin D

Memiliki segudang manfaat, berikut adalah beberapa fungsi utama dari vitamin D:

Mendukung penyerapan kalsium dalam tubuh. 

Vitamin D memiliki peran penting dalam kesehatan tulang. Fungsi terpenting vitamin D adalah meregulasi penyerapan kalsium dan fosfor. Bersama dengan kalsium, vitamin D dapat mencegah orang dewasa dari risiko osteoporosis. 

Untuk bayi, dan anak-anak, vitamin D berfungsi untuk pertumbuhan tulang dan gigi mereka. Konsumsi vitamin D dapat mengurangi risiko gigi berlubang hingga lebih dari 35%.

Mendukung Regenerasi Sel dan Sistem Imun Tubuh

Fungsi vitamin D yang lain adalah pertumbuhan sel. Hal ini juga berpengaruh pada sistem imun tubuh.

Mencegah Kanker

Berdasarkan studi yang ada, vitamin D dapat mencegah kanker usus besar, kanker prostat dan kanker payudara.*

Mengurangi Depresi dan Bipolar

Vitamin D juga memiliki peran mengatur mood seseorang dan berfungsi untuk mengurangi depresi bahkan gangguan bipolar. Pemberian suplemen vitamin D menunjukan kemajuan dari gejala yang dialami para penderita gangguan depresi.

Menurunkan Berat Badan

Bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan, cobalah dengan mengkonsumsi suplemen vitamin D. Berdasarkan data dari para ilmuwan, kalsium dan vitamin D dapat menurunkan nafsu makan seseorang sehingga jumlah takaran kalori yang dikonsumsi juga berkurang.

Rekomendasi Takaran Harian Vitamin D

Jumlah vitamin D yang dibutuhkan seseorang berbeda-beda sesuai dengan usia, dan pola hidupnya. Selain itu golongan darah juga berpengaruh akan jumlah vitamin D yang harus kamu konsumsi. 

Berikut ini adalah tabel rekomendasi takaran harian vitamin D berdasarkan umur dan jenis kelamin.

AgeMaleFemalePregnancyLactation
0–12 months*400 IU(10 mcg)400 IU(10 mcg)

1–13 years600 IU(15 mcg)600 IU(15 mcg)

14–18 years600 IU(15 mcg)600 IU(15 mcg)600 IU(15 mcg)600 IU(15 mcg)
19–50 years600 IU(15 mcg)600 IU(15 mcg)600 IU(15 mcg)600 IU(15 mcg)
51–70 years600 IU(15 mcg)600 IU(15 mcg)

>70 years800 IU(20 mcg)800 IU(20 mcg)


Sumber: https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminD-HealthProfessional/

Defisiensi Vitamin D

Defisiensi vitamin D terjadi ketika tubuh kekurangan vitamin D, hal ini terjadi karena tubuh kekurangan paparan sinar matahari atau kurangnya takaran vitamin D yang dikonsumsi per harinya. Tanpa vitamin D yang cukup, tulang dapat menipis, keropos atau bahkan kehilangan bentuk.

Gejala Defisiensi Vitamin D

Terdapat beberapa gejala yang dapat menjadi sinyal ketika tubuhmu kurang vitamin D. Beberapanya adalah nyeri tulang, otot menjadi lemah, atau pegal-pegal. 

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter. Pengambilan darah dapat dilakukan untuk mengecek apakah kamu mengalami defisiensi vitamin D. Atau kamu juga dapat melakukan pemeriksaan radiologi untuk melihat kekuatan tulang.

Sedangkan untuk bayi dan anak-anak, gejala defisiensi vitamin D dapat terlihat dari sesak nafas, kram dan kejang otot, nyeri tulang, serta pertumbuhan yang lebih lambat.

Dampak Defisiensi Vitamin D

Penyakit Rakitis

Penyakit dimana jaringan tulang tidak termineralisasi dengan baik sehingga menyebabkan tulang menjadi lunak dan mengeropos.

Resiko Penyakit Jantung Meningkat

Berdasarkan studi dari Suzanne Judd, MPH, PhD menyampaikan, kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi, gagal jantung dan gangguan irama jantung.

Risiko Penyakit Tulang Meningkat

Karena vitamin D bermanfaat untuk penyerapan kalsium, ketika tubuh mengalami kekurangan, otomatis kalsium yang diserap berkurang pula. Hal ini dapat memicu meningkatnya resiko penyakit tulang seperti rakitis dan osteoporosis.

Cara Mendapatkan Vitamin D

Pada umumnya, manusia dapat memproduksi vitamin D. Selain itu, kita juga bisa mendapat vitamin D dari makanan dan suplemen. Namun hanya sedikit makanan yang menyediakan vitamin D. Sumber makanan yang kaya akan vitamin D adalah minyak ikan dan ikan seperti tuna, salmon, sarden. Selain itu telur, ayam dan jamur juga merupakan makanan yang kaya vitamin D.

Bagi kalian yang ingin mendapatkan vitamin D secara langsung, caranya sangat mudah. Kalian hanya perlu mencari sinar matahari pagi di jam 9 pagi. Karena tubuh membutuhkan sinar matahari langsung untuk produksi vitamin D.

Namun yang perlu diingat adalah durasi terpapar sinar matahari. Durasi yang dianjurkan adalah selama 15 menit. Atau jika kalian memilih jam 11 siang, usahakan hanya 5 menit.

Terlalu banyak terpapar sinar matahari juga kurang dianjurkan untuk kulit. Lakukan setidaknya dua sampai tiga kali seminggu.

Nah, sekarang kamu tahu bahwa ternyata peran vitamin D dalam tubuh ini sangat besar. Vitamin D dapat menjadi cara yang murah dan mudah untuk meningkatkan kesehatan.

Buat kamu yang ingin memenuhi kebutuhan vitamin D harianmu, jangan lupa download aplikasi Jovee di Playstore atau App Store dan coba produk spesial dari Jovee.

Cari tahu informasi kesehatan lainnya di Ngovee.

*Sumber: Institute of Medicine, Food and Nutrition Board. Dietary Reference Intakes for Calcium and Vitamin D. Washington, DC: National Academy Press, 2010.

Ditulis oleh: Aileen Velishya

Foto oleh: Dhira P Yuga

Tersedia di Jovee shop

Vitamin D for daylight by JOVEE

Vitamin D for daylight by JOVEE

Natures Plus Vitamin D3 400IU – Tulang Sehat – 90 Kaplet

Natures Plus Vitamin D3 400IU – Tulang Sehat – 90 Kaplet

Vitamin D for daylight by JOVEE – 7 days

Vitamin D for daylight by JOVEE – 7 days