Bahaya Tuberculosis (TBC) Bagi Kesehatan
Dr. Fala Adinda

Tuberkulosis (TBC) adalah salah satu jenis penyakit berat yang harus Anda waspadai. Bahaya TBC diperparah lagi karena jenis penyakit ini termasuk ke dalam penyakit yang sangat mudah menular melalui kontak udara airborne.

Dilansir dari situs TB Indonesia, tahun 2017 TBC menyebabkan sekitar 1,3 juta kematian. TBC juga merupakan satu dari 10 penyebab kematian utama di seluruh dunia selain kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung.

Terkenal sebagai salah satu penyakit mematikan, membuat kamu harus selalu waspada terhadap penyakit ini. Lalu apa itu TBC serta apa saja bahaya yang ditimbulkannya? Yuk simak seluk beluk penyakit TBC beserta bahayanya. 

Apa itu TBC? 

TBC (Tuberkulosis) merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang bagian paru-paru, oleh karena itu sering juga disebut sebagai TBC paru. Namun jenis ini juga dapat menyerang organ tubuh yang lainnya seperti otak dan ginjal. Serangan dari bakteri ini mampu menimbulkan infeksi yang berbahaya yang tentunya sangat berbahaya bagi tubuh. 

Penyakit TBC sendiri dapat menular melalui kontak udara terutama ketika penderita aktif batuk, bersin, atau berbicara. Oleh karena itu untuk menghindari penyakit ini, hindari kontak dengan penderita TBC. Namun jika kamu terlanjur terpapar, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter agar penyakitnya tidak berkembang lebih luas. 

Penyakit TBC sendiri dapat menular melalui kontak udara terutama ketika penderita aktif batuk, bersin, atau berbicara. Oleh karena itu untuk menghindari penyakit ini, hindari kontak dengan penderita TBC. Namun jika kamu terlanjur terpapar, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter agar penyakitnya tidak berkembang lebih luas. 

Jenis-Jenis TBC

Bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit TBC bisa menyerang beberapa organ. Namun, pada umumnya ia menyerang paru-paru. Berikut ini beberapa jenis penyakit TBC:

  1. Tuberculosis Paru
    Tuberculosis paru adalah jenis tuberculosis yang paling umum. Seseorang bisa menderita TBC ketika menghirup udara yang keluar dari orang lain yang dalam tubuhnya terdapat TB. Bahkan, kuman Mycobacterium tuberculosis bisa bertahan di udara selama beberapa jam.
  2. Tuberculosis Limfadenitis
    Sebutan untuk TB yang tidak menyerang paru-paru adalah TB extrapulmonary, contohnya yang paling sering terjadi adalah TB limfadenitis. Ini adalah proses peradangan kelenjar getah bening. Infeksinya bisa menyerang beberapa bagian, termasuk kelenjar di leher.
  3. Tuberculosis Tulang
    Jenis TBC berikutnya adalah skeletal TB atau yang TB tulang. Pada penderitanya, TB telah menyebar dari kelenjar getah bening atau paru-paru ke tulang. Area tulang mana pun bisa terkena, termasuk tulang belakang dan persendian.
    TB tulang jarang terjadi, namun jumlah kasusnya cukup banyak di negara dengan kasus HIV/AIDS tinggi. Sistem imun yang berkurang karena penyakit HIV/AIDS bisa meningkatkan potensi seseorang terserang tuberculosis tulang.
  4. Tuberculosis Liver
    Tuberculosis yang menyerang liver jumlahnya kurang dari 1% dari seluruh infeksi TB yang menyerang manusia. TB liver bisa terjadi karena sebaran dari TB di paru-paru, saluran pencernaan, atau vena portal.
  5. Tuberculosis Meningitis
    Tuberculosis juga bisa menyerang sistem membran tipis yang melindungi otak dan saraf tulang belakang. Tidak seperti jenis meningitis yang memburuk dengan cepat, TB meningitis biasanya perlu waktu sedikit lebih lama untuk menjadi parah.

Gejala dan Pencegahan Penyakit TBC 

Sebelum berkembang menjadi penyakit parah, TBC menghadirkan beberapa gejala yang bisa dikenali. Beberapa gejala yang dari penyakit TBC antara lain berkeringat di malam hari, demam, batuk berkepanjangan hingga 3 minggu lebih hingga batuk lendir dan berdarah. 

TBC merupakan salah satu penyakit berbahaya yang pengobatannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu tindakan pencegahan perlu dilakukan untuk menghindari penyakit tersebut. Untuk melawan penyakit TBC kamu bisa meminum obat yang aktif mencegah serangan penyakit TBC. Atau jika penderita TBC adalah anak-anak, kamu bisa meminta vaksin BCG untuk penderita. Karena vaksin BCG hanya bisa dilakukan kepada anak-anak, tidak ada vaksin BCG untuk orang dewasa. 

Untuk memastikan apakah gejala tersebut merupakan penyakit TBC atau tidak, maka kamu bisa melakukan berbagai tes antara lain tes darah, tes rontgen, tes kulit, dan berbagai jenis tes lain. Tes kulit atau tes mantoux dilakukan dengan menyuntikkan cairan tuberculin ke lengan, sedangkan tes darah dilakukan dengan mengukur reaksi sistem kekebalan terhadap bakteri penyebab TB. Pemeriksaan rontgen dapat dilakukan dengan rontgen di bagian dada dan dilakukan dalam posisi lateral, posteroanterior dan lordotik. 

Bagaimana TBC Menyerang Tubuh? 

Orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah cenderung mudah terinfeksi oleh bakteri penyebab penyakit TBC. Beberapa diantaranya yaitu penderita HIV/AIDS dan anak-anak dibawah usia 5 tahun. Ketika bakteri TBC masuk kedalam tubuh melalui udara, maka bakteri tersebut mulai mengendap dan berkembang di dalam tubuh. Jika mereka tidak memiliki sistem kekebalan tubuh yang cukup untuk melawannya, maka beberapa hari-minggu setelah terpapar, orang tersebut akan mengalami infeksi. 

Bahaya TBC adalah salah satu penyakit yang paling menular
Penyakit TBC adalah salah satu penyakit yang paling menular

Berbagai Bahaya TBC yang Harus Kamu Ketahui 

1. Menimbulkan Infeksi Paru-Paru 

Walaupun bisa menyerang organ tubuh lain, namun penyakit TBC lebih banyak menyerang organ paru-paru. Jika dibiarkan lebih lanjut, maka TBC mampu menimbulkan infeksi penyakit paru-paru yang dapat memperparah kesehatan di masa depan. Jika dibiarkan tanpa perawatan intensif, maka penyakit TBC ini dapat merenggut nyawa. 

2. Menyebabkan Kematian dengan Jumlah Tertinggi 

Berdasarkan data WHO tahun 2014, diketahui bahwa TBC merupakan salah satu jenis penyakit dengan tingkat kematian tertinggi. Data di tahun tersebut menunjukkan bahwa 1,5 juta orang meninggal karena penyakit ini. Sedangkan 1,4 miliar orang di dunia atau hampir seperempat populasi manusia saat ini telah terinfeksi oleh TBC. Oleh karena itu tak heran jika TBC menyebabkan kematian tertinggi bila dibandingkan dengan HIV/AIDS. 

3. Bahaya TBC : Mampu Menginfeksi dengan Cepat 

TBC merupakan salah satu jenis penyakit dengan kecepatan infeksi yang tinggi karena bakteri dapat mudah masuk kedalam tubuh melalui udara. Oleh karena itu orang-orang dengan risiko TBC tertinggi seperti keluarga penderita, orang yang bekerja di instansi rumah sakit hingga 

penderita sistem imun lemah harus mendapatkan perhatian khusus untuk mencegah paparan TBC dari penderita. 

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Mengenal Manfaat Vitamin D alias Vitamin Dewa
7 Fakta Vitamin C Yang Harus Kamu Ketahui
9 Manfaat Buah Tomat untuk Kesehatan Badan

4. Menyebabkan Komplikasi Penyakit Lain 

Jika seseorang sudah terserang penyakit TBC, maka akan sangat mudah baginya untuk mendapatkan berbagai komplikasi penyakit lain. Hal ini bisa terjadi karena bakteri yang telah berkembang di dalam paru-paru akan menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung, ginjal, dan hati melalui pembuluh darah. Oleh karena itu untuk menghindari komplikasi penyakit, penderita harus segera dirawat intensif setelah positif menderita TBC. 

5. Bahaya TBC : Resisten Obat-Obatan 

Penderita TBC biasanya diharuskan mengonsumsi berbagai jenis obat-obatan selama proses penyembuhan. Sayangnya pada beberapa kasus, diketahui bahwa pemberian obat-obatan dalam jangka Panjang mampu menimbulkan efek resistensi yang menjadikan bakteri menjadi kebal terhadap obat-obatan tersebut. 

TBC merupakan salah satu penyakit berbahaya yang sangat mematikan. Untuk menghindari penyakit tersebut sebisa mungkin kamu harus menghindari orang-orang yang positif menderita TBC. Pencegahan seperti vaksin ketika masa kanak-kanak juga sangat penting untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan bakteri TBC yang masuk. 

Bagaimana Mengobati Penyakit TBC

TBC merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan sejak dini agar dapat mengatasi TBC. Namun, penyakit TBC dapat diobati dengan beberapa cara khususnya dengan obat antibiotik. Jenis antibiotik yang tepat dan lama perawatan akan tergantung pada:

  • Usia dan keadaan umum pasien
  • Apakah mereka menderita TB laten atau aktif
  • Lokasi infeksi
  • Resistensi terhadap obat

Penanganan TBC juga harus melibatkan dokter profesional untuk lebih memahami seberapa parah kondisi TBC pada seseorang. Tidak ada yang dapat memberikan kepastian pengobatan apa dan berapa lama perawatan yang dibutuhkan pada pasien TBC. Semua itu bergantung pada kondisi penderita TBC.

Sangat penting untuk menyelesaikan pengobatan secara tuntas, bahkan jika gejalanya hilang. Jika seseorang berhenti minum obat sejak dini, beberapa bakteri TBC dapat bertahan hidup dan menjadi kebal terhadap antibiotik. Dalam hal ini, orang tersebut dapat terkena TBC yang resistan terhadap obat. Bergantung pada bagian-bagian tubuh yang terkena TBC.

Untuk menjaga sistem imun, kamu bisa mengkonsumsi vitamin dan suplemen. Untuk mendapatkan rekomendasi vitamin dan suplemen yang sesuai dengan pola hidupmu, kamu bisa mengunduh aplikasi Jovee. Jovee adalah aplikasi yang dapat merekomendasikan suplemen sesuai dengan kebutuhan personal. Aplikasi Jovee tersedia melalui Google Play Store maupun App Store. 

Diedit oleh: Aileen Velishya