Cara Menghilangkan Kutil Secara Alami dan Medis

Ditinjau oleh: dr. Irma Lidia

Apakah Anda pernah mendengar tentang penyakit kutil? Atau barangkali Anda juga sedang mengalami penyakit ini, sehingga bertanya-tanya bagaimana cara menghilangkan kutil? Anda berada pada tempat yang tempat. Kali ini tim Ngovee akan membahas tentang kutil secara singkat dan padat.

Kutil adalah benjolan kecil pada kulit yang berbentuk seperti daging dengan tekstur kasar dan berwarna sesuai warna kulit. Memiliki tekstur kasar, beberapa kutil mempunyai bintik hitam di tengahnya. Titik hitam tersebut merupakan pembuluh kapiler yang menggumpal. Sama dengan pembuluh darah lain di dalam tubuh, pembuluh kapiler kutil juga akan mengirimkan suplai darah.

Benjolan kutil ini bisa tumbuh di bagian tubuh manapun, tetapi paling umum terjadi di bagian tangan dan kaki. Meskipun tidak begitu mengganggu, namun kutil yang tumbuh di sela-sela jari kaki kadang menghasilkan rasa nyeri saat sedang berjalan. Kutil juga kurang enak dipandang sehingga bisa merusak penampilan.

Dalam istilah medis, kutil disebut papilloma. Papilloma ini sebenarnya sejenis tumor jinak pada kulit, berasal dari penebalan lapisan luar kulit yang berlebihan. Penyebab utama dari kutil adalah Human papillomavirus (HPV). Virus ini menginfeksi lapisan terluar kulit (epidermis) dan bisa tumbuh dengan sangat cepat.

Penyakit kutil bisa menular melalui luka terbuka di kulit. Anda juga bisa tertular HPV saat kontak langsung dengan kulit seseorang yang terjangkit dengan virus tersebut. Ia bisa juga menular melalui lantai kamar mandi, handuk, sisir, serta alat pribadi lain yang habis dipakai oleh penderita kutil.

Sebetulnya tidak hanya kutil, beberapa penyakit kulit lainnya juga bisa menular melalui pertukaran alat pribadi yang digunakan langsung mengenai kulit. Oleh karena itu, hati-hati ya kalau mau menggunakan alat pribadi secara bersamaan dengan orang lain.

Cara Menghilangkan Kutil Secara Medis

Seiring berjalannya waktu, tubuh Anda dapat membangun sistem perlawanan untuk menyerang virus. Itulah alasan kenapa kutil sebetulnya bisa menghilang dengan sendirinya. Namun, terkadang ada kutil yang butuh waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun sampai kutil tersebut benar-benar hilang sendiri.

Oleh karena itu, banyak orang yang memilih untuk menghilangkannya dengan cepat dengan bantuan dokter. Tujuan penanganan kutil di dokter adalah menghancurkan kutil, merangsang pembangunan sistem imun untuk melawan virus, ataupun keduanya.

Pengangkatan kutil di dokter ini mungkin memakan waktu berminggu-minggu maupun berbulan-bulan. Tapi, kutil bisa saja tumbuh lagi–atau malah menyebar–meski cara menghilangkan kutil dilakukan oleh dokter yang profesional.

Biasanya, dokter akan mulai mengobati kutil dengan cara yang paling tidak menyakitkan. Terutama pada anak-anak. Tergantung dari lokasi kutil, gejala, dan kebutuhan Anda, berikut ini merupakan sejumlah metode yang mungkin direkomendasikan oleh dokter, antara lain:

1.       Obat Peeling atau Salep

Obat peeling atau yang lebih dikenal dengan sebutan salep biasanya diberikan melalui resep dokter. Tetapi, banyak juga salep yang bisa didapatkan di toko obat secara bebas. Biasanya salep yang diperjual belikan secara bebas di apotek digunakan untuk mengatasi kutil yang lebih ringan. Salep yang dijual bebas juga memiliki risiko efek samping yang sedikit, sehingga aman digunakan tanpa resep dokter.

Nah, salah satu zat yang paling sering ditemui dalam salep adalah asam salisilat. Zat ini merupakan zat peeling kuat yang diyakini dapat menghilangkan berbagai masalah kulit. Mulai dari jerawat, psoriasis, dermatitis hingga kutil. Asam salisilat dapat menghilangkan kutil dalam beberapa minggu jika dioleskan setiap hari dan dengan benar.

Zat lain yang biasanya digunakan juga adalah senyawa asam yang bernama Trichloroacetic acid. Tetapi, senyawa ini tidak bisa diperoleh secara bebas di apotek. Zat ini membutuhkan resep dokter karena memiliki efek samping yang lebih berbahaya dibandingkan asam salisilat.

Caranya, rendam bagian kulit yang tumbuh kutil di air hangat selama beberapa menit. Kemudian, keringkan kulit dan oleskan obat langsung pada kutil. Biarkan selama 24 – 48 jam, bisa menggunakan perban atau tanpa perban.

Anda bisa minta penjelasan dari dokter atau apoteker untuk menentukan jenis asam salisilat yang tepat buat kondisi Anda. Bila kutil yang Anda alami cukup parah atau jumlahnya lebih banyak dari umumnya, segera hubungi dokter untuk meminta dosis obat peeling yang lebih kuat.

Penelitian menunjukkan asam salisilat akan lebih efektif jika digunakan bersama dengan metode freezing.

2.   Terapi Freezing (cryotherapy) untuk Menghilangkan Kutil

Freezing atau cryotherapy merupakan terapi beku yang dapat membantu menghilangkan kutil di bagian tubuh mana pun, termasuk yang tubuh di area kelamin dan sangat mengganggu. Prosedur ini direkomendasikan sebagai cara menghilangkan kutil yang cukup efektif.

Terapi beku juga biasa dilakukan kalau Anda ingin mengatasi penyakit kutil dengan cepat. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, perawatan kutil akan efektif ketika pengolesan salep dibarengi dengan terapi beku ini.

Prosedur ini hanya dapat dilakukan oleh dokter. Sebelum prosedur dilakukan, dokter akan memberikan bius lokal di area kulit dimana kutil itu tumbuh agar mencegah rasa nyerinya. Kemudian, dokter akan memotong kutil Anda dengan pisau kecil dan tajam.

Dokter lalu akan mengaplikasikan zat beku dengan lidi kapas atau disemprotkan. Bahan pembeku yang umumnya digunakan adalah nitrogen cair.

3.   Menghilangkan Kutil dengan Operasi Pengangkatan

Seperti operasi pada umumnya. Operasi pengangkatan kutil dilakukan dengan melepaskan jaringan kulit yang terkena kutil sampai ke akar-akarnya sehingga memperkecil kemungkinan kutil akan tumbuh lagi. Prosedur ini mungkin akan meninggalkan bekas luka yang sulit dihilangkan.

4.   Laser

Perawatan dengan laser adalah alternatif untuk menggantikan operasi pengangkatan kutil. Metode medis ini biasanya dipilih bila kutil tidak menunjukkan respons setelah diberi obat atau prosedur lain. Jenis perawatan yang dilakukan salah satunya adalah dengan pulsed-dye laser yang dapat membakar pembuluh darah kecil pada jaringan yang terinfeksi.

Sebelum menjalani perawatan ini, dokter akan memberikan suntikan anestesi terlebih dahulu. Kemudian, laser diarahkan pada bagian yang terkena kutil. Nantinya jaringan kulit akan mati dan membuat kutil terlepas.

Perlu diketahui, bukti keefektifan prosedur ini masih terbatas. Selain itu, laser juga dapat menyebabkan nyeri dan menimbulkan luka.

5.   Imunoterapi

Perawatan ini juga dilakukan untuk pasien yang memiliki kondisi kutil yang lebih parah dan sulit disembuhkan. Imunoterapi menggunakan sistem kekebalan tubuh pasien sendiri untuk melawan virus.

Salah satu jenisnya, imunoterapi menggunakan bahan bernama diphencyprone (DCP). DCP adalah agen pemicu yang bila dioleskan pada kulit yang terkena kutil akan menimbulkan reaksi alergi ringan. Reaksi inilah yang nantinya dapat menghilangkan kutil dengan sistem imun sendiri.

Cara Menghilangkan Kutil Secara Alami

Dalam kasus yang tidak terlalu parah, kutil biasanya dapat hilang sendiri. Hal ini karena penyebab penyakit kutil adalah virus yang dengan sendirinya dapat dikenali oleh sistem imun dan dilawan olehnya. Selain itu, terdapat juga bahan-bahan alami yang bisa digunakan untuk menghilangkan kutil, diantaranya:

1.       Cuka Apel

Cuka apel mengandung zat asam yang diyakini bisa membunuh beberapa jenis bakteri dan virus penyebab kutil. Untuk menerapkannya, Anda bisa bisa mencelupkan kapas ke wadah yang telah diisi cuka apel. 

Tempelkan kapas itu di area yang ditumbuhi kutil semalaman dan lepaskan keesokan paginya. Lakukan cara ini secara rutin dan berulang setiap malam. Perlu diingat, jangan sampai kapas yang kontak langsung dengan kutil mengenai bagian kulit lainnya, apalagi yang ada luka terbuka.

2.       Bawang Putih

Bawang putih dikenal mengandung antioksidan yang cukup tinggi. Selain itu, bawang putih juga mengandung antivirus dan antibakteri yang mungkin dapat membantu mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus seperti kutil.

Cara penggunaannya adalah dengan mengoleskan sedikit minyak zaitun pada area kutil kemudian letakkan irisan tipis bawang putih dan tutup menggunakan plester. Metode ini mungkin akan memberikan sensasi sedikit panas.

Untuk hasil yang maksimal, ulangi langkah ini setiap malam selama dua minggu sampai kutil mulai menghilang. Jangan lupa untuk tidak membuang dan membersihkan irisan tipis bawang putih yang ditutup plester tadi.

3.       Lidah Buaya

Lidah buaya dapat meredakan rasa gatal dan perih, serta memiliki potensi sebagai obat alami untuk merawat kesehatan kulit dan menghilangkan kutil.

Sebuah penelitian pada 2016 membuktikan bahwa aloe vera dapat bekerja melawan virus herpes simpleks tipe 1. Tapi, belum ada penelitian yang spesifik mengamati efektivitasnya terhadap HPV.

Meski begitu, boleh saja bila Anda ingin mencoba lidah buaya sebagai salah satu obat alami kutil. Cukup oleskan gel lidah buaya di atas kutil sebanyak dua sampai tiga kali sehari. Ulangi langkah selama beberapa hari sampai kutil menghilang.

4.       Suplemen Vitamin C

Vitamin C dikenal memiliki segudang manfaat, terutama untuk menambah daya tahan tubuh. Nah, untuk menghilangkan kutil, caranya bukan dengan meminum suplemen vitamin C, melainkan dengan menghancurkan tablet vitamin C. Kemudian, campurkan bubuk tablet yang sudah dihancurkan tersebut dengan sedikit air. Aduk hingga mirip dengan tekstur pasta.

Setelah itu, oleskan pasta vitamin C tersebut pada area kulit yang tumbuh kutil. Kemudian tutup dengan plester. Lepaskan plester di malam hari saat ingin tidur agar terkena udara.

Metode ini belum terbukti secara medis dengan pasti, tetapi boleh dicoba mengingat kandungan dalam suplemen vitamin C yang sangat baik dan efek sampingnya yang bisa dibilang hampir tidak ada.

5.   Minyak Kastor dan Baking Powder

Oleskan campuran minyak kastor dan baking powder dengan kapas atau cotton bud pada kutil. Tutup dengan plester selama semalam, kemudian ganti pada pagi harinya. Bahan ini akan menyebabkan iritasi pada kutil sehingga membuatnya terkelupas. Cara tersebut dianggap lebih efektif dalam mengatasi kutil yang berbentuk datar di wajah dan punggung tangan.

Nah, itulah beberapa cara menghilangkan kutil baik secara medis maupun secara alami yang dapat tim Ngovee kumpulkan. Yang menjadi catatan penting adalah kalau kutil yang Anda alami terasa parah dan sangat mengganggu, segera hubungi dokter agar dapat diatasi secara profesional.

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Inilah Beberapa Penyebab dan Cara Mencegah Penyakit Mata Ikan dan Kapalan
5 Vitamin untuk Kulit Alami dari Makanan
8 Cara Mengatasi Masalah Kulit yang Terbakar Matahari
Penyakit Masuk Angin, Beneran Ada?
Aneka Makanan Sehat untuk Meningkatkan Imun Tubuh
Cara Membuat Masker Kain, Pelajari Disini!

Menurut dr. Irma Lidia, tim dokter Jovee, “Cara-cara menghilangkan kutil secara alami kebanyakan belum terbukti, bila tidak kutil tidak kunjung hilang ataupun malah menjadi iritasi dapat dikonsultasikan ke dokter untuk penanganan yang lebih tepat, misalnya menghilangkan kutil dengan alat kauter”

Apabila Anda ingin menggunakan cara alami dalam menghilangkan kutil, perlu diperhatikan kalau plester atau benda lain yang mengenai kutil jangan sampai bersentuhan langsung dengan bagian kulit lain, terutama jika Anda memiliki luka terbuka. Hal ini bisa mengakibatkan penularan ke area lain.

Untuk menghindari tertular virus HPV dan penyakit kulit lainnya, termasuk penyakit kutil. Usahakan agar Anda tidak bertukar alat pribadi dengan orang lain, terutama alat-alat seperti handuk, baju, pakaian dalam dan alat-alat yang memiliki kontak langsung dengan kulit.

Ingin mengetahui informasi kesehatan terpercaya? Daftarkan email Anda di Ngovee. Untuk mendapatkan suplemen dan vitamin spesial buat Anda, unduh aplikasi Jovee. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Penulis: Fadhel Yafie

Referensi:

American Academy of Dermatology Association. (n.d.). Warts.

Harvard Medical School (2019), How To Get Rid of Warts.

Healthline (2020), 12 Ways to Remove a Wart on Your Finger.

Mayo Clinic (2020), Common Warts.

National Health Services UK. 2017. Warts and verrucas.