Waspadai Ciri-Ciri Virus Corona Ini!
Falla Adinda, dr

Beberapa ciri-ciri virus corona (Covid-19) yang kerap menjangkiti pasien di antaranya adalah batuk, pilek, demam, gangguan pernapasan, letih, lesu, dan mengalami sakit tenggorokan. Ciri tersebut yang banyak dialami oleh penderita corona. 

Coronavirus (CoV) merupakan keluarga besar virus yang mengakibatkan penyakit seperti flu biasa sampai yang lebih lebih parah seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV). 

Novel coronavirus (nCoV) merupakan jenis virus baru. Sebelumnya virus ini belum teridentifikasi pada manusia. Riset yang dilakukan menemukan bahwa SARS-CoV menular dari kucing luwak ke manusia. Sedangkan MERS-CoV menyebar dari unta dromedaris ke manusia. 

WHO menjelaskan beberapa ciri-ciri virus corona secara umum adalah terjadinya demam, batuk, sesak napas, dan sulit bernapas. Sedangkan pada kasus yang lebih parah, corona ini dapat menyebabkan terjadinya  sindrom pernapasan akut, pneumonia, gagal ginjal, dan kematian.  

Penelitian tentang Corona

Menarik menyimak riset yang dimuat di The New England Journal of Medicine mengenai karakteristik Coronavirus. Dalam riset yang dilakukan oleh Wei-jie Guan, Ph.D dkk tersebut, diteliti sebanyak 1.099 pasien Corona yang berada di 552 rumah sakit di 30 provinsi di China mulai dari 11 Desember 2019 sampai 29 Januari 2020. 

Dalam riset itu ada beberapa hal yang menarik, yaitu:

1. Usia rata-rata pasien adalah 47 tahun. Secara usia memang usia 40 tahun ke atas tergolong rentan mengingat sistem metabolisme tubuh cenderung melambat. Selain itu tingkat ketahanan tubuh pun tidak sebaik yang berusia muda. 

2. 41,9% pasien adalah perempuan. Atau dengan kata lain sekitar 59% merupakan pasien laki-laki. Untuk gender yang terkena penyakit corona ini relatif berimbang antara perempuan dan laki-laki. 

3. Gejala paling umum penyakit corona adalah demam (43,8% saat masuk rumah sakit dan 88,7% selama rawat inap) dan batuk (67,8%). Gejala berikutnya adalah mual atau muntah (5,0%) dan diare (3,8%). 

4. Pasien corona juga ketika pertama kali diperiksa di rumah sakit, juga banyak yang tidak mengalami demam. 

5. Saat masuk rumah sakit, 83,2% pasien corona mengalami limfositopenia. Seseorang mengalami kondisi Limfositopenia ketika jumlah limfosit kurang dari 1500 sel per milimeter kubik. 

Selain itu, 36,2% pasien mengalami trombositopenia dan 33,7% mengalami leukopenia. Di samping itu, sebagian besar pasien mengalami peningkatan kadar protein C-reaktif.

6. Perawatan dan pengobatan pasien corona dilakukan secara intensif. Dalam riset tersebut disebutkan mayoritas pasien (58,0%) menerima terapi antibiotik intravena, 35,8% pasien menerima terapi oseltamivir; 41,3% mendapatkan terapi oksigen, dan ventilasi mekanik 6,1%.

Adapun durasi rata-rata rawat inap pasien corona adalah 12,0 hari (rata-rata, 12,8). Selama masuk rumah sakit, sebagian besar pasien menerima diagnosis pneumonia dari dokter (91,1%), diikuti oleh ARDS (3,4%) dan syok (1,1%). 

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Tangkal Corona dengan Suplemen Echinacea dan Noni
Coronavirus: Cara Cuci Tangan Yang Baik dan Benar
Coronavirus: Apa Yang Harus Kamu Ketahui Tentang COVID-19

Ciri Kamu Mengidap Coronavirus

Itulah fakta penting mengenai penelitian terkait corona. Nah, untuk mencegah maupun cepat tanggap ketika ada orang di sekitar yang mungkin terjangkit penyakit ini, kamu wajib mengenal ciri virus corona tersebut. Berikut ini gejala yang sering dialami penderita corona. 

1. Demam (Suhu Tinggi atau Menggigil)

Seperti riset di atas disebutkan demam merupakan gejala paling umum yang terjadi pada penderita corona. Suhu tubuh normal umumnya berada antara 36 sampai 36,8 derajat celcius. Ketika suhu tubuh mencapai 38 C atau lebih tinggi, maka ini sudah masuk kategori demam. 

Selain dengan memeriksakan diri ke dokter, pasien juga harus beristirahat. Pastikan juga kebutuhan cairan tercukupi

2. Batuk

Umumnya penderita corona mengalami batuk kering. Menurut WHO, jumlah penderita dengan gejala batuk kering itu mencapai 67,7 persen. Sedangkan sisanya mengalami batuk berdahak. 

3. Lelah

Umumnya penderita corona juga terlihat mudah capek. Bahkan pasien corona yang parah akan sulit untuk bangun maupun untuk bergerak. 

4. Sesak nafas

Dari banyak kasus cukup sering penderita corona mengalami sesak nafas. Mungkin penyebab sesak napas itu karena kadar oksigen yang rendah dalam darah. 

Selain keempat ciri-ciri virus corona tersebut, ada juga ciri lainnya seperti pasien mengalami sakit tenggorokan, sakit kepala, mual atau muntah, hidung tersumbat diare hingga hemoptisis dan kongesti konjungtiva. Tidak setiap ciri tersebut muncul pada setiap orang. Tiap orang bisa memiliki gejala yang tidak sama. Namun secara umum, gejala tersebut yang sering muncul pada penderita penyakit ini. 

Untuk mencegah agar tubuh tidak gampang terkena virus corona, beberapa hal yang bisa dilakukan seperti:

  • Rutin membersihkan tangan dengan cairan pencuci, baik berupa alkohol maupun sabun. 
  • Hindari kontak jarak dekat dengan orang yang mengalami gejala flu
  • Menguatkan sistem imun tubuh dengan mengkonsumsi suplemen yang tepat. 

Ya, wabah corona ini memang menjadi perhatian semua orang di dunia saat ini. Menjaga kesehatan diri dengan menguatkan sistem imun tubuh adalah hal yang harus dilakukan setiap orang. Jovee menyediakan paket suplemen lengkap untuk 30 hari yang bisa menguatkan daya tahan tubuh.

Simak selengkapnya di Mencegah Corona COVID-19 | Corona COVID19 I Jovee.id . Mari mulai hidup sehat dengan terus mengkonsumsi suplemen bermanfaat untuk tubuh. 

Untuk informasi kesehatan lainnya, simak hanya di Ngovee.

Referensi: 

Harvard Education

World Health Organization

New England Journal of Medicine

Health Service Executive

Diedit oleh: Aileen Velishya