Coronavirus: 7 Fakta dan Mitos Mengenai Covid19
Dr. Fala Adinda

Kabar mengenai Coronavirus bisa didapat darimana saja. Di era teknologi ini, masyarakat tidak hanya mendapat berita melalui televisi, radio ataupun koran lagi. Segalanya mudah didapatkan dari mulai dari media sosial seperti Instagram, Facebook dan Twitter hingga beredar pesan berantai melalui Whatsapp baik secara chat personal maupun dalam grup. Yang menjadi permasalahan adalah terkadang semua kabar berita tersebut tidaklah benar. Kebanyakan merupakan mitos mengenai covid19 ataupun hoax yang sudah terlanjur tersebar dengan luas.

Dalam artikel ini, tim Ngovee akan merangkum beberapa mitos mengenai Covid19 yang dilansir dari berita CNN.

Fakta dan Mitos Mengenai Covid19

#1. Jika kamu dapat menahan napas selama lebih dari 10 detik tanpa batuk atau sesak, maka kamu tidak memiliki Coronavirus

Mitos. Ketika seseorang memiliki infeksi virus secara akut, penderita akan kesulitan untuk mengambil napas panjang dan tidak batuk karena saluran udaranya mengalami iritasi. Dapat menahan nafas selama 10 detik tidak berarti kamu tidak memiliki Coronavirus.

#2. Minum air dapat melindungi kamu dari Coronavirus, karena jika kamu tidak minum air dengan cukup, virus dapat masuk ke paru-paru. Lakukan ini setiap 15 menit sekali untuk mencuci virus dari tenggorokan langsung ke perut agar asam di lambung membunuh virus Covid19.

Mitos. Tidak ada bukti medis yang menunjukkan virus yang menyebabkan penyakit pernapasan dapat mati dengan cara seperti itu. 

#3. Minum air garam dapat membunuh Coronavirus

Mitos. Tidak ada bukti medis yang menunjukkan virus yang menyebabkan penyakit pernapasan dapat mati dengan cara seperti itu. 

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Seberapa Pentingnya Social Distancing Dalam Melawan Coronavirus
Immunity Booster: Vitamin Yang Bagus Untuk Mencegah Corona
Mengenal Tes Coronavirus dan Rumah Sakit Rujukan Corona

#4. Kalau kamu mengalami bersin-bersin, itu hanya demam biasa, bukan Covid19. Penderita Covid19 akan mengalami gejala pneumonia yaitu batuk kering tanpa bersin-bersin.

Mitos. Bersin-bersin dapat menjadi gejala flu, alergi atau penyakit lainnya. Walaupun banyak pasien Covid19 mengalami batuk kering, orang dengan Coronavirus juga dapat mengalami batuk berdahak ataupun bersin-bersin.

#5. Jika kamu terjangkit Coronavirus, kamu akan menderita pneumonia dan sakit tenggorokan.

Mitos. Tidak semua orang yang terjangkit Coronavirus mengalami gejala pneumonia dan sakit tenggorokan. Terdapat beberapa orang dengan Covid19 yang tidak memiliki gejala sama sekali (asimtomatik).

#6. Jika kamu terjangkit Coronavirus, kamu akan mengalami gejala seperti tenggelam.

Mitos. Gejala yang dialami bukan seperti itu. Dan banyak pasien Covid19 yang tidak mengalami gejala infeksi nasal sama sekali.

#7. Ketika pengidap Covid19 mengalami batuk dan demam, paru-paru mereka biasanya sudah 50% mengalami fibrosis

Mitos. Fibrosis adalah kondisi dimana paru-paru luka yang dapat menyebabkan gagal pernapasan. Fibrosis hanya terjadi di sangat sedikit kasus Covid19. 80% pasien Covid19 hanya mengalami gejala sedang dan tingkat pemulihan yang tinggi. Periode inkubasi dimulai dari 2 hingga 14 hari.

Gejala mulai muncul di hari ke lima atau ke enam. Minggu pertama gejala yang mungkin muncul adalah batuk, sakit tenggorokan, demam dan pegal-pegal. Hanya sedikit kasus yang mengarah ke gejala pernapasan ataupun fibrosis.

Walaupun Coronavirus sudah menjadi pandemi dan isu kesehatan secara global, penyebaran informasi yang salah berupa mitos ataupun hoax dapat menjadi berbahaya.

Jika kamu tidak yakin apakah berita yang kamu baca valid atau tidak, cek sumber berita tersebut, apakah dari portal media yang kredibel? Sumber berita terbaik adalah dari portal media kesehatan ataupun berita nasional yang sudah tervalidasi sumbernya, bukan sosial media ataupun pesan berantai yang ditemukan di Whatsapp.

Ingin tahu informasi kesehatan lainnya? Daftarkan email kamu hanya di Ngovee.

Jaga selalu daya tahan tubuh dengan suplemen dari Jovee. Tersedia di Playstore dan Appstore.

Referensi: CNN, ‘One Dangerous Coronavirus ‘Self-check Test’ is Circulating on Social Media. Here’s Why You Should Avoid It’, 2020.

Ditulis oleh: Aileen Velishya