Diabetes Melitus, Kenali Gejalanya
Dr. Fala Adinda

Gangguan diabetes melitus merupakan kondisi dimana jumlah atau kadar gula dalam darah seseorang melebihi ambang batas normal yang disarankan. Kadar glukosa atau gula dalam darah yang melebihi normal ini tentu tidak baik karena dapat berakibat terhadap beragam gangguan fungsi organ tubuh yang lainnya.

Diabetes melitus dapat diketahui dengan memeriksakan gula darah secara rutin di instansi kesehatan ataupun melihat gejala yang menyertainya.

Berapa Kadar Gula Yang Normal 

Kadar gula darah yang normal sebelum makan atau saat puasa adalah kurang dari 100mg/dL selama 8 jam. Dan kurang dari 140mg/dL 2 jam setelah makan. Biasanya, kadar gula darah yang normal berada pada titik rendah sebelum makan, sekitar 70 – 80 mg/dL. Untuk beberapa orang, kadar gulanya bisa di sekitar 60 ataupun 90, dan itupun masih dalam kadar normal. 

Diagnosis Diabetes Melitus

Untuk mengetahui apakah kamu menderita diabetes melitus atau tidak, kamu dapat melakukan beberapa tes dengan dokter, seperti cek glukosa atau kadar gula darah setelah puasa selama 8 jam.

Jika lebih dari 126 mg/dL, maka kamu memiliki diabetes. Selain itu, kamu juga bisa mengecek kadar toleransi glukosa dengan cara mendapatkan minuman gula setelah berpuasa 8 jam, jika setelah 2 jam kemudian kadar gula darah melebihi 200 mg/dL, hal itu menandakan diabetes melitus.

Cara yang terakhir adalah dengan melakukan tes secara acak dan hasilnya melebihi 200 mg/dL, dan kamu menunjukan gejala-gejala diabetes. Segera konsultasi ke dokter jika kamu menunjukkan gejala diabetes. Bahaya diabetes akan terasa jika tidak dideteksi sejak dini.

Melakukan pengetesan gula darah adalah langkah cepat untuk mendeteksi diabetes
Melakukan pengetesan gula darah adalah langkah cepat untuk mendeteksi diabetes

Jenis Penyakit Diabetes Melitus

Penyakit diabetes dibagi menjadi dua jenis yaitu tipe 1 dan tipe 2. Penyakit diabetes tipe 1 lebih umum disebabkan oleh faktor risiko berupa riwayat keturunan dalam keluarga. Seorang dengan anggota keluarga menderita diabetes lebih berisiko terserang diabetes. Faktor usia juga menjadi salah satu faktor risiko terbesar. Penelitian menunjukkan anak-anak usia 4 sampai 7 tahun berisiko lebih besar terkena diabetes tipe 1.

Untuk diabetes tipe 2 paling banyak disebabkan oleh faktor risiko berupa berat badan yang berlebih atau sering disebut obesitas. Seseorang yang kurang bergerak juga lebih berisiko terserang diabetes tipe 2. Oleh karena itu olahraga secara rutin sangat baik untuk mencegah terserang diabetes. Bisa dikatakan diabetes tipe 2 paling utamanya ditimbulkan oleh gaya hidup tak ideal atau tidak sehat. 

Gejala Diabetes Melitus

Gejala diabetes baik itu tipe 1 maupun tipe 2 bisa dikatakan sama. 

1. Sering Buang Air Kecil 

Seseorang yang merasa terus-menerus ingin buang air kecil padahal ia jarang mengkonsumsi cairan bisa jadi merupakan gejala diabetes. Frekuensi buang air kecil ini semakin meningkat terutama ketika malam hari. apabila ini terjadi pada kamu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan.

2. Luka Sulit Sembuh

Luka yang lama atau bahkan sulit untuk sembuh dan mengering merupakan tkamu yang sangat khas bagi penderita diabetes. Penderita diabetes yang semakin parah bahkan harus menjalani proses amputasi oleh dokter karena luka yang sulit mengering. Akibat luka yang sulit sembuh dan mengering ini, luka tersebut bisa membusuk dan menyebar ke bagian tubuh yang lainnya.

3. Rasa Lapar Meningkat

Seseorang dengan diabetes akan merasakan keinginan untuk makan. Hal ini didorong oleh rasa lapar terus menerus yang mereka rasakan. Tentunya hal ini berkebalikan dengan diet mengurangi konsumsi makanan yang harus mereka jalani.

4. Pandangan Menjadi Kabur

Pkamungan menjadi kabur merupakan salah satu tkamu atau gejala penyakit diabetes. Pkamungan penderita lama-kelamaan akan kabur bahkan tak bisa melihat sama sekali.

5. Berat Badan Turun Drastis

Jika pada awalnya penderita diabetes memiliki berat badan berlebih atau obesitas hingga menyebabkan mereka mengalami diabetes, maka lama-kelamaan berat badan turunnya menyusut secara drastis. Berat badan penderita akan turun tanpa sebab yang jelas.

6. Mudah Lelah

Penderita diabetes memiliki tumpukan gula darah yang berlebih di dalam tubuhnya. Sayangnya, gula yang menumpuk ini tidak dapat dibakar secara optimal karena adanya masalah pada hormon seperti insulin. Hal ini menyebabkan penderita merasa lebih mudah lelah dan lemas tatkala beraktivitas. Penderita pun menjadi tidak produktif dalam menjalankan aktivitasnya.

7. Rasa Haus Berlebihan

Dengan hilangnya air dari tubuh karena sering buang air kecil, penderita diabetes sering merasa haus dan membutuhkan banyak air. Rasa haus yang berlebihan berarti tubuh mencoba mengisi kembali cairan yang hilang itu. Sering buang air kecil dan rasa haus berlebihan merupakan beberapa cara tubuh untuk mencoba mengelola gula darah tinggi.

8. Kesemutan atau Mati Rasa

Kesemutan dan mati rasa di tangan dan kaki, bersamaan dengan rasa sakit yang membakar atau bengkak, adalah tanda bahwa saraf sedang dirusak oleh diabetes. Masih seperti penglihatan, jika kadar gula darah dibiarkan merajalela terlalu lama, kerusakan saraf bisa menjadi permanen.

Pada diabetes, gula darah yang tinggi bertindak bagaikan racun. Diabetes sering disebut ‘Silent Killer’ jika gejalanya terabaikan dan ditemukan sudah terjadi komplikasi. Jika Anda memiliki gejala ini, segera tes gula darah atau berkonsultasi ke petugas kesehatan.

9. Bercak Gelap pada Kulit

Bercak kulit gelap yang terbentuk di lipatan leher, ketiak, atau selangkangan juga dapat menandakan risiko diabetes yang lebih tinggi. Kondisi kulit ini dikenal sebagai Acanthosis nigricans.

10. Gatal dan Infeksi Jamur

Kelebihan gula dalam darah dan urine menyediakan makanan untuk jamur, yang dapat menyebabkan infeksi. Infeksi jamur cenderung terjadi pada area kulit yang hangat dan lembap, seperti mulut, area genital, dan ketiak.

Daerah yang terkena biasanya gatal, tetapi seseorang penderita diabetes juga bisa mengalami rasa terbakar, kemerahan, dan nyeri.

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Mengenal Bahaya Coronavirus, Gejala dan Pencegahannya
Mengenal Diabetes, Gejala, Pengobatan dan Pencegahannya
7 Gaya Hidup Tidak Sehat Penyebab Diabetes Melitus

Komplikasi Diabetes Melitus

Gangguan diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada beberapa organ tubuh lainnya seperti berikut ini:

1. Organ Ginjal

Gagal ginjal merupakan komplikasi yang paling umum menyerang penderita diabetes. Tatkala jumlah glukosa dalam tubuh berlebih, maka lama kelamaan hal ini akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah kecil di ginjal. Akibatnya, ginjal pun akan kesulitan untuk menjalankan fungsinya untuk detoksifikasi racun dalam tubuh. Nefropati diabetic merupakan masalah pada ginjal yang terkait dengan diabetes. 

2. Organ Pankreas

Organ pankreas sangat penting dalam kaitannya terhadap penderita diabetes karena berperan dalam produksi hormon insulin untuk tubuh. Hormon insulin sendiri memiliki manfaat untuk menyerap kelebihan gula dalam darah agar dapat diubah menjadi energi. Tatkala jumlah glukosa dalam darah berlebih, maka organ pankreas lama-kelamaan kesulitan untuk memproduksi hormon insulin dan mengakibatkan kerusakan organ.

3. Jantung Serta Pembuluh Darah

Efek diabetes lainnya adalah kerusakan pada jantung dan juga pembuluh darah. Tatkala glukosa terlalu tinggi kadarnya di tubuh, maka plak lama kelamaan akan menumpuk di pembuluh darah. Hal ini akan membuat pembuluh darah keras dan menyempit.

Pengobatan Penderita Diabetes 

Pengobatan penderita diabetes yang tepat harus melalui konsultasi dengan dokter. Pengobatan pun bisa berbeda-beda tergantung kondisi kesehatan penderita. Pada umumnya pengobatan untuk penderita diabetes yang akan disarankan dokter adalah sebagai berikut: 

1. Terapi Insulin 

Suntik insulin mungkin akan disarankan untuk membantu meningkatkan hormon insulin agar gula darah terserap. 

2. Konsumsi Obat Diabetes 

Terdapat beberapa obat yang dapat dikonsumsi secara oral untuk para penderita diabetes, salah satunya adalah metformin. Obat metformin berfungsi untuk menurunkan gula darah yang diproduksi oleh hati. Obat ini akan diresepkan oleh dokter untuk diabetes tipe 2. 

3. Mengubah Pola Hidup 

Pola hidup yang harus diubah termasuk makanan hingga olahraga teratur. Konsumsi sayur dan buah-buahan segar yang kaya serat dan vitamin. Serat membantu penyerapan zat sisa dalam tubuh dan membantu membuangnya dari tubuh. 

Itulah beberapa informasi mengenai penyakit diabetes, bahaya dan gejalanya. Jika kamu mengidap diabetes, konsultasikan kepada dokter kamu mengenai metode pengobatan yang harus dijalani.

Ingin mengetahui informasi kesehatan lainnya? Simak selengkapnya di Ngovee dan daftarkan email kamu untuk berlangganan newsletter.

Kamu penderita diabetes? Tebus obatmu dengan Lifepack dan dapatkan obat-obatan anda dalam satu blister setiap bulan.

Diedit oleh: Aileen Velishya