Fakta Penyakit HIV di Indonesia, Penderita & Pencegahannya
Dr. Fala Adinda

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda 

Fakta Penyakit HIV di Indonesia, Penderita & Pencegahannya, seiring berjalannya waktu, semakin meningkat. Indonesia adalah salah satu wilayah dengan penderita HIV yang cukup banyak. Pada tahun 2018, Indonesia memiliki 640.000 populasi manusia yang mengidap penyakit HIV. 

Sementara itu, infeksi HIV terjadi tiap tahun dari seseorang yang tidak terinfeksi menjadi terinfeksi sebesar 0.17 persen. Pada rentang usia 15 hingga 49 tahun, 0.4% diantaranya mengidap HIV. Sejumlah 46.000 dinyatakan terinfeksi HIV dan 38.000 nyawa melayang akibat terinfeksi penyakit HIV. 

Jika dibandingkan pada tahun 2010, tentu saja terjadi peningkatan angka kematian akibat penyakit HIV di tahun 2018 yaitu sebesar 60%. Lebih tepatnya dari angkat 24.000 kematian menjadi 38.000 kematian.

Meski demikian, ada pengurangan penderita yang baru saja terinfeksi dari tahun 2010 dimana dari angka 63.000 menjadi 46.000 pada periode yang sama. 

Namun tidak semua orang paham betul mengenai apa itu HIV dan AIDS, bagaimana cara penanggulangannya dan gejalanya. Penyebab HIV dan AIDS pun terkadang tidak diketahui dengan jelas oleh masyarakat Indonesia, sehingga penderitanya kerap masih mendapat stigma buruk di masyarakat. 

Mari simak beberapa fakta tentang HIV di Indonesia: 

Fakta Tentang Penyakit HIV di Indonesia 

Berdasarkan bayangan 90-90-90, pada tahun 2020 mendatang, sebesar 90% masyarakat penderita HIV akan mengetahui status kesehatannya yang terserang oleh virus HIV, sebesar 90% pula masyarakat yang positif HIV akan melakukan perawatan demi menjaga kondisinya, terakhir sebesar 90% masyarakat yang menjalani perawatan akan menderita berbagai penyakit lain karena mudah terserang oleh virus. 

Menuju target 90-90-90 di atas, sebesar 81% masyarakat yang menderita HIV tengah menjalani perawatan dan 73% diantaranya menderita berbagai penyakit karena sistem imunnya yang drop.

Sementara itu, di Indonesia pada tahun 2018 lalu 51% penderita HIV mengetahui kondisinya yang terserang oleh AIDS dan 17% diantaranya tengah menjalani perawatan atau penanganan medis. 

Sebesar 620.000 orang yang menderita HIV, 220.000 (35.48%) diantaranya adalah wanita. Sedangkan 9600 infeksi HIV dialami oleh wanita muda dan 14000 diantaranya pria muda. Perawatan HIV antara wanita dan pria sejatinya tidaklah berbeda. 

Apa itu HIV dan AIDS 

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem imun atau kekebalan tubuh seseorang. HIV menginfeksi dan menghancurkan sel CD4, sehingga penderitanya rentan diserang penyakit. 

Sedangkan AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah kelanjutan dari infeksi HIV yang jika tidak ditangani akan mengarah ke stadium akhir. Pada tahap ini, tubuh sudah tidak memiliki kemampuan untuk melawan infeksi sepenuhnya. 

Apakah yang kamu bayangkan ketika mendengar seseorang terinfeksi HIV? Maka, harapan usia hidupnya tidak akan lama bukan? Pasalnya, sistem kekebalan tubuh penderita HIV akan diserang habis-habisan hingga akhirnya banyak penyakit yang dideritanya. 

Sementara itu, seorang penderita HIV akan menularkan penyakitnya pada pasangannya apabila berhubungan seksual. Lebih parahnya, apabila seorang penderita HIV hamil, akan dipastikan anak yang dikandungnya juga menderita penyakit yang sama. Masalahnya, apakah HIV tersebut bisa diobati? 

Pengobatan Penyakit HIV dan AIDS 

Jika sebelumnya belum ditemukan adanya obat yang diyakini mampu mengobati Orang dengan HIV/AIDS (ODHA), maka sekarang seorang ODHA bisa berinteraksi, bekerja, dan tidak akan menularkan penyakitnya pada istri serta anak-anaknya. 

Pasalnya, telah ada Antiretroviral (ARV) yang hadir untuk menekan virus HIV/AIDS dalam tubuh seorang penderita. Dengan kata lain, walaupun belum ada obat untuk menyembuhkan HIV dan AIDS, tapi ada obat untuk memperlambat perkembangan penyakit itu. 

Selama kamu memastikan ODHA mengonsumsi obat ARV ini secara teratur dan rutin tanpa tertinggal sekalipun, maka mereka akan dapat hidup selayaknya tidak menderita HIV/AIDS. ARV dapat meningkatkan harapan hidup penderita. 

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
8 Cara Mencegah Hipertensi Yang Harus Diketahui
Cegah Kanker Payudara dengan 8 Hal Ini
6 Cara Menjaga Kesehatan Liver Dengan Mudahg Harus Diketahui

Fakta Penderita Penyakit HIV dan AIDS 

Pada umumnya, seorang yang menderita HIV/AIDS tidak akan terlihat terinfeksi pada mulanya. Kemudian, baru teridentifikasi setelah menderita HIV ketika sudah dalam keadaan sakit berat, seperti mengalami infeksi oportunistik, seperti TBC, infeksi otak, dan penyakit lainnya. 

Namun, setelah ARV hadir di Indonesia, kasus HIV/AIDS mulai menurun dan mulai banyak ditemukan penderita dalam keadaan belum ada gejala. 

Jadi, misalnya, ketika ada seorang suami masuk ke rumah sakit dan diperiksa HIV/AIDS ternyata hasilnya positif, maka istrinya wajib melakukan tes HIV juga. Meskipun belum terinfeksi, istri tersebut tetap harus diberikan ARV. Banyak manfaat yang diperoleh ketika penderita HIV mengonsumsi ARV yaitu lebih sehat, produktif, dan berkeluarga. 

Mencegah HIV dan AIDS 

Jika diminta untuk memilih, pasti tidak ada orang yang ingin menderita HIV meski bisa mengobatinya dengan ARV. Oleh karena itu, pastikan untuk menerapkan upaya pencegahan penyakit HIV melalui cara berikut ini. 

Gunakan Kondom Saat Berhubungan Seksual

Hingga saat ini, sebenarnya masih belum ditemukan vaksin untuk mencegah HIV dan perawatannya. Namun, salah satu langkah ini bisa mencegah penularan penyakit HIV pada seseorang. Yaitu dengan menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual. 

Tidak hanya pria, wanita juga bisa menggunakan kondom khusus wanita. Apabila menggunakan pelumas, pastikan berbahan dasar air. Sebab, pelumas dengan bahan dasar minyak akan melemahkan, bahkan merusak kondom. 

Jujur pada Pasangan

Hal ini adalah langkah yang sulit dilakukan pasalnya, seorang penderita HIV tidak ingin ditinggalkan oleh pasangannya ketika tahu dirinya terinfeksi oleh HIV. Namun, justru upaya ini sangat penting dilakukan supaya virus HIV tidak menular. Pastikan, pasangan mendapatkan tes HIV untuk mengetahui apakah positif atau tidak. 

Dapatkan Perawatan yang Tepat Ketika Kamu atau Pasangan Hamil dan Menderita HIV

Bagaimana jadinya jika kamu atau pasangan baru saja menyadari terinfeksi HIV setelah hamil? Ketika kamu atau pasangan positif HIV dan hamil, kemungkinan besar anak yang dikandung juga akan terinfeksi HIV.

Namun, jangan khawatir, dengan adanya perawatan khusus saat kehamilan, ada peluang untuk menghilangkan risiko serupa pada janin tersebut. 

Nah, itulah beberapa fakta mengenai HIV hingga upaya pencegahannya. 

Ingin mendapat tips menarik mengenai gaya hidup sehat? Unduh aplikasi Jovee di Appstore maupun Playstore. Dengan Jovee kamu dapat melihat rekomendasi suplemen sesuai dengan kebutuhan personalmu

Diedit oleh: Aileen Velishya