Hipotensi, Tekanan Darah Rendah yang Harus Diwaspadai
Dr. Fala Adinda

Ditinjau oleh: dr. Fala Adinda

Hipotensi atau tekanan darah rendah adalah gangguan lain yang terjadi pada tekanan darah selain tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kondisi tekanan darah rendah sendiri menunjukkan sirkulasi darah yang terjadi pada dinding arteri. Kondisi ini tidak dapat disepelekan karena akan menyebabkan beberapa masalah kesehatan lainnya. 

Beberapa bahaya kesehatan dapat timbul akibat hipotensi. Oleh sebab itu hal ini tidak dapat diabaikan dan harus segera diatasi. Apalagi, seseorang dengan tekanan darah rendah akan terganggu aktivitasnya akibat rasa pusing dan tubuh lemas sehingga menurunkan produktivitas sehari-hari. Berikut adalah hal-hal mengenai hipotensi yang harus diketahui dan dipahami. 

Tekanan darah yang normal berkisar 120/80. Kamu bisa melakukan tes karena saat ini alat pengukur tensi sudah dijual dibebas di mana-mana dan sangat mudah didapatkan. Nah, kalau tensi kamu di bawah atau di atas 120/80, artinya ada yang tidak beres di dalam tubuh.

Namun, jika perbedaannya masih tipis, tidak perlu khawatir. Kalau tensi menunjukkan 80/60, kamu sudah tergolong sebagai orang yang memiliki hipotensi atau tekanan darah rendah. Segera konsultasikan ke dokter untuk mengatasinya.

Penyebab Hipotensi alias Tekanan Darah Rendah

1. Pendarahan Sedang Sampai Berat

Volume darah pada tubuh dapat turun dengan drastis akibat pendarahan yang terjadi pada tubuh. Baik pendarahan sedang hingga berat akan menyebabkan jumlah volume darah turun sehingga menyebabkan tekanan darah rendah atau disebut juga sebagai hipotensi ortostatik. 

Ada beberapa faktor penyebab terjadinya pendarahan seperti komplikasi operasi, kecelakaan hingga gangguan pencernaan seperti ulkus lambung. Selain itu kondisi kesehatan yang terganggu akibat penyakit tumor dan diverticulosis akan menyebabkan pendarahan pada tubuh. 

2. Peradangan Berat

Tekanan darah rendah atau hipotensi juga dapat disebabkan oleh adanya peradangan berat pada tubuh. Peradangan berat sendiri dapat terjadi akibat gangguan pankreatitis akut. Pada pasien pankreatitis akut akan mengalami pengeluaran cairan dari pembuluh darah yang kemudian bergerak menuju jaringan yang radang. Hal ini menimbulkan pemekatan darah pada pembuluh darah sehingga volume darah menjadi berkurang. 

3. Dehidrasi

Cairan tubuh yang hilang atau kurang dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, misalnya saja muntah dan diare. Hal ini semakin diperparah ketika orang tersebut tidak mengimbanginya dengan minum air putih dalam jumlah yang cukup. Selain itu, olahraga yang berlebihan juga dapat menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi dan kekurangan darah karena darah dipacu untuk menuju otot bukannya ke organ vital.

Demam dan kepanasan karena cuaca juga dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi berat dapat menimbulkan hipotensi ortostatik. Sementara dehidrasi berat yang terlalu lama dapat mengarah kepada gangguan kondisi kesehatan lain yang lebih buruk seperti kesadaran menurun, syok, gagal ginjal, koma, asidosis bahkan kematian.

4. Penyakit jantung 

Adanya gangguan berupa penyakit jantung dikarenakan darah rendah seperti pericarditis (Radang selaput jantung), bradikardia (denyut jantung melambat), otot jantung lemah dan sumbatan di pembuluh darah paru-paru (emboli paru) dapat memicu tekanan darah rendah.

5. Refleks vasovagal

Refleks ini umumnya terjadi akibat adanya tekanan yang emosional dirasakan oleh tubuh.

6. Syok anafilaksis

Syok ini timbul akibat adanya reaksi alergi yang sifatnya dapat mengancam nyawa seseorang.

7. Obat-obatan

Konsumsi beberapa jenis obat-obatan juga berisiko menyebabkan seseorang mengalami tekanan darah rendah. Obatan-obatan yang berisiko memicu seseorang mengalami tekanan darah rendah adalah diuretic, alkohol, anti-hipertensi, anti-depresan, narkotika. 

8. Septikemia

Kondisi ini merupakan infeksi yang muncul akibat adanya bakteri yang masuk ke dalam aliran darah seseorang.

9. Stress

Gangguan kejiwaan seperti stress tidak hanya berisiko membuat seseorang tekanan darah tinggi. Namun seseorang yang memiliki risiko tekanan darah rendah lebih besar akan berisiko mengalami tekanan darah rendah akibat stress yang dialami.

10. Anemia

Kekurangan darah akibat defisiensi zat besi menyebabkan seseorang merasa lemas dan mudah lelah. Hal ini semakin diperburuk dengan hadirnya tekanan darah rendah yang memang berisiko lebih besar terjadi pada seorang pasien anemia.

11. Kehamilan

Ibu hamil berisiko mengalami tekanan darah rendah lebih besar ketimbang orang pada umumnya.

Melakukan kontrol tekanan darah pada dokter dapat mencegah hipotensi
Melakukan kontrol tekanan darah pada dokter dapat mencegah hipotensi

Gejala Hipotensi

Hipotensi kadang terjadi disertai dengan adanya penyakit tertentu pada tubuh. Berikut ini adalah gejala tekanan darah rendah akibat adanya penyakit tertentu:

1. Syok

Syok merupakan kondisi yang dapat mengancam jiwa seseorang. Tekanan darah rendah yang terus terjadi pada seseorang dapat menyebabkan fungsi organ seperti paru-paru, ginjal, hati hingga otak gagal berfungsi tiba-tiba

2. Penyakit ginjal

Tekanan darah rendah akan menyebabkan asupan darah ke ginjal terganggu sehingga proses detoksifikasi racun oleh ginjal terganggu. Alhasil, zat berbahaya dalam tubuh pun gagal dibuang. Hal ini menyebabkan zat racun menumpuk dan menyebabkan beragam komplikasi.

3. Hipotensi Ortostatik

Berganti posisi dengan cepat akan menyebabkan perubahan pada tekanan darah. Oleh sebab itu seseorang dengan gejala hipotensi ortostatik akan mengalami gejala pusing bahkan pingsan ketika melakukan perubahan posisi mendadak seperti dari baring ke berdiri.

Bahaya Hipotensi pada Tubuh

1. Pusing

Sakit pada kepala serta gangguan pusing merupakan bahaya maupun gejala hipotensi yang umum dirasakan penderita. Gangguan berupa sakit kepala dan pusing dapat muncul disebabkan berkurangnya asupan oksigen yang dibawa oleh darah ke dalam otak. selain itu asupan juga dapat berkurang drastis yang menyebabkan fungsi otak semakin terganggu.

Ketika asupan darah yang kaya akan oksigen ke otak terganggu, hal ini akan menyebabkan sakit kepala. Untuk itu, seseorang dengan tekanan darah rendah akan kesulitan untuk beraktivitas.

2. Mengganggu Kualitas Penglihatan

Terganggunya penglihatan adalah salah satu hal yang sangat mungkin dialami oleh seorang pasien dengan gangguan tekanan darah rendah. Terganggunya penglihatan dapat menyebabkan kaburnya penglihatan yang dimiliki seseorang. Risiko yang dimiliki orang tersebut juga semakin meningkat karena kesulitan untuk mendeteksi objek yang ada di sekitarnya. Untuk itu orang tersebut disarankan untuk beristirahat terlebih dahulu dan tidak beraktivitas.

Selain karena tekanan darah rendah, penglihatan yang kabur bisa merupakan tanda-tanda akibat adanya ciri-ciri mata katarak. Selain itu mata minus juga mengalami kekurangan penglihatan. Penderita diabetes mellitus juga umum mengalami gangguan penglihatan.

3. Timbul Gangguan pada Organ Tubuh yang Lain

Kondisi tekanan darah rendah tidak hanya akan mengganggu aktivitas akibat rasa pusing yang muncul di otak, namun juga menyebabkan terganggunya organ tubuh yang lain. Organ tubuh lain yang berisiko mengalami gangguan akibat tekanan darah rendah seperti paru-paru, ginjal, dan hati. 

Bahkan, ketika kondisi ini terus dibiarkan dalam jangka panjang, maka akan menyebabkan kegagalan pada beberapa organ penting. Kegagalan kinerja pada organ ginjal, jantung serta organ penting yang lain sangat mungkin terjadi pada penderita tekanan darah rendah. Kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi adalah kematian. 

4. Kinerja Organ Tubuh Tidak Optimal

Sebelum mengalami kegagalan kinerja pada beberapa organ tubuh, tekanan darah rendah dapat menyebabkan kinerja organ tidak optimal. Hal ini disebabkan pasokan darah ke dalam organ tubuh ini menjadi berkurang dan terganggu karena tekanan darah dari jantung melemah. 

Padahal, semua organ tubuh di dalam tubuh memerlukan pasokan darah agar terus dapat berfungsi optimal. Organ tubuh yang terganggu misalnya paru-paru, ginjal, hati dan juga otak. Fungsi organ tubuh ini akan terganggu bahkan bisa mengalami kegagalan. 

Cara Mengatasi Hipotensi atau Tekanan Darah Rendah

Pengobatan pasien tekanan darah rendah yang tidak memiliki kerusakan organ apapun sebenarnya tidak memerlukan pengobatan tertentu. Namun, apabila mengalami gejala serta komplikasi kesehatan akibat hipotensi maka sangat disarankan untuk pergi berobat ke dokter. Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan untuk menemukan penyebab darah rendah tersebut. 

Menurut Mayoclinic, ada beberapa hal yang kamu bisa lakukan untuk mencegah hipotensi:

  1. Konsumsi lebih banyak garam. Konsumsi garam dapat meningkatkan tekanan darah bagi penderita hipotensi. Namun tetap perhatikan kadar garam yang harus dikonsumsi karena terlalu banyak mengkonsumsi garam juga dapat mengakibatkan gagal jantung.
  2. Minum lebih banyak air. Cairan akan meningkatkan volume darah dan mencegah dehidrasi, sehingga dapat membantu penderita hipotensi
  3. Ikuti pola makan sehat. Usahakan mengkonsumsi makanan yang mengandung gandum, buah, sayur, ayam dan ikan. Makan dengan porsi kecil dan kurangi makanan yang berkabohidrat tinggi

Itulah beberapa fakta kesehatan mengenai hipotensi. Ingin tahu apakah makanan yang kamu konsumsi sudah memenuhi kebutuhan vitamin harianmu? Unduh aplikasi Jovee! Dengan Jovee kamu dapat melihat rekomendasi suplemen sesuai dengan kebutuhan personalmu. 

Untuk mengetahui informasi kesehatan lainnya, silahkan cek di Ngovee.

Diedit oleh: Aileen Velishya

Tersedia di Jovee shop

NATURES PLUS B COMPLEX – DAYA TAHAN TUBUH – 60 KAPLET

NATURES PLUS B COMPLEX – DAYA TAHAN TUBUH – 60 KAPLET

Healthy Skin & Body Booster – Vit E dan Vit B Complex

Healthy Skin & Body Booster – Vit E dan Vit B Complex