Sadar Penyakit Tuberkulosis di Hari Tuberkulosis Sedunia

Ditinjau oleh : dr. Amanda Ismoetia

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan penyakit ini dapat menular secara cepat kepada orang yang rentan dan dengan daya tahan tubuh lemah. Untuk membangun kesadaran penduduk di seluruh dunia terhadap penyakit ini, setiap tanggal 24 Maret diperingati sebagai hari Tuberkulosis Sedunia. Tujuan lainnya agar setiap orang bisa lebih waspada terhadap penyakit Tuberkulosis serta melakukan pencegahan penyakit ini dan mengurangi penyebarannya. 

Sejarah Tuberkulosis di Dunia, Hari Tuberkulosis Sedunia

Berdasarkan hasil penelitian, penyakit tuberkulosis sudah ada sejak zaman Mesir kuno. Pada 24 Maret 1882, ilmuwan Robert Koch berhasil menemukan sesuatu yang menjadi penyebab penyakit tuberkulosis. Pada saat itu, wabah Tuberkulosis sedang menyebar di seluruh Eropa dan Amerika dan menyebabkan kematian satu dari setiap tujuh orang.

Penemuan Koch membuka jalan untuk mendiagnosis dan menyembuhkan TB. Seratus tahun kemudian tepatnya tahun 1982, tanggal 24 Maret disahkan menjadi peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia sekaligus memperingati 100 tahun penemuan dr. Koh.

Hari Tuberkulosis Sedunia 2021 : The Clock is TICKING

Tema ini diangkat sebagai pengingat saat ini memang dunia sedang menghadapi pandemi Covid-19. Namun, Tuberkulosis masih menjadi epidemi di beberapa negara. Tagline “The Clock is Ticking” adalah pengingat bahwa waktu pun terus berjalan. Mari bersama-sama untuk mencegah bertambahnya kasus Tuberkulosis di dunia dan mengurangi penyebarannya. 

Gejala Tuberkulosis

Kasus TB banyak terjadi menyerang organ pernapasan yaitu, paru-paru. Namun TB juga bisa menyerang organ lain seperti kelenjar atau otak. Gejala seseorang menderita penyakit TB pun tidak selalu terlihat karena menang ada 2 tipe pasien TB, yaitu pasien TB laten yang tidak menimbulkan gejala pada penderitanya dan TB aktif yang terlihat gejalanya. TB laten disebut juga TB tidak aktif atau infeksi TB tidak menular. Namun TB laten tetap berpotensi untuk menjadi TB aktif. Jadi penting untuk waspada pada perubahan ini. 

Untuk meningkatkan kewaspadaan akan penyakit TB, segera temui dokter jika Anda mengalami gejala berikut ini : 

  • Batuk lebih dari 3 minggu berturut-turut

Salah satu gejala yang paling sering dialami oleh penderita TB adalah batuk. Namun batuk ini berlangsung untuk waktu yang lama, sekitar 3 minggu. Batuk yang terjadi bisa batuk berdahak bahkan batuk berdarah. Biasanya batuk ini disertai juga dengan nyeri dada saat batuk atau bernapas. 

  • Merasa lelah yang berlebihan

Gejala umum lainnya yang banyak muncul pada penderita TB adalah rasa lelah yang berlebihan. Badan rasanya seperti sangat lemah dan tidak bersemangat melakukan apapun. Walaupun sudah istirahat, namun rasa lelahnya tidak kunjung hilang.

  • Menurunnya berat badan dengan drastis secara tiba-tiba

Gejala yang bisa diukur perubahannya adalah berat badan. Pada pasien TB, akan terjadi penurunan berat badan yang cukup drastis secara tiba-tiba. Selisihnya bisa mencapai 3-5 kg/bulan. Hal ini juga dapat terjadi karena gejala lain yaitu hilangnya nafsu makan pada pasien TB. 

  • Demam dan berkeringat di malam hari

Berkeringat di malam hari juga bisa menjadi salah satu gejala pada penderita TB. Umumnya gejala ini juga disertai dengan demam dan meningkatnya suhu tubuh. Walaupun berkeringat, namun pasien TB juga merasa kedinginan dan menggigil di saat yang bersamaan. 

Editor Pick 

Bahaya Tuberculosis (TBC) Bagi Kesehatan

Cara Menghilangkan Kutil Secara Alami dan Medis

Cuci Tangan Anda Segera Usai Menyentuh 10 Benda Ini

Mengenal Manfaat Glucosamine Untuk Sendi dan Tulang

10 Cara Sederhana Mengatasi Hidung Tersumbat Ini Bisa Dipraktekkan di Rumah!

Pemeriksaan Tuberkulosis

Untuk memastikan apakah seseorang menderita TB, perlu dilakukan tes uji dahak/sputum. Tes ini  adalah pemeriksaan utama untuk mendeteksi secara akurat kuman TB, bisa juga pada dilakukan pemeriksaan rontgen paru sebagai pemeriksaan pendukung yaitu tes darah, dan tes Mantoux.

  • Tes Darah

Walaupun bisa dideteksi melalui tes darah, namun sejak tahun 2011 WHO menyarankan agar tidak melakukan tes darah untuk pemeriksaan TB karena hasilnya tidak akurat dan justru menginfeksi orang-orang disekitarnya tanpa sadar. 

  • Tes Sputum/Dahak

Pemeriksaan ini ditujukan untuk mencari kuman TB dalam dahak seseorang. Dahak akan dilihat melalui mikroskop, untuk mengonfirmasi apakah kuman TB memang ada atau tidak.

  • Tes Kulit/Tes Mantoux

Salah satu cara untuk mengetahui apakah seseorang benar terinfeksi bakteri penyebab TB adalah dengan tes kulit. Tes kulit yang digunakan yaitu Purified Protein Derivative (PPD). Dokter akan menyuntikkan sebanyak 0,1 mililiter PPD di bawah lapisan kulit atas. Setelah 2-3 hari kemudian kembali ke dokter untuk melihat perubahan yang terjadi dan apakah muncul reaksi yang memperlihatkan apakah seseorang menderita TB atau tidak. Jika ada perubahan pada kulit seperti adanya bercak atau munculnya jendulan dengan ukuran lebih dari 5 mm di posisi PPD disuntikkan, maka hasilnya adalah positif TB. Reaksi berukuran antara 5 hingga 15 mm dapat dianggap positif tergantung pada faktor risiko, kesehatan, dan riwayat medis. Semua reaksi di atas 15 mm dianggap positif terlepas dari faktor risikonya.

  • Tes Rontgen

Pemeriksaan radiologi yang bertujuan untuk melihat ada tidaknya lesi/gangguan di dalam organ paru, pemeriksaan ini juga bermanfaat sebagai pemeriksaan penunjang diagnosis pada kasus infeksi TB Paru. 

Perawatan Tuberkulosis

Jika Anda mengalami satu atau beberapa gejala yang menunjukkan tuberkulosis, segera konsultasi dengan dokter. Anda akan diberikan perawatan dengan mengonsumsi obat yang mengurangi gejala TB dan mematikan bakteri TB yang ada di dalam tubuh. Minum obat secara rutin dan sesuai dengan anjuran yang dokter berikan. Kedisiplinan ketika minum obat akan berpengaruh pada kesembuhan TB yang diderita. Cara konsumsi obat yang tidak tepat juga memungkinkan bakteri menjadi resisten terhadap obat.

Pencegahan Tuberkulosis

  • Istirahat cukup

Bakteri TB akan sangat mudah menyerang orang dengan daya tahan tubuh yang rendah. Istirahat dan tidur malam adalah hal yang cukup memengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Oleh karena itu, pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup dengan kualitas yang baik agar imun tubuh juga tetap terjaga. 

  • Pastikan sirkulasi udara di tempat tinggal baik

Kondisi ruangan yang lembab adalah kondisi favorit untuk berkembangnya kuman dan bakteri. Oleh karena itu, pastikan ruangan tempat Anda berkegiatan dan kamar tidur juga memiliki ventilasi yang cukup agar sirkulasi udara terjaga. Bakteri tuberkulosis akan lebih mudah bergerak dan menyebar di ruangan kecil dan tertutup. Bukalah jendela ruangan dan kamar setiap pagi untuk mendapatkan udara yang baru dan lebih bersih setiap harinya.

  • Gunakan masker

Ketika Anda sedang batuk atau flu, gunakan masker untuk melindungi diri Anda dan lingkungan sekitar. Biasakan juga untuk menutup bersin dan batuk dengan tisu agar bakteri dan virus tidak menyebar ke orang di sekitar Anda. Segera buang tisu setelah digunakan dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Mulai dari sekarang, lindungi diri Anda dan keluarga dari infeksi bakteri TB. Perlu diingat bahwa sampai saat ini TB masih menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia sejak awal penyebarannya. Itulah informasi mengenai penyakit TB di Hari Tuberkulosis Sedunia.

Simak artikel seputar tips dan trik kesehatan lainnya dari Jovee, pusat vitamin terlengkap. Unduh juga aplikasi Jovee melalui Play Store dan App Store serta dapatkan suplemen personalmu. Cari tahu pula tentang suplemen yang kamu butuhkan dengan berkonsultasi secara gratis dengan nutrisionis Jovee.

Penulis : Filza Intan

Referensi : 

Stop TB. World TB Day

Mayo Clinic. Tuberculosis

Healthline. Tuberculosis

WebMD. Understanding Tuberculosis Basics

WHO. World TB Day 2021

Detik Health. WHO : Tes Darah untuk TBC Tidak Akurat