Kenali Tanda-Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin B  Complex!

Tubuh membutuhkan vitamin B untuk menunjang proses metabolisme; memproduksi energi tubuh; memelihara fungsi sel, jaringan, serta organ-organ; membentuk sel darah merah; dan membantu perkembangan otak janin. Ada banyak sekali manfaat yang bisa Anda dapatkan jika kebutuhan vitamin ini terpenuhi, seperti mengurangi rasa mual pada ibu hamil; menurunkan risiko preeklampsia; hingga meningkatkan kadar testosteron dan membangun otot. Karenanya, kekurangan vitamin B complex bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Apa saja, ya?

Apa dampak dari kekurangan vitamin B complex?

Vitamin B termasuk ke dalam golongan vitamin yang larut air. Artinya, kelebihan vitamin B tidak akan disimpan oleh tubuh. Jadi, Anda perlu selalu memenuhi kebutuhan asupan hariannya.

Kedelapan jenis vitamin B complex, yaitu B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, dan B12 sama-sama berfungsi membantu tubuh mengolah dan mengubah makanan yang Anda konsumsi menjadi energi; memelihara kesehatan otot, mata, dan saraf; menunjang produksi enzim serta pembentukkan sel darah merah.

Meski begitu, delapan vitamin B complex ini punya peran uniknya masing-masing. Maka, masalah kesehatan yang muncul akibat kekurangan vitamin B juga akan berbeda-beda tergantung jenis mana yang jumlahnya tidak tercukupi.

1. Vitamin B1 (thiamine)

Berdasarkan pedoman angka kecukupan gizi di Indonesia, kebutuhan vitamin B1 yang direkomendasikan untuk orang dewasa berkisar antara 1 hingga 1,4 mg setiap harinya.

Gejala awal yang timbul jika tubuh kekurangan vitamin B1 adalah kelemahan, mudah tersinggung, gangguan memori, hilang nafsu makan, kehilangan nafsu makan, gangguan tidur, kembung, hingga penurunan berat badan.

Apabila asupan ini tidak dicukupi, Anda juga berisiko mengalami penyakit beri-beri dan Wernicke. Beri-beri sendiri biasanya memiliki gejala sesak napas, gerakan mata yang tidak normal, detak jantung meningkat, kaki bengkak, dan muntah-muntah.

Sementara itu, penyakit Wernicke bisa memengaruhi sistem saraf dan membuat penglihatan Anda jadi berbayang, mengganggu koordinasi otot, dan menurunkan fungsi mental. Penyakit ini dapat berkembang menjadi sindrom Wernicke-Korsakoff yang ditandai dengan munculnya halusinasi, amnesia, mata sulit dibuka, sulit memahami suatu informasi, bahkan hilang ingatan.

2. Vitamin B2 (riboflavin)

Vitamin B2 dibutuhkan untuk membantu pembentukkan sel darah merah. Riboflavin juga dipercaya efektif untuk mengobati sakit kepala dan mengurangi risiko katarak.

Rekomendasi asupan vitamin B2 yang disarankan adalah 1 – 1,3 mg per hari. Biasanya, kekurangan riboflavin akan berdampak pada defisiensi nutrisi lain, seperti zat besi dan protein.

Pada ibu hamil, kekurangan vitamin B2 dapat menghambat pertumbuhan bayi dalam kandungan dan meningkatkan risiko preeklamsia atau tekanan darah tinggi saat hamil.

Gejala yang dapat muncul jika tubuh kekurangan asupan riboflavin berupa anemia, mata merah, kulit kering dan bersisik, bibir pecah-pecah, infeksi mulut, hingga sensitif terhadap cahaya. 

3. Vitamin B3 (niacin)

Angka kecukupan gizi niacin untuk orang dewasa berkisar antara 12 – 14 mg per hari. Gejala yang mungkin muncul jika tubuh kekurangan vitamin B3 adalah gangguan pencernaan, sariawan, kelelahan, muntah, hingga depresi.

Bahkan jika kondisi defisiensi sudah terlampau parah, dapat menyebabkan penyakit pellagra yang ditandai dengan kondisi kulit retak-retak yang mirip seperti terbakar sinar matahari, berkerak, dan bersisik yang disertai lepuh-lepuh halus. Pellagra yang tidak ditangani, bisa menyebabkan kematian.

4. Vitamin B5 (pantothenic acid)

Rekomendasi asupan vitamin B5 adalah 5 mg per harinya. Sebetulnya, kondisi kekurangan vitamin B5 jarang terjadi karena mikronutrien satu ini bisa ditemukan pada hampir semua jenis sayuran.

Tetapi, kekurangan asam pantotenat dapat menimbulkan gejala sakit kepala, tubuh terasa lelah, mudah marah, sensasi perih pada lengan atau kaki, mual, rambut rontok, denyut jantung meningkat, serta gangguan pencernaan.

5. Vitamin B6 (pyridoxine)

Berdasarkan pedoman angka kecukupan gizi di Indonesia, kebutuhan vitamin B6 yang direkomendasikan untuk orang dewasa berkisar antara 1,3 – 1,7 mg setiap harinya. Kekurangan vitamin B6 bisa mengakibatkan anemia dan gangguan kulit, termasuk ruam dan pecah-pecah di sekitar mulut.

Berperan besar dalam meningkatkan kekebalan tubuh, kekurangan jenis vitamin B ini juga dapat membuat Anda mudah sakit, mual, otot berkedut, luka di sudut bibir, kesemutan serta nyeri pada tangan dan kaki. Bahkan, defisiensi vitamin B dikaitkan dengan meningkatnya risiko depresi, kejang dan kebingungan, hingga kanker.

6. Vitamin B7 (biotin)

Biotin merupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan mata dan pertumbuhan rambut, mengatur metabolisme, dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Kekurangan vitamin B7 bisa dikenali dengan munculnya gejala-gejala berupa rambut rontok, kulit kering, ruam bersisik di sekitar mata atau mulut, mata kering, kelelahan, dan depresi.

7. Vitamin B9 (folat)

Kekurangan vitamin B9 dapat menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah atau anemia megaloblastik. Asupan folat yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 400 – 600 mikrogram per hari.

Jika kebutuhannya tidak terpenuhi, akan muncul berbagai gangguan kesehatan, seperti tubuh terasa lelah, sesak napas, rambut beruban, sariawan, pertumbuhan tubuh yang buruk, dan lidah membengkak.

Asam folat merupakan bentuk sintesis dari vitamin B9 yang sangat vital bagi kesehatan ibu hamil, khususnya dalam mencegah cacat tabung saraf. Oleh karena itu, kekurangan vitamin B9 pada ibu hamil berisiko tinggi terhadap anemia, preeklamsia, lahir prematur, bahkan bisa menyebabkan spina bifida dan anencephaly bagi bayinya.

8. Vitamin B12 (cobalamine)

Asupan vitamin B12 yang direkomendasikan untuk orang dewasa adalah 4 mikrogram per hari. Walaupun sedikit, cobalamine dibutuhkan tubuh untuk memelihara serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Gejala yang ditimbulkan apabila Anda kekurangan vitamin B12 adalah penyakit kuning (jaundice), anemia, kehilangan nafsu makan, gangguan penglihatan, susah buang air besar, detak jantung tidak teratur, kesemutan, hingga napas sesak.

Parahnya lagi, jika tidak ditangani, kekurangan jenis vitamin B ini dapat menyebabkan komplikasi berupa kemandulan, pikun, cacat tabung saraf pada janin, demensia, paranoia, depresi, hingga ataksia.

Sumber terbaik vitamin B

Untuk mencegah kondisi-kondisi di atas, Anda perlu memenuhi kebutuhan harian masing-masing vitamin B dengan mengonsumsi makanan ataupun minuman yang mengandung nutrisi ini. Biasanya di dalam satu makanan, sudah terkandung berbagai jenis vitamin B.

Sumber terbaik mikronutrien ini meliputi:

  • Daging: sapi dan hatinya, ayam, ikan (salmon, tuna)
  • Sayuran: bayam, barley, buncis, kentang, brokoli, 
  • Buah-buahan: semangka bit, jeruk dan jeruk nipis, lemon,
  • Telur
  • Susu dan produk olahannya, seperti yogurt
  • Sereal dan biji-bijian gandum
  • Kacang-kacangan, misalnya kacang polong

Selain dari makanan, asupan vitamin B complex juga bisa dipenuhi dari suplemen atau multivitamin. Tetapi, sebelum mengonsumsinya konsultasikan lebih dulu dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan jenis dan dosis yang sesuai dengan Anda.

Ingin mengetahui informasi kesehatan terpercaya? Daftarkan email anda di Ngovee. Untuk mendapatkan suplemen dan vitamin spesial buat anda, unduh aplikasi Jovee. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Ditulis oleh: Alifia Daariy

Referensi:

Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2019.

David H. (Healthline). 2020. Symptoms of Vitamin B Deficiencies.

Kimberly H. (Healthline). 2017. Biotin Deficiency. 

NIH. 2020. Pantothenic Acid: Fact Sheet for Health Professionals.

Elizabeth SB. (Everyday Health). 2017. 7 Common Nutrient Deficiencies: Know the Signs.

Piriya MP. (NetDoctor). 2020. Vitamin B5 (pantothenic acid): benefits, best sources, dosage, deficiency.