Cara Menghitung Masa Subur Wanita
Falla Adinda, dr

Bagi wanita, penting mengetahui masa suburnya untuk mempercepat terjadinya kehamilan. Pasalnya, ketika kondisi wanita sedang dalam masa subur, maka peluang terjadinya kehamilan lebih besar.

Lalu, bagaimana cara mengetahui masa subur seseorang? Yaitu dengan memerhatikan siklus menstruasinya. Nah, sebenarnya, apa sih masa subur wanita itu? Dan, bagaimanakah cara menghitung masa subur seorang wanita? 

Kenali Dulu, Masa Subur Wanita itu Apa? 

Masa subur wanita adalah masa dimana sel telur dilepaskan dari indung telur, sehingga siap dibuahi oleh sperma. Proses ini dikatakan sebagai ovulasi. Sementara, ketika sperma membuahi disaat masa tidak subur wanita, peluang kehamilan lebih kecil terjadi. Sesuai siklus menstruasi, maka masa subur seorang wanita terjadi setiap bulannya.

Apabila sperma berhasil membuahi sel telur pada masa subur wanita, maka wanita akan hamil. Sedangkan jika sel telur tidak kunjung dibuahi oleh sperma, maka sel telur tersebut akan mati dan terjadilah menstruasi. 

Ovulasi, Momen Saat Wanita Berada di Titik Paling Subur 

Jika Anda pernah belajar sistem reproduksi manusia, pasti sudah mengetahui tempat dimana sel telur diproduksi. Ya, ovarium atau indung telur adalah organ wanita yang bertugas memproduksi sel telur. Apabila sel telur ini sudah matang, maka akan dilepaskan ke saluran bernama tuba fallopi (oviduct).

Rangkaian proses pelepasan telur dari ovarium menuju oviduct inilah yang disebut ovulasi. Nah, di saluran inilah tempat bertemunya sel telur dan sel sperma saat pasangan suami istri berhubungan seksual. Kemudian, terjadi pembuahan dan menyebabkan kehamilan. 

Perlu diketahui, ovulasi ini hanya terjadi paling lama 48 jam saja untuk satu sel telurnya. Sementara itu, ovarium wanita mampu memproduksi 15-20 sel telur dalam satu siklus. Hanya saja, karena masa pematangan sel telur berbeda-beda, maka total masa ovulasinya bisa mencapai enam hari atau lebih.

Secara umum, wanita mengalami masa subur pada hari ke-14 setelah menstruasi berakhir. Meski demikian, tetap saja tidak semua memiliki masa subur yang sama karena siklus menstruasinya yang berbeda-beda. Nah, untuk mengetahui lebih pasti, yuk mulai cara berikut ini! 

– – – – – – Editorial Pick – – – – – –
Cara Cepat Hamil Hanya Dalam 1 Bulan
Cara Menghitung Usia Kehamilan
8 Fakta dan Mitos Tentang Ibu Hamil

Catat Siklus Menstruasi Delapan Bulan Terakhir Ini 

Dikatakan bahwa setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda sehingga berpengaruh terhadap masa suburnya yang tidak sama. Oleh karena itu, Anda harus memiliki perhitungan yang akurat untuk mengetahui masa suburnya.

Caranya, Anda harus memiliki siklus menstruasi yang teratur minimal selama delapan bulan terakhir. Siklus menstruasi yang teratur ini apabila berada dalam rentang 21-35 hari. 

Sebagai contoh, Anda selesai menstruasi pada tanggal 15 Oktober, maka bulan depan siklus akan dimulai sekitar tanggal 6-19 November. Maksudnya, apabila jarak siklus saat ini dan bulan depan berada di kisaran 21-35 hari, dikatakan menstruasi Anda teratur.

Tentukan pula jarak menstruasi terpendek dan terpanjang. Apabila jarak siklusnya mendekati 21 hari disebut siklus terpendek, sedangkan jarak siklus yang mendekati 35 hari disebut sebagai siklus terpanjang. 

Cara Menghitung Masa Subur: Coba Gunakan Rumus Ini untuk Mengetahui Masa Subur Anda 

Nah, setelah mengetahui siklus menstruasi delapan bulan terakhir, siklus terpendek, dan siklus terpanjang selanjutnya gunakan rumus berikut ini untuk mengetahui masa subur Anda. 

Siklus terpendek – 18 hari = awal masa subur wanita 

Siklus terpanjang – 11 hari= akhir masa subur wanita 

Misalnya, Ani memiliki siklus terpendek 28 hari dan siklus terpanjang 31 hari, maka perhitungan masa suburnya adalah berikut ini. 

Awal masa subur Ani= (28-18) hari= 10 hari setelah menstruasi terakhir 

Akhir masa subur Ani=(31-11) hari= 20 hari setelah menstruasi terakhir. 

Dengan demikian, maka masa subur Ani berada di rentang hari ke-10 sampai hari ke-20 setelah menstruasi terakhir. Saat itulah peluang hamil terjadi relatif tinggi. Kesimpulannya cara menghitung masa subur adalah 14 hari sebelum menstruasi berikutnya.

Tanda Wanita Berada dalam Masa Subur Usai Haid 

Biasanya, seorang wanita yang berada dalam masa subur juga menunjukkan tanda-tanda berikut ini. 

Meningkatkan Suhu Basal Tubuh 

Ketika wanita berada dalam masa subur, maka suhu basalnya akan meningkat. Suhu basal adalah suhu tubuh ketika bangun dipagi hari. Normalnya, suhu basal berada diantara 35-5-36-6 derajat Celcius. Nah, ketika suhu tubuh Anda naik sedikit dari angka tersebut, dapat diartikan bahwa Anda sedang berada dalam masa subur atau ovulasi. 

Adanya Lendir dari Mulut Rahim 

Selain itu, keluarnya lendir dari mulut rahim juga menjadi pertanda apakah ovulasi akan segera terjadi. Ketika masa subur, keputihan sebelum haid berwarna bening, licin, dan elastis. Cairan inilah yang nantinya akan memperlancar dan melindungi sperma menuju rahim. 

Nah, ketika Anda hendak memulai program kehamilan, jangan lupa untuk mempersiapkan multivitamin yang cocok untuk ibu hamil. Tenang saja, melalui Jovee, Anda bisa mendapatkan multivitamin+folic acid yang baik untuk pertumbuhan bayi, mencegah anemia, dan menurunkan risiko penyakit jantung. Jadi, sudahkah Anda paham cara mengetahui masa subur? 

Untuk informasi lebih lengkap, simak selengkapnya di Ngovee

Diedit oleh: Aileen Velishya